Beranda Airport Komitmen Bandara Maratua Jadi Daya Dorong Sektor Pariwisata

Komitmen Bandara Maratua Jadi Daya Dorong Sektor Pariwisata

BERBAGI
Komitmen Bandara Maratua Jadi Daya Dorong Sektor Pariwisata

Berau, Haloindonesia.co.id – Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki tantangan tersendiri dalam menjalin konektifitas dan aksesibilitas antar wilayah, terutama untuk wilayah Daerah Terdepan,Terpencil dan Tertinggal (3T). Untuk itu, moda transportasi angkutan udara menjadi pilihan tepat dalam menghadirkan konektifitas antar daerah.

Peran bandara tidak hanya berfungsi merajut konektifitas, tetapi juga sebagai jendela, etalase, dan bahkan mendukung kedaulatan sebuah negara. Salah satu, peran tersebut berada di pundak Bandara Maratua, yang berada di pulau terluar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kepala Bandar Udara Maratua Zaldi Ardian, menyatakan, berbicara peran penting bandara tidak terlepas dari tolak ukur meningkatnya pertumbuhan suatu daerah. “Ini dapat dilihat dari bertambahnya rute penerbangan yang dilayani. Di Bandara Maratua sudah ada pertambahan rute penerbangan dari sebelumnya,” ujarZaldi, kepada Halo Indonesia, beberapa waktu lalu.

Saat ini, Zaldi menambahkan, Bandara Maratua melayani penerbangan perintis dengan rute ke Tarakan, Berau, dan Samarinda yang dilakukan maskapai Susi Air. “Sebelumnya, sejak 2017 ada penerbangan long term charter selama 1 tahun dengan menggunakan pesawat jenis ATR yang di charter oleh 3 resort di Maratua. Akan tetapi saat ini terhenti karena dampak adanya pandemi Covid-19,” jelas dia.

Penumpang Tumbuh Positif

Zaldi menambahkan, seiring dengan kondisi pandemi Covid-19 yang semakin membaik maka demand terhadap angkutan udara di Bandara Maratua mengalami pertumbuhan yang positif. “Sebelumnya, pandemi Covid-19 berdampak pada pengurangan demand pengguna jasa angkutan udara sejak 2020 hingga September 2021. Sejak September 2021 hingga saat ini, Bandara Maratua kembali menggeliat dengan pertumbuhan yang positif,” ujar dia.

Sabagai contoh, untuk rute dari dan ke Berau dan Tarakan sebelumnya rata-rata tingkat isian sekitar 10%, sedangkan untuk rute dari dan ke Samarinda sebelumnya rata-rata tingkat isian sekitar 58%. “Saat ini, tingkat isian untuk rute Berau dan Tarakan sudah berada di kisaran 35%, untuk rute Samarinda sudah mencapai 95%. Bandara Maratua melayani penerbangan perintis 4 kali penerbangan per minggu, yaitu 1 kali seminggu Maratua-Tarakan pp, 1 kali seminggu Maratua-Berau pp, dan 2 kali seminggu Maratua-Samarinda pp,” tutur Zaldi.

Peningkatan Mutu Pelayanan

Melayani penerbangan perintis bukan halangan bagi Bandara Maratua untuk menunjukkan eksistensinya. Berbagai upaya untuk meningkatkan mutu pelayanan menjadi komitmen Zaldi dalam mendukung kemajuan pariwisata di Maratua. “Kami terus mengoptimalkan peningkatan layanan dengan terus berbenah untuk memenuhi Standar Pelayanan sebagaimana diatur dalam PM 178 tahun 2015,” tegas Zaldi.

Menurut Zaldi, pihaknya telah melakukan kordinasi dengan Pemda dan Stakeholder di bidang Pariwisata agar Bandara Maratua dapat dilayani penerbangan regular (berjadwal). Pasalnya, Bandara Maratua memiliki runway dengan dimensi panjang 1.600 X 30 meter. “Akan tetapi, maskapai masih ragu terhadap demand penumpang, lebih lagi periode 2020 sampai akhir 2021 terdampak Pandemi Covid. Jika ada keraguan terhadap demand, kami telah menyarankan maskapai untuk melakukan survey terhadap okupansi penginapan di Maratua yang sudah kembali menggeliat,” jelas Zaldi.

Saat ini setelah Pandemi Covid melandai, kami mencoba berkoordinasi kembali dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Malinau dan beberapa resort untuk menghadirkan penerbangan regular. “Hal ini kami lakukan untuk menilai komitmen bersama dalam menghadirkan wisatawan agar penerbangan reguler dapat terwujud. Tetapi, kami menyadari dampak pandemi Covid-19 bagi resort pemulihannya cukup lama bagi sektor pariwisata,” ucap Zaldi.

Pengembangan Bandara Maratua

Pandemi Covid-19 mempengaruhi segala aspek kehidupan, tak terkecuali dengan geliat mobilitas orang dan barang melalui transportasi udara.

“Kami coba untuk realistis terhadap kondisi yang ditimbulkan akibat dampak pandemi Covid-19 terhadap pengembangan Bandara Maratua. Sejak 2020 hingga 2022, kami belum berpikir untuk pengembangan Bandara Maratua. Pengembangan lebih baik direncanakan seiring dengan pertumbuhan demand, saat ini masih banyak slot time yang belum dimanfaatkan setiap harinya dan fasilitas pokok runway juga masih belum dimanfaatkan maksimal (dengan penerbangan ATR 72 reguler). Jika semua itu sudah dimanfaatkan maksimal dan terdapat trend peningkatan demand, barulah kita merencanakan pengembangan,” terang Zaldi.

Untuk itu, menurut Zaldi, sangat penting untuk melakukan kolaborasi dan sinergi dari semua stakeholder penerbangan dan pemerintah daerah. Kolabrasi dan sinergi menjadi hal yang sangat penting dalam mewujudkan kekompakan.

“Untuk internal, setiap personil diarahkan untuk sadar peran masing-masing secara individu dan memiliki kesadaran dan kepedulian untuk saling membantu, saling mengisi, dan bersinergi dalam tugas sehingga mutu pelayanan dapat dijaga. Kekompakan adalah memiliki kesadaran dan kepedulian untuk saling membantu, saling mengisi dan bersinergi sehingga output yang dihasilkan oleh tim dapat lebih besar dari output individual,” ucap dia.

Dalam memikul amanah tugas, Zaldi menyatakan, terkadang kita memiliki banyak mimpi besar untuk mencapai sesuatu, tetapi masing-masing membutuhkan waktu untuk mencapainya. Setidaknya apa yang kita lakukan setiap waktu harus lebih baik dari sebelumnya sesuai dengan kemampuan” imbuhnya.

Harapannya adalah Bandara Maratua dapat selalu memberikan nilai manfaat bagi pengguna jasa dan masyarakat di sekitarnya. “Dengan adanya mobilitas orang dan barang, mudah-mudahan Bandara Maratua dapat mendukung kemajuan ekonomi dan kesejahteraan, khususnya untuk sektor pariwisata di Maratua,” pungkas Zaldi. (***)

Bagikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.