Beranda Frame Analisis Jerawat dengan AI Berakurasi Tinggi Lewat Effaclar Spotscan

Analisis Jerawat dengan AI Berakurasi Tinggi Lewat Effaclar Spotscan

BERBAGI
Analisis Jerawat dengan AI Berakurasi Tinggi Lewat Effaclar Spotscan

Jakarta, Haloindonesia.co.id – Survei global yang dilakukan oleh IQVIA, lembaga riset klinis internasional, pada periode 2018-2019, menemukan bahwa jerawat merupakan permasalahan kulit yang dialami oleh 9,4% masyarakat dunia. Sementara itu, menurut hasil penelitian yang dimuat dalam British Journal of Dermatology, sebanyak 46% masyarakat Indonesia memiliki masalah wajah berjerawat. Kondisi ini memang umum dialami banyak orang, tetapi bukan berarti kulit berjerawat bisa dibiarkan begitu saja tanpa perawatan.

Menurut dr. Fitria Agustina, SpKK, FINSDV, FAADV, Dermato Venereologist, mengatasi kulit berjerawat perlu dilakukan secara tepat dengan diagnosis tegak. Hindari self-diagnosed karena akan memperparah kondisi yang dialami, terlebih jika perawatan yang diberikan ternyata tidak sesuai.

“Diagnosis itu penting sekali untuk ditegakkan terlebih dahulu, karena bisa jadi yang dikira jerawat ternyata bukan jerawat. Bisa jadi itu kemerahan aja di bawah pipi, atau

peradangan pada folikel rambut.  Konsumsi obat-obatan seperti steroid atau anti depresan dalam jangka lama pun bisa  menimbulkan kondisi mirip jerawat,” ungkap dr. Fitria di acara peluncuran La Roche Posay Effaclar Spotscan di bilangan SCBD, Jakarta Selatan.

Kendala akses ke dermatology

Meski diagnosis itu penting, salah satu kendala yang dialami oleh masyarakat Indonesia adalah tidak semua memiliki akses ke dermatolog, sehingga mendorong mereka untuk mencari informasi di internet. Lebih dari 8,5 juta penderita jerawat di Indonesia mencari solusi penanganan masalah jerawat mereka secara online. Hal ini memungkinkan adanya risiko pada rekomendasi penanganan jerawat yang kurang tepat.

Kendala akses itu pula yang menjadi salah satu motivasi merek perawatan kulit dermatologi La Roche Posay dalam membawa life-changing dermatology lebih dekat bagi mereka yang memiliki permasalahan kulit. La Roche Posay pun baru-baru ini meluncurkan Effaclar Spotscan, teknologi berbasis advanced artificial intelligence yang dikembangkan bersama dermatolog dunia dengan tingkat akurasi profesional untuk memberikan analisa dan membantu konsumen di Indonesia dengan masalah jerawat lebih dekat dengan akses dan keahlian dermatolog.

Effaclar Spotscan menggunakan evaluasi GEA (Global Evaluation of Acne) yaitu skala evaluasi global yang digunakan oleh dermatolog di dunia untuk mengukur tingkat keparahan jerawat, jumlah komedo, jerawat meradang, dan noda bekas jerawat. (***)

Bagikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.