Beranda Daerah Bappeda Kabupaten Sarmi Gelar Rapat Koordinasi “Bergerak Bersama untuk Percepatan Penurunan Stunting”

Bappeda Kabupaten Sarmi Gelar Rapat Koordinasi “Bergerak Bersama untuk Percepatan Penurunan Stunting”

BERBAGI
Bappeda Kabupaten Sarmi Gelar Rapat Koordinasi “Bergerak Bersama untuk Percepatan Penurunan Stunting”

Sarmi, Haloindonesia.co.id – Dalam rangka konvergensi percepatan pencegahan Stunting di Kabupaten Sarmi, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sarmi menggelar Rapat Koordinasi dengan thema “Bergerak Bersama untuk Percepatan Penurunan Stunting,” bertempat di ruang rapat Bappeda, Kamis, 13 Juli 2023.
Rapat koordinasi hari ini dibuka langsung oleh Kepala Bidang Sosbud ibu Marethe Wersemetawar sekaligus membacakan arahan Kepala Bappeda Kabupaten Sarmi.

Dalam arahan tersebut, Kepala Bappeda Kabupaten Sarmi, Frans Rumakiek, SH., pertama-tama menyampaikan terima kasih kepada Satgas Stunting dari BKKBN Provinsi Papua, ibu Lydiana Bete Taek, STP, dan juga perwakilan dari masing-masing OPD, yang hadir.
“Hal ini menunjukkan betapa pentingnya kerja kolaborasi dalam percepatan penurunan stunting,” ungkapnya.

Kepala Bappeda juga menyampaikan, bahwa tahun 2023 adalah tahun ketiga sejak Bupati Sarmi menandatangani komitmen untuk melakukan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sarmi pada tahun 2021.
“Komitmen ini menunjukkan betapa pentingnya penurunan stunting sebagai prioritas,” tegasnya.

Selain itu, Rumakiek mengatakan, Kabupaten Sarmi juga diperhadapkan dengan tantangan, bagaimana memastikan seluruh program yang alokasi anggarannya berasal dari berbagai kementerian/lembaga, pemerintah daerah, maupun dari sumber-sumber lainnya, dapat secara baik dan maksimal sampai diterima oleh rumah tangga sasaran.
Selain itu, tantangan lainnya disebutkan, adalah bahwa bagaimana program tersebut dilaksanakan, terutama kolaborasi antar program.

Menurutnya, jika kolaborasi ini bisa diwujudkan, melalui program dan kegiatan yang fokus, menyasar pada kelompok sasaran utama, ibu hamil, ibu menyusui dan anak di bawah usia dua tahun, kemudian disebut sebagai keluarga 1000 Hari Pertama Kehidupan, dan juga remaja puteri, pasangan usia subur, dan anak balita, dirinya memastikan bahwa, target penurunan stunting pada akhir tahun 2024 dapat tercapai.
Tujuan digelarnya rapat koordinasi ini, menurut Rumakiek adalah untuk memperkuat komitmen bersama untuk melakukan upaya konvergensi percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sarmi.

Ditambahkan, bahwa kegiatan hari ini yaitu melaksanakan 2 aksi sekaligus yaitu aksi 1 (Analisis Situasi Program Penurunan Stunting) dan aksi 2 yaitu Penyusunan Rencana Kegiatan.

Diketahui, sesuai undangan, kegiatan hari ini yaitu penginputan data stunting pada Aplikasi Sistemaksibangda, baru dihadiri 9 OPD, (Dinas Kesehatan, DP2KB, PU, Ketahanan Pangan, Kominfo, Pertanian, DPMK, Sosial dan Kemenag),
yang kemudian dalam kegiatan tersebut, mendapatkan pendampingan langsung dari TA Satgas Kabupaten Sarmi PPS BKKBN Provinsi Papua.

Mengakhiri arahannya, Ka Bappeda menekankan kepada semua OPD untuk memperhatikan bersama, bahwa pencegahan stunting harus dilakukan berbasis data dan sistem manajemen data yang baik untuk mengukur hasil-hasil capaian target yang telah ditetapkan, dan bagi OPD lain, yang belum hadir hari ini, diharapkan datanya sudah harus rampung sampai tanggal 15 Juli 2023.

Bagikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.