Beranda Education Jawaban Menohok Sri Mulyani Soal Sekolah dan Kuliah Gratis: Bisa Diberikan Jika...

Jawaban Menohok Sri Mulyani Soal Sekolah dan Kuliah Gratis: Bisa Diberikan Jika Masyarakat Bayar Pajak Lebih Besar!

BERBAGI
Jawaban Menohok Sri Mulyani Soal Sekolah dan Kuliah Gratis: Bisa Diberikan Jika Masyarakat Bayar Pajak Lebih Besar!

Jakarta, Haloindonesia.co.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjelaskan alasan mengapa biaya kuliah di Indonesia belum bisa digratiskan. Menurutnya, Nordik Country mampu menerapkan pendidikan gratis hingga tingkat perguruan tinggi karena memiliki kebijakan pajak yang sangat tinggi.

Namun, ia menegaskan bahwa tidak ada yang benar-benar gratis di dunia ini, karena selalu ada pihak yang harus menanggung biaya, salah satunya melalui pajak.

“Tidak ada negara di dunia yang menerapkan pendidikan gratis tanpa membebankan masyarakat, negara pasti akan mematok beban besar untuk memberikan pelayanan gratis ke masyarakatnya,” ungkap Menkeu Sri Mulyani dilansir melalui keterangan resmi, pada Jum’at (31/5/2024).

Menkeu menjelaskan soal negara-negara Nordik yaitu yang mencakup Finlandia, Islandia, Norwegia, Swedia, dan Denmark, terletak di kawasan utara Eropa. Sementara itu, di Indonesia, pendapatan dari pajak belum mencukupi untuk menutupi biaya pendidikan gratis.

“Saya sebagai Menteri Keuangan sering dapat komentar untuk bisa seperti negara Nordik, bebas biaya pendidikan dari lahir hingga perguruan tinggi. Tapi, itu karena pajak di sana bisa sampai 70 persen dari pendapatan mereka,” tegasnya.

Oleh karena itu, Sri Mulyani menyatakan bahwa untuk membangun jaring pengaman sosial yang kuat seperti di negara-negara Nordik, termasuk program sekolah dan kuliah gratis, masyarakat harus siap membayar pajak lebih tinggi. Sebab, jika mengikuti konsep liberal seperti di Amerika Serikat, biaya kuliah tetap mahal.

“Aku pernah punya teman di Bank Dunia, dia dari Finlandia. Saya tanya, how much tax you pay? Oh, around 70 persen. Jadi kalau kamu dapet US$ 100 ribu, kamu cuma dapet US$ 30 ribu? Iya. That’s not punishable for you? Enggak juga, tapi anak-anak saya semuanya masuk sampai perguruan tinggi,” ungkapnya.

“Orang anggap itu semuanya gratis, enggak ada yang bayar? di dunia enggak ada yang gratis, pasti ada yang bayar. Dalam hal ini, if you want to create social safety net seperti di Nordic Country, then you have to prepare for a very big high income tax,” sambungnya.

Sri Mulyani menyatakan bahwa intinya untuk menerapkan kebijakan pendidikan gratis, perlu disertai dengan penerapan tarif pajak yang sangat tinggi di Indonesia.

(HES)

Bagikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.