Beranda Frame Menparekraf Sambut Delegasi TMM 2022 Bahas “Bali Guideline” untuk Panduan Pemulihan Pariwisata...

Menparekraf Sambut Delegasi TMM 2022 Bahas “Bali Guideline” untuk Panduan Pemulihan Pariwisata Dunia

BERBAGI
Menparekraf Sambut Delegasi TMM 2022 Bahas

Bali, Haloindonesia.co.idMenteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyambut secara resmi para delegasi dari negara-negara anggota G20 termasuk negara tamu dan organisasi internasional pada pelaksanaan Tourism Ministerial Meeting (TMM) 2022 yang berlangsung pada Senin (26/9/2022) di Grand Hyatt Bali, Nusa Dua, Bali.

Menparekraf Sandiaga menyambut hangat dan berfoto bersama dengan masing-masing ketua delegasi. Tourism Ministerial Meeting (TMM) 2022 dihadiri total 150 delegasi dari 35 perwakilan negara anggota, negara tamu, dan organisasi internasional.

“Kami menyambut hangat seluruh delegasi dan sangat menanti kolaborasi kita dalam semangat bersama mendorong pemulihan pariwisata global, menjadikan pariwisata sebagai sektor yang lebih inklusif dan tangguh,” kata Menparekraf Sandiaga Uno.

Tourism Ministerial Meeting ini nantinya akan menyepakati “G20 Bali Guideline” sebagai panduan dalam upaya mendorong pemulihan pariwisata dunia dan membuat pariwisata lebih inklusif juga tangguh, yang salah satunya melalui penguatan komunitas dan UMKM sebagai agen transformasi pariwisata. Poin-poin dalam Bali Guideline sebelumnya telah dibahas lebih dulu pada 1st and 2nd Tourism Working Group.

“Kita akan menyelesaikan poin-poin kesepakatan yang akan kita tuangkan dalam Bali Guideline yang diharapkan bisa kita bawa sebagai bekal untuk menyambut era baru dari pariwisata di mana Indonesia sekarang dianggap negara yang membawa satu perubahan,” kata Sandiaga.

Tourism Ministerial Meeting sebagai bagian dari Presidensi Indonesia pada KTT G20 tahun 2022 juga akan dirangkai dengan perayaan Hari Pariwisata Dunia (World Tourism Day) yang dipusatkan di Bali pada 27 September 2022. Perayaan ini menjadi catatan sejarah yang besar bagi Indonesia karena untuk pertama kalinya Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan Hari Pariwisata Dunia.

Menparekraf Sandiaga mengajak seluruh pihak untuk ikut memeriahkan Hari Pariwisata Dunia (World Tourism Day).

“Ini adalah saat yang sangat bersejarah untuk Indonesia. Kita mendapat kehormatan selain sebagai bagian dari G20, kita memimpin untuk memikirkan kembali kebangkitan pariwisata yang berbasis masyarakat untuk menciptakan pembangunan yang berkeadilan terutama dalam menciptakan 1,1 juta lapangan kerja baru di tahun ini,” kata Sandiaga.

Pelaksanaan ini dikatakannya juga sebagai wujud pengejawantahan dari gerak cepat yang diinstruksikan Presiden Joko Widodo dalam mendukung kebangkitan ekonomi dan terbukanya lapangan kerja. Di mana tahun ini sektor pariwisata dan ekonomi kreatif diharapkan dapat membuka 1,1 juta lapangan kerja dan 4,4 juta lapangan kerja di tahun 2024.

Bibit Mangrove

Sebelum penyambutan para delegasi, Menparekraf Sandiaga Uno berkesempatan menerima penyerahan secara simbolis bibit mangrove dari Grab Indonesia yang nantinya akan ditanam sebanyak 15 ribu bibit di Taman Hutan Raya Ngurah Rai kawasan Teluk/Tanjung Benoa dan sekitarnya oleh Grab Indonesia didukung Pemerintah Provinsi Bali secara berkala.

Menparekraf Sandiaga Uno menyampaikan apresiasi atas upaya Grab Indonesia dalam kerja bersama menekan emisi karbon guna mewujudkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

Sampai saat ini, perubahan iklim menjadi isu dan perhatian utama berbagai negara di dunia termasuk Indonesia.

Sesuai ketetapan Paris Agreement (2015), semua negara memiliki kewajiban untuk berkontribusi dalam penurunan emisi termasuk melaksanakan, mengkomunikasikan upaya ambisius, mitigasi, dan juga adaptasi yang ditetapkan secara nasional atau dikenal sebagai National Determined Contribution (NDC).

“Grab merupakan salah satu pelopor dalam penyediaan moda transportasi digital. Dan di sinilah kami menempatkan kemitraan publik dan swasta dengan inovasi yang berpusat pada upaya kami untuk mengurangi emisi karbon dari pariwisata dan ekonomi kreatif. Kami menargetkan penurunan emisi karbon sebesar 50 persen pada 2035 dan net zero emission pada 2050,” kata Menparekraf Sandiaga.

Menparekraf berharap program ini hanya menjadi langkah awal untuk inisiatif-inisiatif lainnya ke depan untuk mendukung upaya bersama menekan emisi karbon.

“Semoga ini hanyalah awal dari banyak inisiatif yang akan datang karena mangrove sangat efektif dalam menahan terjadinya abrasi sekaligus penyerap gas karbondioksida dan penghasil oksigen,” kata Sandiaga.

Director of East Indonesia, Grab Indonesia, Halim Wijaya, menyampaikan terima kasih atas kolaborasi yang terjalin dengan Kemenparekraf tidak hanya dalam upaya mewujudkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan tapi juga mendukung UMKM khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Program offset karbon ini hanyalah salah satu dari program kami dalam mendukung misi lingkungan yang baik. Kami juga bangga bahwa kami telah memiliki beberapa inisiatif lain dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, terutama dalam mendukung hadirnya kendaraan listrik di destinasi wisata dan sentra ekonomi kreatif,” kata Halim Wijaya.

Bagikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.