Beranda Frame Menteri Trenggono Pamerkan Kampung Nelayan Modern ke Komisi IV DPR

Menteri Trenggono Pamerkan Kampung Nelayan Modern ke Komisi IV DPR

BERBAGI
Menteri Trenggono Pamerkan Kampung Nelayan Modern ke Komisi IV DPR

Jakarta, Haloindonesia.co.idMenteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono pamer program kampung nelayan modern (kalamo) yang tengah dibangun di Kabupaten Biak Numfor, Papua, saat rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta.

Lewat program yang dibiayai APBN tersebut, KKP mengubah wajah kampung nelayan tradisional menjadi modern dilengkapi dengan sejumlah fasilitas pendorong produktivitas dan kompetensi masyarakat.

“Ini adalah pembangunan kampung nelayan modern dengan model intervensi. Pemerintah hadir di situ. Sekarang (pembangunannya) sudah 99 persen,” ujar Menteri Trenggono dalam rapat kerja tersebut.

Kampung Nelayan Modern berada di Desa Samber-Binyeri, Distrik Yendidori. Lokasinya berjarak 40an menit perjalanan darat dari Bandara Utara Internasional Frans Kaisiepo Biak.

Sebagian besar masyarakatnya merupakan nelayan tradisional pengguna sampan dan perahu motor tempel. Komoditas utama hasil tangkapan berupa ikan-ikan demersal dan pelagis, salah satunya tuna.
Menteri Trenggono Pamerkan Kampung Nelayan Modern ke Komisi IV DPR
KKP membangun sejumlah fasilitas utama seperti dermaga tambatan kapal, pabrik es, sentra kuliner, cold storage, shelter pendaratan ikan, kios perbekalan, hingga dock yard. Ada juga fasilitas pendukung mencakup balai pelatihan, intalasi air bersih, drainase, penerangan jalan, instalasi pengelolaan air limbah, hingga kantor pengelola.

Untuk menambah keindahan kampung pesisir tersebut, KKP turut membangun gapura, memperbaiki jalanan, membangun talud dan gardu pandang. Tak jauh dari sana terdapat stasiun pengisian bahan bakar yang nantinya akan diintegrasikan dengan kampung nelayan modern.

Menteri Trenggono menambahkan, setelah pembangunan dan diresmikan, kampung nelayan modern Biak akan dikelola oleh koperasi yang saat ini sudah terbentuk. Kendati demikian, KKP tetap melakukan pendampingan dengan menempatkan beberapa penyuluh perikanan menetap di sana untuk membantu peningkatan produksi dan pengembangan usaha.

“Ini akan kita uji sampai tiga tahun ke depan, ini produktivitasnya akan meningkat berapa kali. Kalau produktivitasnya tinggi, maka sejahtera pasti. Di sana juga kami bangun balai pelatihan. Untuk apa? Untuk tempat berdiskusi, belajar, dilatih oleh tim BPPSDM kami,” paparnya.

Menurutnya, program kampung nelayan modern di Biak sekaligus menjadi wujud integrasi dan soliditas seluruh unit kerja di KKP. Pembangunan dan penyediaan fasilitas di dalamnya berasal dari setiap unit kerja.

Bagikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.