Beranda Hot News Evaluasi Standard Operational Procedure dalam Manajemen Konstruksi Wajib Dilakukan

Evaluasi Standard Operational Procedure dalam Manajemen Konstruksi Wajib Dilakukan

BERBAGI

SEMARANG, HaloIndonesia – Menyusul keputusan penghentian sementara pembangunan proyek konstruksi melayang (elevated) selama kurang lebih dua pekan, menuntut para kontraktor kembali melakukan evaluasi terhadap manajemen konstruksi pada proyek yang sedang berjalan yaitu light rapid transit (LRT) di Jakarta, Jabodetabek, dan Palembang dan juga proyek mass rapid transit (MRT) di Jakarta. Untuk itu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan perlu dilakukan evaluasi dari SOP (standard Operational Procedure) yang sudah ada, baik dari segi material, maupun manajemen. Hal tersebut dikatakan Menhub, Budi Karya Sumadi saat berbicara dengan awak media, Kamis (22/2).

“Yang akan kita lakukan adalah melihat lagi apakah mereka sesuai dengan SOP atau prosedur, setelah itu bagaimana pengawasan SOP bekerja dengan baik. Nah kalau kita lihat project itu sudah ada SOP atau prosedur, diajukan lagi, kita lihat benar bagaimana diawasi. Kalau belum punya prosedur, harus merubah prosedur itu. SOP nya harus dirubah sesuai dengan ketentuan keselamatan, baru diajukan dan di evaluasi. Jadi untuk proyek-proyek yang sudah ada prosedur mustinya lebih cepat,” ujar Budi Karya.

SOP yang diutamakan untuk ditinjau dan dievaluasi khususnya untuk tenaga kerja yang bekerja di dalam proyek pembangunan infrastruktur transportasi, baik dari jam kerja sampai dengan penyediaan fasilitas untuk beristirahat.

“Dalam satu kaidah keselamatan yang baik, orang yang bekerja dengan pekerjaan berat harus disediakan tempat istirahat yang baik juga. Apakah bedeng, bedengnya seperti apa, bahkan mungkin kalau tingkat kesulitan susah seperti operator musti disediakan hotel dengan kondisi tertentu supaya bisa tidur lelap,” tambah Menhub Budi Karya.

Direktur PT Adhi Karya Indonesia Budi Harto akan ditugaskan mencari tim konsultan untuk melakukan proses evaluasi pada pembangunan infrastruktur transportasi yang berjalan, baik proyek LRT dan MRT. Konsultan yang akan dipilih berasal dari luar negeri yang memang sudah memiliki pengalaman.

“Makanya nanti PT Adhi Karya Indonesia, direktur utamanya kita tugaskan untuk mencari konsultan. Memang karena proyek-proyek elevated ini merupakan proyek baru yang ada di Indonesia, konsultan yang kita harapkan itu adalah foreign consultant. Konsultan dari luar yang memang mereka berpengalaman. Mustinya dari hari ini mereka sudah mulai kerja,” tambah Menteri Perhubungan.

Pada akhirnya, evaluasi ini dilaksanakan untuk mendukung keselamatan dalam proses pembangunan, meminimalisir kecelakaan kerja yang dikhawatirkan terjadi. (LNM/TH/LP/BI)

Bagikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.