Beranda Frame Kemensos Berikan Berbagai Bantuan untuk Keluarga Pra-Sejahtera

Kemensos Berikan Berbagai Bantuan untuk Keluarga Pra-Sejahtera

BERBAGI
Kemensos Berikan Berbagai Bantuan untuk Keluarga Pra-Sejahtera
Manggarai Timur, Haloindonesia.co.id – Duka masih menyelimuti keluarga almarhumah Rosalia Bombol, warga Desa Pong Ruan, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur yang meninggal setelah berjuang melawan penyakit lumpuh dan gangguan penglihatan   selama 15 tahun. Kondisi keluarga pra-sejahtera menyebabkan Rosalia tidak sempat dibawa ke rumah sakit.  Mengetahui hal tersebut, Kementerian Sosial melalui Sentra Efata Kupang memberikan berbagai dukungan seperti psikososial  bagi keluarga yang ditinggalkan, bantuan ATENSI dan santunan untuk meringankan beban keluarga Rosalia.
 
“Keluarga Rosalia sebenarnya telah mendapatkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako dari Kementerian Sosial. Akan tetapi, bantuan tersebut hanya cukup untuk hidup sehari-hari karena penghasilan mereka pun tidak menentu,” kata Silvanus Jeharum, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang mendampingi keluarga almarhumah Rosalia.
 
Kini di rumah almarhumah Rosalia, tinggal suaminya Selfus Tundur (58). Rumah tersebut berdinding potongan pohon lontar, lantainya dari tanah dan atapnya dari seng yang sudah usang. Tinggal pula menantunya Maria Goreto Oni dengan anaknya yang berumur dua tahun. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Maria Gareto menjadi buruh tani serabutan yang upahnya Rp 30.000 per hari. Selain itu Selfus tundur mengandalkan kiriman uang dari anaknya yang menjadi buruh perkebunan sawit di Kalimantan.
 
Mengetahui kisah almarhumah Rosalia dan suaminya Selfus Tundur, Kementerian Sosial tak tinggal diam. Tim dari Sentra Efata Kupang terjun langsung ke lapangan  untuk memberikan  berbagai bantuan. Selain bantuan psikososial, Sentra Efata Kupang juga menyerahkan uang duka, bantuan ATENSI berupa bahan pokok dan berbagai kebutuhan sehari-hari keluarga Selfus Tundur.
 
Saat tim Sentra Efata Kupang menemui langsung keluarga Selfus Tundur, ternyata perubahan data keluarganya pun belum diurus ke pemerintah desa setempat.   Petugas Sentra Efata pun segera membantu koordinasi dengan pemerintah setempat untuk pembuatan kartu keluarga yang baru.
 
Silvanus menjelaskan keluarga Selfus Tundur merupakan salah satu keluarga dengan kondisi kemiskinan ekstrem di Desa Pong Ruan, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur. Kemiskinan sulit diatasi bagi keluarga Selfus Tundur maupun keluarga lainnya karena beratnya medan menuju desa tersebut serta akses transportasi yang sangat terbatas. Akibatnya, hasil pertanian masyarakat sulit dijual karena biaya transportasinya sangat mahal. Sebaliknya barang kebutuhan pokok sehari-hari yang didatangkan dari daerah lain, menjadi mahal karena terbentur tingginya biaya transportasi.
 
Selain akses yang sulit, Desa Pong Ruan juga menghadapi kesulitan air bersih. Kesulitan ini dialami hampir semua penduduk desa. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, warga harus berjalan kaki sekitar satu kilometer dan kualitas airnya pun tidak terlalu baik. 
 
Melihat kondisi seperti ini, Kementerian Sosial melalui Sentra Efata Kupang akan melakukan observasi dan koordinasi dengan aparat pemerintah desa setempat mengenai kebutuhan yang diperlukan masyarakat. Observasi dan koordinasi ini penting untuk mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Kementerian Sosial menginginkan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat bisa segera diatasi dan masyarakat perlahan-lahan meningkat tingkat kesejahteraannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.