Beranda Airport Bandara Bokondini Maksimalkan Pembangunan Sisi Udara

Bandara Bokondini Maksimalkan Pembangunan Sisi Udara

BERBAGI
Bandara Bokondini Maksimalkan Pembangunan Sisi Udara

Bokondini, Haloindonesia.co.id – Lokasi Bandar Udara Bokondini , terletak di wilayah Provinsi Papua, Kabupaten Tolikara, Kecamatan Bokondini, Papua. dengan luas ± 14.564 Km2. Wilayah ini sebagian besar terdiri dari pegunungan (dataran tinggi) di sebelah selatan, dan dialiri oleh beberapa sungai besar yang bermuara ke wilayah utara. Keberadaan Bandara Bokondini menjadi sangat vital bagi kehidupan masyarakat sekitar. Sebelumnya, mobilitas masyarakat Bokondini harus mengandalkan jalur darat dan udara, khususnya menuju Sentani.

“Masyarakat yang ingin ke Sentani, harus melalui jalur darat terlebih dahulu, yakni Bokondini ke Wamena, dengan ongkos sekitar Rp 150.000. Kemudian melanjutkan perjalanan ke Sentani lewat jalur udara dan harus merogoh kocek Rp 800.000. Saat ini Bandara Bokondini telah meyani penerbangan perintis langsung Bokondini-Sentani dengan  harga tiket Rp 345.000, “papar Jakfar Effendy, Kepala Bandara Bokondini kepada Redaksi Halo Indonesia, pertengahan Agustus 2021.

Bandara Bokondini Maksimalkan Pembangunan Sisi Udara
Bandara Bokondini (Halondonesiafoto)

Adapun penerbangan perintis Bokondini-Sentani dilakukan dalam seminggu sekali, setiap hari Sabtu. Dengan memakan waktu tempuh 50 menit.  Di sisi lain untuk memaksimalkan keselamatan dan keamanan penerbangan, Bandara Bokondini memproyeksikan untuk melakukan perpanjangan landasan dan overlay.

“Kami intens melakukan komunikasi dengan pihak operator, tentunya pilot ingin landasan aman untuk didarati. Jadi, fokus kami adalah memaksimalkan sisi udara supaya pendaratan mulus dan safety,” ujar Jakfar.

Oleh karena itu pihaknya terus berkoodinasi dan bersinergi dengan pemerintah pusat terkait proyeksi perpanjangan dan overlay landasan. Tak ketinggalan, komunikasi dan koordinasi juga dijalin dengan pemerintah kabupaten, khususnya terkait sosialisasi pengembangan bandara dengan masyarakat.

Bandara Bokondini Maksimalkan Pembangunan Sisi Udara
Jakfar Kepala UPBU Bokondini (Haloindonesiafoto)

“Kami juga bekerjasama dengan Dinas Perhubungan Tolikara dan bersinergi dengan Bupati, sebab mereka mengusulkan penerbangan perintis selayaknya dilakukan dalam tiga kali seminggu. Kami berharap usulan tersebut juga dapat diakomodir oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kemenhub. Pada prinsipnya kami betul-betul mengupayakan untuk membantu mempermudah aktivitas dan perekonomian masyarakat,” Jakfar menjelaskan.

Di tengah situasi pandemi, Bandara Bokondini juga tetap memaksimalkan upaya mengedukasi calon penumpang dan masyarakat sekitar agar tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan. Adapun di bandara sendiri, pemeriksaan yang dilakukan, mulai dari memastikan seluruh calon penumpang wajib menggunakan masker, cek suhu badan serta mencuci tangan. Sarana dan prasarana terkait kebutuhan tersebut pun difasilitasi oleh pihak bandara.

“Kami bekerjasama dengan pihak Puskesmas, dan intens berkoodinasi dengan Satgas COVID-19. Yang juga menjadi fokus kami adalah menjaga keamanan penerbangan sehingga kami telah mengadakan MoU dengan Polsek, Koramil dan Satgas. Di sini statusnya, setiap ada penerbangan, langsung disterilkan,”Jakfar menambahkan.
Bandara Bokondini Maksimalkan Pembangunan Sisi Udara
Personel Subsektor Bokondini juga rutin melakukan Patroli guna mengantisipasi adanya barang-barang ilegal yang masuk ke Kabupaten Tolikara, di Kawasan Bandara Bokondini.  Kegiatan patroli tersebut sudah menjadi rutinitas disetiap adanya jadwal penerbangan. Di mana hal tersebut guna mengantisipasi barang ilegal seperti miras dan sejenisnya.

Bagikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.