Beranda Airport Koordinasi dan Sinergi Tingkatkan Pelayanan Bandara Juwata Tarakan

Koordinasi dan Sinergi Tingkatkan Pelayanan Bandara Juwata Tarakan

BERBAGI
Koordinasi dan Sinergi Tingkatkan Pelayanan Bandara Juwata Tarakan

Tarakan, Haloindonesia.co.idKalimantan Utara (Kaltara) menjadi salah satu provinsi yang memegang peran strategis dalam wilayah kesatuan negara Repbulik Indonesia. Kaltara merupakan provinsi yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia, tepatnya dengan Bagian Sabah dan Serawak, Malaysia.

Di sisi lain, Kaltara memiliki kekayaan sumber daya alam berupa barang tambang batu bara. Potensi batubara dengan cadangan terbukti 105.000.000 ton yang tersebar di Kecamatan Nunukan, Sebuku, Sembakung dan Sebatik.

Adapun untuk komoditas perkebunan, lebih banyak didominasi oleh kelapa sawit, disusul dengan kelapa dan kakao. Komoditas sawit dan kakao memiliki keunggulan karena didukung oleh luas areal perkebunan yang memadai.

Dengan potensi yang dimilikinya, Kaltara memiliki daya tarik tersendiri bagi banyak orang untuk datang. Tentunya, untuk mendukung mobilitas orang yang datang dan pergi di Kaltara peran bandar udara (bandara) sangat penting, seperti Bandar Udara Internasional Juwata (Bandara Juwata), Tarakan, Kaltara.

Bandara Juwata merupakan salah satu satuan kerja di bawah Kementerian Perhubungan (Kemenhub), menjadi salah satu prasarana transportasi utama di Kaltara. Unit Pengelola Bandar Udara (UPBU) Juwata secara berkesinambungan terus berupaya mengembangkan kapasitasnya, untuk memenuhi kebutuhan transportasi, serta menyokong pertumbuhan ekonomi anak negeri.

Kaltara sendiri merupakan kawasan penghubung (hub) yang memiliki fungsi distribusi sekaligus merupakan wilayah transit, dalam konteks pergerakan arus lalu lintas moda transportasi dengan tujuan pemasaran. Hal tersebut menempatkan Bandara Juwata sebagai gerbang masuk baik bagi masyarakat maupun wisatawan asing dan domestik, serta sebagai penunjang arus logistik di wilayah Kaltara.

Butuh SDM Teknik

Setelah diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo pada Maret 2016 silam, terminal baru Bandara Juwata memiliki luas 12.440 m2, dengan panjang runway 2.250 meter. Bandara yang berjarak sekitar 3 km dari pusat kota ini terus meningkatkan kapasitas melalui pengembangan fisik. Salah satu target utama pengembangan kapasitas Bandara Juwata adalah perpanjangan runway dari existing 2250 m menjadi 2500 m.

Joni Andri, SE, MM., Kepala Bidang teknik dan Operasi Bandara Internasional Juwata Tarakan, mengatakan, dalam memberikan pelayanan di Bandara Juwata Tarakan selalu mengacu dan menjalankan regulasi Kemenhub. “Bandara harus melayani dan memberikan jasa kebandarudaraan, seperti memberikan pelayanan terbaik kepada penumpang dan operasional maskapai,” jelas Joni, kepada Halo Indonesia, di Bandara Juwata Tarakan, Kaltara, beberapa waktu lalu.

Untuk itu, menurut Joni, membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki profesionalisme, khususnya SDM Teknik. “Hal ini untuk memberikan pelayanan kepada operasional maskapai. Kami terus mengasah SDM tersebut dengan memberikan pendidikan dan pelatihan,” tegas dia.

Dia menambahkan, SDM teknik akan merawat fasilitas yang dimiliki Bandara Juwata Tarakan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi operasional maskapai. “Kompetensi SDM teknik harus  terus ditingkatkan untuk menjaga dan menjamin fasilitas terjaga dengan baik sehingga operasional maskapai dapat berjalan dengan baik,” terang Joni.

Pengembangan Infrastuktur

Dalam mengembangkan infrastruktur, menurut dia, harus melihat kepada master plan yang sudah ditetapkan. “Master plan yang baru terbut pada Desember 2021 yang merupakan revisi dari 2011 untuk menyesuaikan dengan kondisi yang ada Bandara Juwata Tarakan,” kata Joni.

Artinya, dia menambahkan, pembangunan dan pengembangan bandara harus sejalan dengan penambahan jumlah pengguna jasa kebandarudaraan, seperti pergerakan penumpang dan maskapai. “Diantaranya peningkatan kapasitas terminal di sisi darat dan juga air side seperti perawata dan perpanjangan runway dari panjang 2.250 meter menjadi 2.500 meter untuk tahap pertama,” jelasnya.

Untuk pergerakan lalu lintas penerbangan, Bandaa Juwata Tarakan melayani sekitar 9 penerbangan per jam (6 penerbangan regular dan 3 non-reguler) dengan take off 11 penerbangan dan landing 11 penerbangan. “Untuk run way dapat melayani dari barat dan ke barat. Sebab ke arah timur masih obstacle dengan adanya berbukitan,” kata Joni.

Terkait dengan rute penerbangan, Bandara Juwata Tarakan melayani Jakarta-Tarakan, tarakan-Ujung Pandang, Tarakan-Surabaya dan Tarakan-Balikpapan. “Sejak pandemi Covid-19, ada dua rute belum diterbangi oleh maskapai. Untuk angkutan kargo cukup bagus dengan rute Jakarta dan Surabaya,” kata dia.

Untuk maskapai, menurut Joni, dilayani Lion Group (Wings Air, Lion Air, dan Batik Air) dan ada penambahan Citilink dengan rute Tarakan-Balikpapan. “Kami terus berkoordinasi dengan pihak maskapai untuk menambah slot dan rute penerbangan dikarenakan demand sudah meningkat meskipun belum kembali normal atau 100 persen saat kondisi sebelum Covid-19,” kata dia.

Meningkatkan Sinergi

Untuk menjaga sinergi dan kekompakan dalam meberikan pelayanan jasa kebandarudaraan, Bandara Juwata Tarakan terus berkoordinasi dan menjalin komunikasi dengan pihak maskapai. “Diantaranya membahas tentang regulasi yang menjadi tugas maskapai dan pengelola bandara. Untuk internal, kami terus mengingatkan kepada teman-teman untuk bekerja sesuai dengan tupoksi (tugas pokok dan fungsi) dan selalu mempelajari regulasi tugas dan tanggungjawab untuk menghadirkan keselamatan dan keamanan penumpang. Kami terus menjaga dan meningkatkan sinergi dengan pihak maskapai dan karyawan,” ujar Joni.

Menurut Joni, kekompakan tim dapat menjamin peningkatan pelayanan kepada maskapai yang berimbas pada keselamatan dan keamanan penerbangan di Bandara Juwata Tarakan. “Dengan Otoritas Bandara (Otban) sangat berterima kasih atas pengawasan dalam meningkatkan pelayanan. Hingga saat ini, koordinasi dengan Otban sangat baik,” tambah Joni.

Sebagai Badan Layanan Umum (BLU), menurut dia, Bandara Juwata Tarakan akan terus berupaya menambah layanan penerbangan ke Jakarta. “Sebab, saat ini hanya satu maskapai yang melayani rute Jakarta-Tarakan. Dulu ada Garuda Indonesia tetapi saat ini hanya ada Batik Air. Untuk Sriwijaya Air melayani middle service sehingga tarif batas bawah adalah middle service sedangkan Lion Air bisa ke bawah karena LCC (Lost Cost Carrier),” jelas dia.

Joni berharap, Bandara Juwata Tarakan terus berkembang sebab bandara berada di pusat ekonomi Kaltara dan juga besarnya asset yang dimiliki Bandara Juwata Tarakan dapat menambah penerbangan. “Pembangunan bandara dapat meningkat sesuai master plan yang telah disusun. Hal ini terpulang kembali kepada kondisi ekonomi di Indonesia karena biaya bandara berasal dari APBN,” pungkas Joni. (***)

Bagikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.