Beranda Digistyle Industri Merchandise Lokal, Perkuat Sektor Parekraf Indonesia

Industri Merchandise Lokal, Perkuat Sektor Parekraf Indonesia

BERBAGI
Industri Merchandise Lokal, Perkuat Sektor Parekraf Indonesia

Jakarta, Hloindonesia.co.id – Saat berlibur ke suatu daerah, biasanya kita secara otomatis membeli berbagai macam makanan kering untuk oleh-oleh keluarga atau rekan kerja di kantor. Padahal, tidak ada salahnya Sobat Parekraf membeli baju dan berbagai produk fesyen sebagai suvenir.

Sama halnya dengan makanan, baju dan berbagai produk fesyen lainnya menjadi salah satu produk industri kreatif yang berperan penting dalam mengenalkan pariwisata Indonesia secara luas. Hal ini tentu saja berkat banyaknya pilihan desain-desain unik dan berciri khas yang menjadi daya tarik produk-produk kreatif tersebut.

Kabar baiknya, saat ini banyak daerah di Indonesia yang memiliki produk fesyen lokal sendiri. Tak sekadar “jualan baju”, setiap industri lokal dalam bentuk berbagai merchandise di berbagai daerah menawarkan desain unik, serta tetap menonjolkan ciri khas budaya asli daerah tersebut.

Selengkapnya, berikut industri merchandise lokal yang terkenal dengan keunikannya:

Dagadu Jogja

Kalau liburan ke Yogyakarta, biasanya kita akan langsung memborong bakpia maupun gudeg. Padahal, tidak ada salahnya membeli baju dari Dagadu Jogja sebagai suvenir, lo!

Sebagai industri kreatif asli Yogyakarta, tentu tidak heran jika hampir sebagian besar desain kaus Dagadu kental dengan ikon-ikon kota Yogyakarta. Mulai dari ilustrasi Tugu Jogja, Taman Sari, dan Kraton Yogyakarta. Uniknya lagi, Dagadu Jogja juga memiliki desain visual dengan tambahan kalimat bahasa Jawa nyentrik yang sangat menggambarkan Kota Yogyakarta.

Klamben Solo

Selanjutnya adalah Klamben Solo, industri kreatif lokal yang terkenal dengan desain kaus yang autentik. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya koleksi desain kaus yang “Solo banget”. Baik itu menggunakan motif batik, wayang, maupun aksara Jawa.

Adanya potensi warisan budaya yang sangat njawani, menjadi awal mula lahirnya Klamben Solo pada 2006 silam. Diharapkan, banyaknya desain baju dengan desain autentik khas Solo bisa menjadi langkah awal mengenalkan Solo sebagai kota budaya dan kota wisata.

Joger

Liburan ke Bali kurang lengkap kalau tidak membeli baju Joger. Berbeda dengan oleh-oleh produk fesyen pada umumnya, Joger terkenal dengan desain kata-kata yang nyentrik. Itu mengapa, sampai saat ini Joger masih dikenal sebagai “Pabrik Kata-Kata”.

Selain kaus, industri merchandise lokal yang terkenal dengan tagline “Joger Jelek” ini juga menjual berbagai produk fesyen yang tak kalah unik dan menarik. Baik itu tas, dompet, sandal, sepatu, jam tangan, dan berbagai cinderamata khas Bali lainnya.

C59 Bandung

Industri merchandise lokal yang tidak kalah unik lainnya berasal dari Bandung, yaitu C59. Sudah berdiri sejak 1980, C59 menjadi salah satu industri merchandise legendaris asal Bandung. Tidak main-main, bahkan diperkirakan sudah ada 60 outlet yang tersebar di berbagai negara. Di antaranya Polandia, Ceko, Australia, Jerman, hingga USA.

Sebagai salah satu pelopor industri clothing di Indonesia, C59 punya desain berkarakter dan trendi. Salah satu keunikannya adalah seluruh desain kaus dari C59 tidak memiliki sambungan pada bagian kiri dan kanannya. Selain kaus, C59 Bandung juga punya koleksi celana denim, topi, maupun jaket yang cocok dijadikan oleh-oleh.

Nyenyes

Selain pempek, Palembang juga terkenal dengan produk lokal yang unik dan kreatif. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya industri merchandise lokal yang hampir selalu menjadi incaran wisatawan. Salah satu yang paling banyak diminati adalah Nyenyes.
Nyenyes atau berarti “cerewet” dalam bahasa Palembang, merupakan industri kreatif lokal yang terkenal dengan desain kaus yang unik. Pasalnya, hampir seluruh desain produk fesyen Nyenyes menggunakan gambar-gambar yang identik dengan Palembang. Seperti Jembatan Ampera, Pulau Kemaro, maupun ikan dan pempek.

Menariknya, produk fesyen dari Nyenyes juga memiliki koleksi kaus dengan perpaduan motif kain songket. Tentu saja, modifikasi kain tenun tradisional dengan pakaian modern akan menjadi daya tarik wisatawan yang berkunjung.

Bagikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.