Beranda Frame Cegah Kekurangan Gizi dan Protein, OASE KIM Imbau Optimalkan Lahan Pekarangan

Cegah Kekurangan Gizi dan Protein, OASE KIM Imbau Optimalkan Lahan Pekarangan

BERBAGI
Cegah Kekurangan Gizi dan Protein, OASE KIM Imbau Optimalkan Lahan Pekarangan

Jakarta, Haloindonesia.co.id – Pengoptimalan lahan pekarangan untuk ditanami tanaman pangan yang terintegrasi dengan budidaya perikanan darat disertai dengan memelihara unggas diyakini Ketua Bidang 5 OASE KIM Ratna Mirah Arifin Tasrif dapat meningkatkan kecukupan gizi rumah tangga secara mandiri serta peningkatan ekonomi keluarga. Demikian benang merah sambutan Ratna Mirah Tasrif saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) P2L dan Budikdamber Ikan Lele dan UMI di PPSDM Migas Cepu, Senin (11/12) pagi.

“Kami dari OASE KIM mengimbau agar setiap rumah dapat mengoptimalkan lahan pekarangannya untuk menanam tanaman pangan dan terintegrasi dengan peternakan ramah lingkungan sehingga dapat mewujudkan kecukupan gizi rumah tangga secara mandiri dan meningkatkan taraf ekonomi keluarga,” kata Ratna.

Pengotimalan pemanfaatan lahan tersebut diharapkan tidak lagi terjadi kejadian kekurangan gizi dan asupan protein, lanjut Ratna.

Guna mendukung pengoptimalan lahan pekarangan guna mencegah kekurangan gizi dan protein tersebut Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE KIM) menyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) P2L dan Budidaya Ikan dalam Embee (budikdamber) ikan lele dan UMI.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk mendukung program pemerintah pada upaya penanganan rawan dengan prioritas untuk mencukupi kebutuan kebutuhan gizi dalam mencegah stunting,” kata Ratna.

Kegiatan Bimtek diikuti 200 peserta dari Kabupaten Blora dan 50 peserta dari Kabupaten Bojonegaro yang terdiri dari masyarakat sekitar PPSDM Migas, Kader PKK, Karang Taruna dan kader Posyandu.

“Peserta Bimtek akan diberikan penjelasan dan ketrampilan terkait bagaimana memanfaatkan secara optimal pekarangan rumah sebagai sumber pangan berupa tanaman konsumsi dan integrasinya dengan perikanan darat, yaitu budikdamber ikan lele. Selain itu diberikan juga terkait pembiayaan usaha ultra mikro,” jelas Ratna.

Untuk mengaplikasikannya secara langsung usai bimtek, para peserta pelatihan akan dibekali dengan bibit tanaman, budikdamber ikan lele dan ayam untuk dibawa pulang ke lingkungan masing-masing sehingga diharapkan ilmu dan keterampilan yang didapat dapat langsung diaplikasikannya.

Bagikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.