Beranda Airport Bandara Tiom, Gerbang Menuju Eksotisnya Lanny Jaya

Bandara Tiom, Gerbang Menuju Eksotisnya Lanny Jaya

BERBAGI
Bandara Tiom, Gerbang Menuju Eksotisnya Lanny Jaya halo indonesia

Jakarta, Haloindonesia.co.id – Beribukota di Tiom, Kabupaten Lanny Jaya baru didirikan sekitar 12 tahun silam. Sebagai daerah yang relatif baru, tentu saja pembangunan sedang giat-giatnya dilakukan.  Untuk mencapai Lanny Jaya, dari Jakarta kita terbang ke Jayapura, lalu terbang lagi ke Wamena. Sampai di Wamena, kita melakukan perjalanan darat sekitar empat sampai lima jam menuju Tiom. Tenang, ada penerbangan dari Wamena ke Tiom, walaupun masih terbatas (penerbangan perintis).

Anda nantinya akan mendarat di Bandara Tiom. Dari atas pesawat, Anda disuguhi pemandangan alam khas Papua yang molek. Landscape hutan, pegunungan dan perkampungan mendominasi. Transportasi udara di sini sangat dibutuhkan karena untuk menopang kebutuhan transportasi yang efektif juga mudah dan cepat serta keamanannya terjaga

Bandara Tiom yang merupakan pintu gerbang Lanny Jaya yang memiliki panjang runway 700 meter x 18 meter. Sebagai gerbang udara, bandara ini sudah diterbangi oleh penerbangan perintis rute Wamene – Tiom, Tiom-Wamena seminggu sekali, dengan menggunakan pesawat caravan Susi Air yakni setiap hari Selasa. Selain penerbangan perintis, terdapat penerbangan unschedule. Untuk menambah frekuensi penerbangan, telah diusulkan penambahan penerbangan perintis dengan rute Sentani-Tiom-Sentani untuk tahun 2021.
Bandara Tiom, Gerbang Menuju Eksotisnya Lanny Jaya
“Meskipun Wamena – Tiom bisa ditempuh melalui jalur darat selama tiga jam dengan kondisi jalan 80% beraspal dan berliku, namun kehadiran bandara ini adalah sebagai bukti kehadiran pemerintah di tengah masyarakat pedalaman melalui transportasi udara guna membuka akses dan konektivitas daerah tersebut agar dapat terhubung dengan kota besar lainnya di Indonesia,”ujar Markus Roni, Kepala Bandar Udara Tiom kepada Halo Indonesia, Senin (11/5/2020).

Karena berada diketinggian dan dikelilingi oleh bukit-bukit memesona, Lanny Jaya sudah pasti menawarkan hawa yang sejuk dan kondisi alam yang masih asri. Hamparan hijau layaknya permadani itu seperti menjadi “vitamin” yang membawa kesegaran pada mata kita.
Momen matahari terbit dan terbenam tak bisa kita nikmati dari Tiom, yang memang jauh dari pantai dan wilayahnya yang berbukit-bukit. Untuk mendapatkan momen tersebut kita perlu pergi agak jauh dari ibukota Lanny Jaya itu.

Di Tiom, bangunan rumah sudah modern, tapi di beberapa desa yang saya lewati masih terdapat rumah-rumah tradisional yang disebut “honai.” Anda dapat menjumpai kegiatan bakar batu, yakni proses membakar babi dan umbi-umbian dengan menggunakan batu-batu yang dipanaskan. Tradisi bakar batu ini sekaligus menjadi ajang berkumpul para warga setempat.

Bagikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.