Beranda Food & Resto Menikmati Racikan Jamu di Ruangan Modern

Menikmati Racikan Jamu di Ruangan Modern

BERBAGI
Menikmati Racikan Jamu di Ruangan Modern

Jakarta, Haloindonesia.co.id – Tidak perlu lagi minum jamu karena di kawasan Kota Tua, Jakarta ada kafe jamu. Di sini bisa nongkrong. sambil menikmati racikan jamu berkhasiat. Nama kafe ini Acaraki, lokasinya ada di Gedung Kertaniaga, persis di sebelah Museum Fatahillah kawasan Kota Tua Jakarta.

Tak seperti kafe kekinian yang menawarkan kopi dan makanan modern sebagai hidangan andalan, Acaraki justru mencoba menyuguhkan jamu. Ya, minuman tradisional khas Jawa ini dihadirkan dengan konsep modern tanpa menghilangkan komposisi dan khasiat aslinya.

Acaraki sendiri adalah sebutan atau gelar yang disematkan pada orang yang ahli meracik jamu. Profesi herbalis ini sudah digunakan sejak era Majapahit kuno. Nama ini yang coba dipopulerkan kembali, mengingat saat ini banyak millenial yang memandang jamu sebagai minuman kuno.

Coba menyambangi kafe nyentrik ini sore hari di akhir pekan. Rupanya ada banyak anak muda duduk santai di kafe berkonsep modern vintage ini sambil menikmati segelas kunyit asam atau beras kencur. Pemandangan yang unik.

Telihat jelas, pemilik kafe memang mau menghadirkan pengalaman minum jamu yang berbeda dari biasanya. Jamu diseduh dengan teknik dan alat yang biasa digunakan untuk membuat kopi manual brew.

Dengan ramah, pelayan menjelaskan pada kami beberapa menu jamu andalan di kafe ini. Minuman yang pertama dibuat adalah Saranti (Rp 25 ribu). Minuman ini diracik dari campuran beras kencur yang diseduh dengan alat rok espresso lalu dicampur dengan susu, gula dan krimer. Minuman ini bisa disajikan panas atau dingin, tapi kami memilihnya yang versi dingin lengkap dengan es batu.

Sluurp! Aroma dan rasa khas beras kencur terasa jadi creamy karena campuran susu dan krimer. Teksturnya agak kental dengan tingkat kemanisan yang pas. Jamu yang ini bisa dikatakan jamu modern dan bisa jadi pilihan buat yang tidak terlalu suka minum beras kencur.

Selanjutnya pelayan meracik jamu kedua yakni Kunyit Asem Tubruk (Rp 20 ribu). Jamu ini dibuat dari kunyit Wonogiri dan asem dari Solo dan Flores, keduanya sudah dalam bentuk kering. Untuk membuat kunyit asem tubruk ini setidaknya dibutuhkan 20 gram kunyit asem yang masih dalam bentuk cacah kasar. Sebelum diseduh, kunyit asem lebih dulu digiling dengan alat grinder yang biasa dipakai untuk menggiling biji kopi.

Setelah halus, bubuk kunyit asem dimasukkan dalam gelas french press, lagi-lagi alat ini juga familiar ditemukan di coffee shop. Secara perlahan, air hangat dituangkan dalam gelas ini hingga jamu larut. Kamu harus menunggu setidaknya 4 menit sebelum menekan tuas pada tutup gelas yang berfungsi sebagai penyaring ini. Aroma khas kunyit langsung tercium kuat dengan semilir wangi asam yang tercium tipis. Jamu berwarna kuning ini ternyata punya rasa yang ramah di lidah lho. Tidak langu dan tidak getir di lidah.

Rasa asamnya juga cukup dominan dan memberi kesan segar di mulut. Bukan hanya enak, kunyit asam juga mengandung banyak khasiat mulai dari menyembuhkan maag hingga mengurangi nyeri haid.Kami menyarankan untuk menikmatinya dalam versi original, namun kalau mau lebih manis bisa tambahkan gula pasir yang memang disediakan secara terpisah

Dutch Jamu

Sebagai teman minum jamu, kafe ini juga menyediakan berbagai kudapan. Ada Sus Isi Vla dan Fried Bread yang masing-masing dibanderol dengan harga Rp 15 ribu. Jangan harap bisa menemukan makanan berat di sini karena kafe ini memang ingin menonjolkan jamu sebagai menu andalan.

Mau yang lebih nendang? Ada juga Dutch Jamu atau kalau versi kopi dikenal dengan cold brew. Jamu ini diseduh dengan air dingin menggunakan teknik tetes selama 8 jam, persis seperti membuat kopi cold brew.

Ini juga termasuk menu yang banyak diburu karena dalam sehari hanya ada 2 porsi saja untuk Beras Kencur dan Kunyit Asam. Sayangnya kami belum beruntung mencicip keduanya. Sebagai saran, jangan sungkan untuk bertanya pada pelayan soal jamu yang akan dipesan. Pelayan di sini cukup informatif dan terlihat senang berbagi pengetahuan tentang jamu.

Bagikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.