Beranda Airport Mendorong Komitmen Bersama Hadirkan Penerbangan Reguler di Bandara Melalan Melak

Mendorong Komitmen Bersama Hadirkan Penerbangan Reguler di Bandara Melalan Melak

BERBAGI
Mendorong Komitmen Bersama Hadirkan Penerbangan Reguler di Bandara Melalan Melak

Kutai Barat, Haloindonesia.co.idBandara Melalan Melak terus mendukung upaya Kantor Otoritas Bandara Wilayah VII Balikpapan atau Otban VII. Koordinasi dan sinergi dalam pemenuhan standardisasi pelayanan jasa kebandarudaraan sesuai dengan regulasi Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

Kepala Bandara Melalan Melak Kutai Indra Rohman, mengatakan, secara umum koordinasi Bandara Melalan Melak dan Kantor Otban VII Balikpapan sudah cukup baik. “Beberapa kali Kepala Kantor Otban VII menyatakan bahwa Bandara Melalan Melak cukup patuh dalam melaksanakan instruksi-instruksi yang diberikan oleh Otban VII,” jelas Indra, kepada Halo Indonesia, beberapa waktu lalu.

Hal ini diwujudkan Bandara Melalan Melak dengan dinominasikan untuk reward tingkat kepatuhan. “Apa yang menjadi instruksi dari Otban VII dengan cepat dapat kami penuhi dan berjalan dengan lancar. Ada beberapa aspek seperti seksi bandar udara dan navigasi,” tegas Indra.

Lanjut dia, untuk seksi navigasi di Bandara Melalan Melak dalam menentukan titik-titik koordinat di bandara sudah menggunakan WGS (World Geodetic System). “WGS merupakan alat dengan tingkat akurasi di atas GPS. Itu yang menjadi salah satu aspek yang menjadi nilai tambah di Bandara Melalan Melak,” ujar Indra.

Sedangkan dari sisi bandara udara, Indra melanjutkan, inspeksi keteknisan sudah dilakukan untuk genset, AFL (Airfield Lighting System’) dan sebagainya. “Mayoritas hubungan secara professional dan instansi antara Bandara Melalan Melak dan Kantor Otban VII sudah berjalan dengan baik. Pernah kami dimintakan sampling untuk data penggunaan bahan bakar terkait efek rumah kaca. Kami dapat memberikan respon untuk hal tersebut dengan cepat,” terang dia.

Dia menambahkan, kami menyadari pihak Kantor Otban VII Balikpapan merupakan pengayom operator bandara. “Kami berupaya melakukan sesuai aturan. Dan item-item yang telah ditentukan kami sampaikan sesuai dengan kondisi apa adanya. Jadi kami dapat mengetahui kesalahan atau kekurangan yang ada di Bandara Melalan Melak agar dapat dibenahi segera,” ujar Indra.

Sebagai contoh, dia menambahkan, untuk jumlah personil, kami sampaikan hal ini terkait dengan anggaran yang tersedia dan diselesaikan di tahun berikutnya. “Feedbacknya, kami akan mengusulkan tambahan personil, baik ASN Organik maupun tenaga kerja kontrak sebab terkait anggaran. Untuk hal-hal yang terkait SOP, lanjut dia, kami berupaya untuk penuhi segera dengan segala keterbatasan yang ada,” jelas Indra.

Target Mendarat ATR

Jika mengacu pada sisi peralatan, Bandara Melalan Melak yang memiliki landas pacu 1.300 x 30 meter sudah dapat didarati jenis pesawat ATR 72. “Kami sudah memiliki kendaraan pemadam kebakaran yang sesuai dengan kebutuhan ATR 72 (2 truk foam tender), ambulan, pagar sudah mengelilingi bandara, mobil patrol, dan X-ray,” kata Indra.

Dia menambahkan, prinsipnya kami sudah pernah melayani tipe pesawat ATR 72 dengan jumlah penerbangan 3 kali dalam sehari  (2 kali menuju Balikpapan dan 1 kali menuju Samarinda). “Artinya, Bandara Melalan Melak sudah sudah terbiasa melayani sesuai dengan SOP yang semestinya untuk ATR 72,” ucap Indra.

Ke depan, lanjut dia, akan fokus agar ATR 72 mendarat kembali di Bandara Melalan Melak. “Target ke depan, kami tidak muluk-muluk. Jika bicara Boeing maka kita akan berbicara demand. Makanya kami mentargetkan untuk ATR 72 yang dapat mendarat hingga 3 kali penerbangan dalam sehari,” terang Indra.

Selain itu, lanjut dia, kami berharap maskapai yang kami layani memiliki jaringan yang luas sebab jika masyarakat terlambat dari Kutai Barat menuju ke Balikpapan maka dari Balikpapan ke luar wilayah lainnya tiket pesawat dapat hangus. “Jika satu maskapai yang connecting tidak akan memiliki tiket penerbangan akan hangus. Selain itu, dalam masterplan RTP Bandara Melalan Melak akan membangun runway menjadi 1.400 meter agar ATR 72 dapat kembali mendarat di Bandara Melalan Melak,” ujar Indra.

Melayani Penerbangan Perintis

Saat ini, Bandara Melalan melayani penerbangan perintis dengan rute Melalan Melak-Datah Dawai seminggu sekali setiap hari Selasa. Disamping itu, Bandara Melalan Melak melayani penerbangan charter untuk maskapai Airfast yang melakukan round di Melalan Melak, selama dua kali dalam seminggu. Tiba di Bandara Melalan Melak dan terbang kembali pada Rabu pagi serta Kamis sore datang kembali lalu Jumat pagi terbang kembali meninggalkan Bandara Melalan Melak.

Guna meningkatkan standar layanan, Bandara Melalan Melak terus berkoordinasi dengan pihak Kantor Otoritas Bandara (Otband) Wilayah VII Balikpapan. “Kami rutin melakukan koordinasi dengan pihak Otban VII dengan melakukan inspeksi dalam memenuhi standar pelayanan minimum penerbangan,” kata dia.

Lanjut dia, Otban Wilayah VII melakukan pengecekan untuk memantau atau memonitor operasional di Bandara Melalan Melak. “Dalam satu tahun, pihak Otban Wilayah VII dapat melakukan inspeksi sebanyak 2-3 kali,” ujar dia.

Untuk pengembangan bandara, di tahun ini kami sedang menyiapkan lahan untuk perpanjangan runway yang eksisting berdimensi 1.300 X 30 meter menjadi panjang 1.400 agar dapat benar-benar dari sisi infrastruktur dapat disinggahi jenis pesawat ATR 72. “Untuk terminal penumpang, Bandara Melalan Melak sudah cukup memadai dimana dapat menampung penumpang ATR 72 sebanyak 70 orang,” ujar dia.

Dia menambahkan, untuk anggaran pada tahun kemarin sudah tersedia tetapi dengan adanya pandemic Covid-19, kami melaksanakan program prioritas program penanganan Covid-19. “Artinya, sebelum melakukan perpanjangan runway, kami terlebih dahulu mempersiapkan lahan dengan melakukan koordinasi dengan pemda dan stake holder lainnya,” pungkas Indra. (***)

Bagikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.