Beranda Airport Memperluas Aksesibilitas lewat Penerbangan Pantar-Kupang

Memperluas Aksesibilitas lewat Penerbangan Pantar-Kupang

BERBAGI
Memperluas Aksesibilitas lewat Penerbangan Pantar-Kupang

Alor, Haloindonesia.co.id – Kehadiran penerbangan perintis regular Pantar-Kupang, yang dilaksanakan dalam dua kali seminggu menjadi kabar bahagia bagi masyarakat Pantar dan sekitarnya. Akhirnya, masyarakat memiliki alternatif jasa transportasi langsung ke Kupang tanpa harus menyeberang melalui Kalabahi (ibu kota Kabupaten Alor).  Terhitung mulai 5 Juli 2021, maskapai Dimonim Air resmi melayani penerbangan perintis Kupang-Pantar (PP). Untuk rute ini, maskapai di bawah naungan PT. Martha Buana Abadi ini menerapkan harga tiket untu rute Kupang-Pantar sebesar Rp290.300, sementara rute Pantar-Kupang sebesar Rp270.300.

Sebelumnya, pada 20 Maret 2021 lalu, maskapai Dimonim Air telah melakukan penerbangan perdana dari Kupang menuju Pulau Pantar. Ikut dalam penerbangan perdana tersebut, Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi, Sekda NTT Benediktus Polo Maing, Staf Khusus Gubernur Imanuel Blegur, serta Kepala Biro Administrasi Pemerintahan Setda NTT Marius Ardu Jelamu.
Memperluas Aksesibilitas lewat Penerbangan Pantar-Kupang
“Kehadiran penerbangan perintis ini merupakan realisasi komitmen dan sinergi antara pemerintah, swasta dan masyarakat dalam membuka dan memperluas aksesibilitas ke daerah perbatasan dan terpencil seperti Pantar. Selama ini, NTT selalu dianggap daerah miskin, padahal kenyataaanya kami tidak pernah miskin alam, tidak pernah miskin SDM, namun memang kesulitan dalam aksesibilitas. Inilah kolaborasi dalam memperjuangkangkan aksesibilitas demi kesejahteraan bagik bagi masyarakat Pantar khususnya dan NTT pada umumnya,” papar Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi kepada Redaksi Halo Indonesia, Rabu (7/72021).

Tak ketinggalan Wagub NTT juga meminta dukungan pengelola dan masyarakat Pantar untuk menjaga dan merawat fasilitas umum tersebut demi kepentingan bersama. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Isyak Nuka tak menampik bahwa layanan penerbangan perintis ini adalah kabar gembira bagi masyarakat karena membuka kesempatan untuk kemajuan pembangunan di Pulau Pantar dan sekitarnya.

Menurut dia, layanan penerbangan tersebut memberikan manfaat besar terutama memudahkan mobilisasi barang dan orang sehingga aktivitas pembangunan di sektor jasa, perdagangan, pendidikan, dan sebagainya bisa bertumbuh lebih cepat.
Memperluas Aksesibilitas lewat Penerbangan Pantar-Kupang
”Masyarakat Pantar dan sekitarnya juga kini memiliki alternatif jasa transportasi langsung ke Kupang tanpa harus menyeberang melalui Kalabahi (ibu kota Kabupaten Alor),” katanya. Pihaknya juga terus membangun komunikasi dan menjalin koordinasi dengan seluruh pengelola bandara di NTT. Bandara Pantar menjadi bandara ke-15 yang telah berkolaborasi dengan Pemprov NTT. “Kami juga terus mendorong pihak maskapai lain dan investor untuk dapat hadir di Pantar untuk menjembatani keterbatasan aksesibilitas,”lanjutnya.

Berdasarkan observasi pihaknya, Isyak Nuka menilai perlu dilakukan perluasan rute dari Pantar, semisal Pantar-Larantuka, Pantar-Lewoleba, atau Pantar-Atambua. Dengan kata lain, rute dari perbatasan ke perbatasan dinilai cukup menjanjikan. “Harapannya fungsi Bandara Pantar tidak hanya sekadar menjadi bandara perintis, namun juga dapat menjadi bandara komersial, bisa didarati oleh pesawat jenis ATR sehingga membuka ruang layanan penerbangan, pariwisata, dan ekonomi lebih banyak di Pantar,” Isyak Nuka menegaskan.

Infrastruktur Bandara Pantar yang dibangun sejak 2014 dengan menelan biaya APBD senilai Rp103 miliar kini semakin siap berkontribusi dalam kemajuan pembangunan daerah.  Dengan kehadiran layanan perintis di Bandara Pantar, maka sktor pariwisata, perikanan, dan pertanian dan lainnya di Pulau Pantar dan sekitar juga bisa berkembang lebih cepat karena akses transportasi yang semakin lancar.

Pemilik maskapai penerbangan Dimonim Air Kapten Vicoas Amalo menuturkan penerbangan perintis di NTT merupakan rute yang sudah dolayani di tahun kedua. Vicoas mengatakan, pembukaan rute tersebut bisa menjadi jembatan udara bagi orang Pantar yang selalu memutar arah ketika bepergian, baik melalui Alor, Lembata, atau menggunakan kapal laut. Kesempatan tersebut juga diambilnya karena panjang bandar udara di Pantar tidak memungkinkan untuk disinggahi oleh pesawat ATR.
Memperluas Aksesibilitas lewat Penerbangan Pantar-Kupang
Kini, dengan dibukanya rute baru tersebut, Dimonim Air telah melayani rute penerbangan perintis ke beberapa wilayah di NTT, antara lain Sabu-Ende-Sabu, Sabu-Rote-Sabu, Sabu-Waingapu-Sabu, Kisar-Kupang-Kisar, dan Waingapu-Ruteng-Waingapu.

Bagikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.