Beranda Frame ASITA Menuju 50 Tahun Membangun Pariwisata Indonesia

ASITA Menuju 50 Tahun Membangun Pariwisata Indonesia

BERBAGI

Jakarta, HALO Indonesia – Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) telah berperan aktif dalam pembangunan pariwisata Indonesia. Dalam hal peningkatan Inbound Tour ke Indonesia tidak terlepas dari peran para agen perjalanan/operator tur untuk mengembangkannya.

Peran yang dijalani oleh asosiasi bukan hanya mempromosikan dan menjual produk-produk pariwisata Indonesia antar daerah maupun keluar negeri. Asosiasi juga terus berupaya meningkatkan kapabilitas anggota di daerah agar berdaya saing tinggi.

Dalam memasarkan dan menjual produk-produk pariwisata Indonesia, ASITA menerapkan pola Marketing Mix-4P, yaitu:

1. Product. ASITA memberikan perhatian terhadap paket-paket wisata yang dibuat oleh anggota. Hal ini dilakukan agar wisatawan mancanegara (wisman) yakin dengan paket yang dibelinya dari agen perjalanan anggota ASITA tidak akan mengecewakan, baik kualitas produk maupun pelayanannya.

2. Price. Harga jual setiap obyek wisata berbeda-beda. Untuk mengurai sistem paket wisata yang dirasakan mahal oleh konsumen maka akan didorong agar harga yang ditawarkan oleh masing-masing obyek wisata di daerah bisa bersaing dengan obyek serupa atau hampir mirip di

daerah lain.

3. Place. Mendorong komitmen pemilik destinasi dan para pengelola daya

tarik wisata (atraksi) di daerah untuk meningkatkan pelayanan pariwisata agar pengunjung, baik wisatawan domestik maupun wisatawan asing, bisa merasa nyaman dan menikmatinya.

4. Promotion. Dari seluruh kegiatan ASITA dalam kurun waktu lima tahun terakhir, rekomendasi utama adalah mempertahankan dan mengembangkan kegiatan Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) yang berlevel internasional dan berlangsung setiap bulan Juni. Konsep semacam BBTF itu akan didorong dan dikembangkan di daerah-daerah lain terutama di 10 Destinasi Prioritas (10 New Bali).

Dewan Pengurus Daerah (DPD) ASITA di berbagai provinsi telah mempunyai program pasar pariwisata maupun pameran wisata setiap tahun dan telah masuk dalam Calender Event ASITA. Di masa depan program mereka juga akan didorong untuk dikembangkan seperti BBTF. Diutamakan di provinsi-provinsi yang dilayani penerbangan langsung dari luar negeri. Dan sekarang DPP ASITA sedang mempersiapkan ASITA Fair 2019, kegiatannya berlevel nasional, yang akan merangkum kegiatan-kegiatan promosi di daerah.

ASITA juga melakukan promosi bersama Kementerian Pariwisata di pasar-pasar pariwisata internasional, dan bekerja sama dengan asosiasi- asosiasi perusahaan perjalanan di mancanegara.

ASITA Action Plan 2020

ASITA Action Plan 2020 merupakan bentuk pelaksanaan Marketing Mix- 4P tersebut, terlebih lagi untuk mendatangkan wisman ke Indonesia. Apa saja yang akan dilakukan oleh ASITA?

ASITA melihat, kegiatan pasar pariwisata yang meliputi pameran pariwisata, pertemuan antara pelaku bisnis lokal dengan pelaku bisnis dari luar daerah maupun dari mancanegara di pasar pariwisata, masih efektif dilakukan.

Selain itu, kegiatan misi penjualan (sales mission) yang diisi dengan program table top akan mendukung kegiatan pasar pariwisata. Karena jumlah peserta – sellers & buyers – lebih sedikit daripada di pasar pariwisata, di misi penjualan inilah diharapkan sellers dari Indonesia bisa lebih intensif membicarakan bisnisnya.

Semua kegiatan bisnis tersebut kemudian dilanjutkan dengan Educational Tour atau Familiarization Trip (Famtrip), yakni mengundang biro perjalanan-biro perjalanan dari mancanegara datang langsung ke destinasi agar mereka dapat melihat, mengalami, dan menilai sendiri destinasi dan produk mana yang cocok dengan fokus bisnisnya. Sebab ‘Trust’ atau saling percaya masih berlaku di kalangan pelaku industri pariwisata di manapun. Menurut rencana, akan diadakan di tiga destinasi prioritas pada 2020.

Dalam setiap kegiatan promosi yang dilakukan, ASITA memperhatikan Destination, Origin, dan Time (DOT).

Branding dan advertising destinasi-destinasi pariwisata Indonesia di luar negeri yang telah dilaksanakan oleh pemerintah akan dimanfaatkan maksimal guna melakukan branding dan advertising agen perjalanan/operator tur di destinasi. Untuk memperkuat promosi dan penjualan juga akan memanfaatkan kanal-kanal media sosial dan melibatkan generasi milenial di seluruh Indonesia, khususnya di 10 Bali Baru.

Kegiatan Branding, Advertising, dan Selling (BAS) produk maupun perusahaan agen perjalanan/operator tur anggota ASITA akan dilakukan melalui paid media, own media, media sosial dan endorsement.

Di intra organisasi, ASITA akan memperkuat sumber daya manusia (SDM) dengan 3P yaitu People, Process, dan Physical Evidence. 3P ini akan dilaksanakan melalui program-program pendidikan dan latihan.

Program pendidikan dan latihan yang tengah dirancang oleh ASITA terkait dengan meningkatkan kemampuan dan memperluas wawasan (knowledge), memperbaiki sikap (attitude), memperbaharui pengetahuan anggota bagaimana memperhatikan ambience dalam memberikan pengalaman dan nilai tambah kepada wisatawan. Dan meningkatkan mutu pelayanan.

Program pendidikan dan latihan ASITA berbasis 3P itu ditujukan untuk mengembangkan kegiatan bisnis anggota, khususnya ke arah inbound tour. Dengan demikian, pemain inbound tour di Indonesia diharapkan akan bertambah.

Pada Action Plan 2020, ASITA akan lebih menaruh perhatian dalam membimbing anggota-anggota di daerah berpromosi dan meningkatkan kualitas SDM. Karena masih banyak daerah yang belum memperhatikan pariwisata dan para pelaku industri pariwisata lokal.

Fokus perhatian Dewan Pengurus Pusat (DPP) ASITA tidak hanya akan terpaku di Bali saja. Karena Bali sebagai destinasi sudah sangat maju dibandingkan daerah-daerah lain. Malah destinasi ini telah menjadi brand dan hub pariwisata Indonesia.

“Sebagai pengambil kebijakan di ASITA, Bali bukannya tidak memerlukan perhatian lagi dari kami. Sekalipun bukan dari kami yang melakukanya langsung, kami percaya, tentu ada komitmen dari pemerintah daerah di Bali yang selalu berupaya dan terus melatih para pelaku industri pariwisata lokalnya. Baik di tingkat kabupaten maupun tingkat provinsi,” kata Dr. N. Rusmiati, M.Si., Ketua Umum ASITA. Rusmiati merupakan salah seorang Talker (pembicara) di Tourism Talks Club, Sabtu (15/6/2019).

Secara keseluruhan, ASITA akan mempersiapkan situs resmi asosiasi mulai dari pusat sampai daerah. Situs resmi ini juga berfungsi sebagai saluran informasi pariwisata nasional.****

Bagikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.