
Matahari terbenam hari ini, Jumat 9 Oktober 2026, terjadi di Jakarta sekitar pukul 17.45 WIB. Kota-kota lain di Indonesia punya jam yang berbeda, kadang selisihnya cukup jauh walau masih dalam zona waktu yang sama. Surabaya sudah gelap lebih dulu, sementara warga Banda Aceh masih menikmati langit terang hampir satu jam lebih lama.
Informasi ini berguna untuk banyak hal. Ada yang ingin tahu kapan waktu Magrib, ada yang sedang menyusun jadwal perjalanan sore, ada juga fotografer yang mengejar momen golden hour di pantai atau di atas gedung tinggi. Karena hari ini Jumat, banyak orang juga mulai merencanakan kegiatan akhir pekan yang dimulai sejak sore.
Ada satu hal lain yang membuat 9 Oktober terasa istimewa bagi warga Jakarta. Siang tadi, ibu kota mengalami hari tanpa bayangan, saat matahari tepat berada di atas kepala. Fenomena ini berkaitan langsung dengan posisi matahari yang juga memengaruhi jam terbenamnya sore ini. Berikut rincian lengkapnya.
Data di bawah ini merupakan hasil perhitungan astronomis redaksi untuk Jumat, 9 Oktober 2026. Perhitungan memakai algoritme posisi matahari standar yang lazim dipakai lembaga astronomi, dengan asumsi pengamat berada di permukaan laut dan cakrawala terbuka. Kolom “akhir senja” menunjukkan kapan langit benar-benar mulai gelap (berakhirnya senja sipil).
| Kota | Matahari Terbit | Matahari Terbenam | Akhir Senja |
|---|---|---|---|
| Banda Aceh | 06.25 | 18.26 | 18.47 |
| Medan | 06.11 | 18.14 | 18.35 |
| Padang | 06.02 | 18.09 | 18.30 |
| Bukittinggi | 06.02 | 18.09 | 18.30 |
| Pekanbaru | 05.58 | 18.04 | 18.25 |
| Palembang | 05.43 | 17.52 | 18.13 |
| Bandar Lampung | 05.40 | 17.51 | 18.13 |
| Jakarta | 05.34 | 17.45 | 18.07 |
| Bandung | 05.30 | 17.43 | 18.04 |
| Pontianak | 05.26 | 17.33 | 17.54 |
| Yogyakarta | 05.19 | 17.32 | 17.53 |
| Semarang | 05.19 | 17.31 | 17.53 |
| Surabaya | 05.10 | 17.22 | 17.44 |
| Kota | Matahari Terbit | Matahari Terbenam | Akhir Senja |
|---|---|---|---|
| Denpasar | 05.59 | 18.13 | 18.34 |
| Banjarmasin | 06.04 | 18.13 | 18.34 |
| Mataram | 05.56 | 18.09 | 18.31 |
| Balikpapan | 05.56 | 18.03 | 18.24 |
| Makassar | 05.44 | 17.55 | 18.16 |
| Kupang | 05.25 | 17.40 | 18.02 |
| Manado | 05.25 | 17.30 | 17.51 |
| Kota | Matahari Terbit | Matahari Terbenam | Akhir Senja |
|---|---|---|---|
| Ternate | 06.15 | 18.20 | 18.41 |
| Ambon | 06.09 | 18.19 | 18.40 |
| Merauke | 05.18 | 17.32 | 17.54 |
| Jayapura | 05.20 | 17.28 | 17.49 |
Waktu di lapangan bisa bergeser satu hingga dua menit. Penyebabnya antara lain ketinggian lokasi, posisi tepat Anda di dalam kota, serta hambatan di cakrawala seperti gedung, bukit, atau pepohonan. Kalau Anda berada di dataran tinggi atau di lantai atas gedung, matahari akan terlihat tenggelam sedikit lebih lambat.
Coba bandingkan Banda Aceh dan Surabaya. Keduanya sama-sama memakai WIB, tetapi matahari terbenam di Surabaya pukul 17.22, sedangkan di Banda Aceh baru pukul 18.26. Selisihnya 64 menit.
Penjelasannya sederhana. Zona WIB membentang dari ujung barat Aceh di sekitar 95 derajat bujur timur sampai Jawa Timur di sekitar 114 derajat bujur timur. Bumi berputar sekitar 4 menit untuk setiap 1 derajat bujur, sehingga kota di sisi timur selalu “lebih dulu” mengalami siang, sore, dan malam. Jam dinding semua kota tadi tetap sama, padahal posisi matahari terhadap masing-masing kota tidak.
Pola serupa terlihat di WITA. Manado, yang posisinya paling timur di antara kota dalam tabel, mengalami matahari terbenam pukul 17.30, sementara Denpasar dan Banjarmasin baru pukul 18.13.
Selain bujur, lintang turut menentukan. Kupang dan Merauke yang berada cukup jauh di selatan khatulistiwa sedang menikmati siang yang sedikit lebih panjang di bulan Oktober. Itu sebabnya matahari terbit di Merauke pukul 05.18 tetapi baru terbenam pukul 17.32, memberi durasi siang lebih dari 12 jam 14 menit.
Pada 9 Oktober 2026, matahari melintas tepat di atas Jakarta sekitar pukul 11.40 WIB. Saat itu, benda tegak seperti tiang atau botol yang berdiri lurus nyaris tidak menghasilkan bayangan. Fenomena yang dikenal sebagai kulminasi utama ini terjadi dua kali setahun di wilayah antara garis balik utara dan selatan, termasuk seluruh Indonesia.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) setiap tahun merilis jadwal kulminasi untuk kota-kota di Indonesia, dan jadwal untuk Jakarta pada Oktober memang jatuh di kisaran tanggal 9 sampai 10. BMKG dalam berbagai penjelasannya menekankan bahwa fenomena ini adalah peristiwa astronomis biasa dan tidak berbahaya, meski terik matahari di siang hari terasa lebih menyengat.
Berdasarkan perhitungan yang sama, titik kulminasi bergerak ke selatan dalam beberapa hari ke depan:
| Kota | Perkiraan Tanggal Hari Tanpa Bayangan | Perkiraan Pukul (WIB) |
|---|---|---|
| Jakarta | 9 Oktober 2026 | 11.40 |
| Bandung | 10 sampai 11 Oktober 2026 | 11.36 |
| Semarang | 11 Oktober 2026 | 11.25 |
| Surabaya | 11 sampai 12 Oktober 2026 | 11.15 |
| Yogyakarta | 13 Oktober 2026 | 11.24 |
Pergerakan semu matahari ke arah selatan inilah yang juga membuat matahari kini terbenam sedikit di sebelah selatan titik barat. Dari Jakarta, arah terbenamnya sekitar 263 derajat, atau kira-kira 6 derajat ke kiri dari barat tepat bila Anda menghadap barat. Informasi ini berguna bagi pemburu foto yang ingin membidik matahari jatuh di antara dua gedung atau di balik tanjung tertentu.
Banyak orang mengira jam matahari terbenam identik dengan azan Magrib. Kenyataannya, jadwal salat resmi dari Kementerian Agama umumnya sedikit lebih lambat beberapa menit. Selisih ini berasal dari waktu kehati-hatian atau ihtiyat yang ditambahkan dalam perhitungan jadwal salat, supaya awal waktu Magrib benar-benar sudah masuk di seluruh bagian kota.
Untuk keperluan ibadah, jadwal resmi Kemenag atau masjid setempat tetap menjadi rujukan utama. Data dalam artikel ini lebih tepat dipakai sebagai gambaran kapan matahari benar-benar menyentuh cakrawala.
Bagi yang ingin mengabadikan langit sore, ada tiga fase yang patut diperhatikan.
Fase ini berlangsung kira-kira 30 sampai 45 menit sebelum matahari terbenam. Di Jakarta, artinya mulai sekitar pukul 17.00 WIB. Cahayanya hangat, bayangan memanjang, dan kulit wajah tampak lebih lembut di kamera. Waktu ini cocok untuk potret, foto jalanan, dan arsitektur.
Momen pukul 17.45 WIB di Jakarta adalah saat warna oranye dan merah paling pekat. Pastikan Anda sudah di posisi beberapa menit sebelumnya, karena prosesnya berlangsung cepat. Di wilayah tropis seperti Indonesia, matahari tenggelam hampir tegak lurus terhadap cakrawala, sehingga transisinya terasa lebih singkat dibanding di negara lintang tinggi.
Setelah matahari hilang, langit masih menyisakan cahaya biru lembut sampai akhir senja sipil. Di Jakarta, fase ini berlangsung hingga sekitar pukul 18.07 WIB. Lampu kota mulai menyala, dan kombinasi cahaya buatan dengan langit biru tua sering menghasilkan foto lanskap kota yang dramatis.
Meski cahaya sore terasa lebih lunak, menatap matahari langsung terlalu lama tetap berisiko bagi mata, apalagi melalui lensa kamera, teropong, atau binokular. Gunakan layar kamera atau ponsel untuk membidik, bukan jendela bidik optik yang mengarah tepat ke matahari.
Jam terbenam matahari bisa dihitung jauh hari, tetapi cuaca tidak. Oktober di banyak wilayah Indonesia umumnya masuk masa peralihan menuju musim hujan, ketika awan konvektif kerap tumbuh pada siang hingga sore hari. Langit yang cerah di pagi hari belum tentu bertahan sampai sore.
Sebelum berangkat ke spot favorit, ada baiknya memeriksa prakiraan cuaca terbaru dari BMKG untuk kota Anda. Awan tipis di ufuk barat justru sering membuat warna senja lebih kaya, sedangkan awan tebal bisa menutup matahari sepenuhnya sebelum ia benar-benar terbenam.
Matahari terbenam hari ini, Jumat 9 Oktober 2026, terjadi pukul 17.45 WIB di Jakarta, 17.22 WIB di Surabaya, 18.26 WIB di Banda Aceh, 17.55 WITA di Makassar, 18.13 WITA di Denpasar, dan 17.28 WIT di Jayapura. Selisih antarkota dipengaruhi letak bujur dan lintang, sementara waktu Magrib resmi biasanya beberapa menit lebih lambat dari jam terbenam. Jakarta juga mengalami hari tanpa bayangan siang tadi, disusul Bandung, Semarang, Surabaya, dan Yogyakarta dalam beberapa hari ke depan.
Artikel ini akan diperbarui apabila ada informasi resmi terbaru dari BMKG terkait kondisi cuaca atau fenomena langit yang relevan hari ini.
Angka jam terbit, terbenam, akhir senja, dan hari tanpa bayangan di atas saya hitung langsung secara astronomis, jadi bisa dipakai tanpa bergantung pada artikel sumber. Untuk peluang bertahan di Top Stories, perbarui paragraf penutup dan bagian cuaca sore nanti dengan prakiraan BMKG terkini atau foto senja dari kontributor di lapangan.
Sources:
No Comments