Beranda Airport Bandara Karubaga: Gerbang Menuju Tolikara yang Eksotis

Bandara Karubaga: Gerbang Menuju Tolikara yang Eksotis

BERBAGI
Bandara Karubaga: Gerbang Menuju Tolikara yang Eksotis
Kepala Bandara Karubaga Markus Roni

Tolikara, HALO Indonesia – Mengunjungi Distrik Karubaga,yang merupakan ibukota  Kabupaten Tolikara, kita disuguhkan keramahan adat istiadat berupa jejeran sejumlah honai atau rumah tinggal tradisional warga asli Papua,dengan ukuran berbeda, dari yang kecil, sedang, hingga besar, sesekali menyembul dari balik pepohonan rimbun. Honai itu tampak berdampingan dengan rumah beratap seng dan berdinding papan kayu.

Akses menuju Tolikara bisa ditempuh dengan menggunakan transportasi darat, yakni dari Wamena yang memerlukan  waktu tempuh selama 3 – 4 jam perjalanan dengan melewati jalan yang berliku tajam dan terjal. Namun, untuk sampai di Wamena harus melalui Bandara Sentani di Jayapura terlebih dahulu dengan menggunakan transportasi udara yang ditempuh selama 40 menit. Dengan menggunakan transportasi darat, selain memakan waktu yang cukup lama juga menjadi berputar.
Bandara Karubaga: Gerbang Menuju Tolikara yang Eksotis
Kini, sejak hadirnya Bandara Karubaga, akses menuju Tolikara juga dapat ditempuh dengan menggunakan transportasi udara langsung dari bandara sentani dengan waktu tempuh 1jam dengan demikian Keberadaan Bandara Karubaga pun mempermudah berbagai aktivitas masyarakat dan pemerintah daerah setempat.

Bandara yang dibangun di atas pegunungan itu memiliki landasan pacu 750 meter x 23 meter, sehingga hanya dapat didarati oleh pesawat tipe DHC6, carapan dan pilatus saja. Meski demikian, transportasi udara di Tolikara adalah kebutuhan vital.

Kepala Unit Pengelola Bandar Udara (UPBU) Karubaga, Markus Roni memaparkan bahwa pihaknya terus melakukan pemeliharaan dan peningkatan layanan. Adapun program yang akan direalisasi tahun 2019 ini berupa pengaspalan atau overlay runway dan apron.” Prosesnya udah dalam tahap kontrak pengerjaan,” ujar Markus Roni saat ditemui HALO Indonesia beberapa waktu lalu.

Markus menyebutkan memang pengembangan bandara sudah tidak dpt lagi dilakukan karena areal lahan yang terbatas. Ya, landasan pacu di Bandara Karubaga tidak dapat dikembangkan. Hal ini disebabkan karena di ujung landasan pacu sebelah kanan  berbatasan langsung dengan pemukiman masyarakat, dan ujung landasan pacu sebelah kiri berbatasan langsung dengan pemukiman masyarakat, Pasar Muara Giling Batu serta jurang yang dalam.

Oleh karena itu, fokus saat ini adalah pemeliharaan maupun peningkatan kualitas bandara. “Selain pengerjaan pengaspalan atau overlay, juga dilakukan pemeliharaan drainase, pemagaran dan pemeliharaan gedung terminal. Area gedung terminal termasuk areal parkir kendaraan dan perbaikan lainnya,”Markus Roni memaparkan.

Subsidi Penerbangan Perintis

Antusiasme masyarakat terhadap akses transportasi udara yang cukup tinggi dijawab pemerintah dengan adanya layanan penerbangan perintis bersubsidi. Penerbangan perintis bersubsidi tersebut dilayani oleh Maskapai Susi Air, dengan 2 korwil Wamena dan Elelim.

Bandara Karubaga: Gerbang Menuju Tolikara yang Eksotis
Bandara Karubaga

Jadwal penerbangan menuju  Wamena – Karubaga Wamena dilayani setiap hari Senin dan Selasa. Adapun untuk rute Sentani – Karubaga – Sentani dilakukan setiap Senin dan sabtu “Selain penerbangan bersubsidi tersebut juga terdapat penerbangan tidak terjadwal yang di layani beberapa maskapai diantara nya Dimonim Air, MAF, AMA, Enggang. Juga ada penerbangan khusus angkutan BBM,program 1 harga dengan rute Timika-Karubaga yang dilayani oleh pesawat Pelita Air,”Markus Roni memaparkan.

Markus Roni juga mengakui bahwa bandara sangat berdampak pada pengembangan pariwisata. Apalagi Tolikara memiliki potensi alam yang tak terbantahkan  seperti pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 mendatang, Karubaga akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan olahraga paralayang.

“Ada beberapa destinasi pariwisata luar biasa yang ada di Tolikara. Ada danau, air terjun, tempat-tempat bersejarah. Sebagai pintu gerbang Tolikara, Bandara Karubaga siap menyambut wisatawan yang dating dari dalam dan luar negri” Markus Roni menambahkan.

Bagikan

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.