Beranda Frame Kemenhub Berharap Uji Coba Taksi Terbang di IKN Tak Ganggu Jalur Udara...

Kemenhub Berharap Uji Coba Taksi Terbang di IKN Tak Ganggu Jalur Udara Pesawat

BERBAGI
Kemenhub Berharap Uji Coba Taksi Terbang di IKN Tak Ganggu Jalur Udara Pesawat

Papua, Haloindonesia.co.id – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyetujui rencana uji coba taksi terbang di IKN dengan syarat tidak mengganggu ruang udara penerbangan komersial.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Sigit Hani Hadiyanto berharap rencana uji coba transportasi taksi terbang di Ibu Kota Nusantara (IKN), tak mengganggu jalur atau ruang udara pesawat.

“Jadi, pihak penyedia atau apapun operatornya kalau dengan konsep yang tentunya masih menggunakan ruang udara yang tidak bersinggungan dengan ruang udara untuk pesawat udara berawak itu bisa dilakukan,” ujar Sigit, Rabu (3/7/2024).

Ia menjelaskan, secara prinsip taksi udara termasuk dalam wahana udara tidak berawak (urban air mobility/UAM). Sehingga, mekanisme penerbangannya bersifat terpisah (segregated) dengan ruang udara pesawat konvensional.

Kendati demikian, perlu dilakukan kajian lanjutan mengenai operasional taksi terbang karena konsep tersebut masih dicermati di seluruh dunia.

“ICAO (Organisasi Penerbangan Sipil Internasional/International Civil Aviation Organization) sebagai penjuru regulasi penerbangan juga masih melakukan kajian-kajian mengenai hal itu. Jadi, kita juga merujuk kepada hal tersebut,” jelas Sigit.

Penggunaan taksi terbang di IKN nantinya juga akan membutuhkan izin operasional karena hal tersebut serupa dengan penggunaan pesawat tanpa awak yang juga membutuhkan izin dan tidak dapat dilakukan di sembarang ruang udara.

Diharapkan adanya kesiapan dari operator untuk berkoordinasi secara baik dengan bandara setempat maupun penyedia layanan navigasi sehingga nantinya tidak mengganggu ruang udara.

“Kemudian izin akan diberikan, kalau memang semua aspek itu dipandang sudah memenuhi persyaratan yang berlaku dan juga ‘safety assessment‘ yang berlaku,” pungkas Sigit. (ARS)

Bagikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.