Beranda Airport Merubah Keterbatasan Jadi Motivasi Meningkatkan Kompetensi

Merubah Keterbatasan Jadi Motivasi Meningkatkan Kompetensi

BERBAGI
Merubah Keterbatasan Jadi Motivasi Meningkatkan Kompetensi

Maluku, Haloindonesia.co.idPandemi Covid-19 mampu menggerus hampir semua sendi kehidupan, baik dari sisi ekonomi hingga mobilitas masyarakat. Tentu, kita tidak boleh berdiam diri melalui adaptasi new normal dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat dan vaksinasi sesuai program pemerintah saat ini dalam menghadapi turbulensi pandemi.

Begitu juga dalam melakukan perjalanan melalui transportasi udara. Tidak ada pilihan lain bagi masyarakat untuk tetap berdisiplin diri sesuai regulasi yang berlaku dalam dunia penerbangan. Semua pemangku kepentingan dunia aviasi berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi keselamatan dan keamanan penerbangan bagi penumpang.

Tak terkecuali pengelola Bandara John Becker, yang terletak di Pulau Kisar, Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku, dengan secara ketat mencengah penularan Covid-19. Dibawah komando Martoyo Purwanto, sebagai Kepala Bandara Kantor UPBU John Becker Kisar, berupaya menghadirkan layanan penerbangan yang berkeselamatan dari serangan Covid-19 bagi penumpang.

Martoyo telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, khususnya Dinas Kesehatan setempat. Di Bandara Kisar dan Bandara Moa ditempatkan tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan setempat. “Petugas kesehatan yang ditempatkan melakukan pemeriksaan perjalanan penumpang baik dari dan menuju Bandara John Becker dan Bandara Moa. Hal ini untuk mencegah penularan Covid-19 dan memberikan layanan penerbangan yang berkeselamatan. Keselamatan, kenyamanan, dan keamanan penumpang menjadi prioritas yang tidak boleh ditawar-tawar,” tegas Martoyo.

Geliat Pengembangan Bandara

Martoyo menyatakan, sejak 2020 hingga 2021 alhamdulillah pelayanan berjalan dengan baik terkait pemeriksaan dan sebagainya. “Akan tetapi, pada tahun ini terdapat tantangan adanya kerusakan x-ray bagasi, Akan tetapi, kami tetap melakukan pemeriksaan dan memantau pergerakan penumpang, barang, dan sebagainya dengan ketat. Oleh sebab itu, untuk tahun anggaran 2022, kami mengajukan pengadaan x-ray bagasi 1 unit,” ujar dia.

Tahun 2021, di tengah situasi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini, Bandara John Becker memanfaatkannya untuk melakukan pembangunan fisik untuk pembenahan fasilitas pelayanan. Diantaranya melakukan pembangunan Gedung Operasional sebanyak lima unit.

“Pembangunan Gedung Operasional merupakan pekerjaan tahun lalu (2020) yang diundur menjadi 2021. Di awal pandemi, kami sudah melakukan lelang sesuai dengan aturan yang berlaku. Saat pandemi muncul, terjadi pemotongan anggaran sehingga anggaran di alokasikan ada tahun 2021,” jelas Martoyo.

Bandara John Becker memiliki satu run way yang berdimensi panjang 950 meter dan lebar 23 meter, pesawat yang dapat dioperasikan secara maksimal berjenis DHC dan Twin Otter. “Ke depan, untuk jenis pesawat ATR, kami harus melakukan reposisi landasan pacu. Saat ini, posisi run way memiliki ujung dan ujung berbatasan dengan laut. Sehingga dari AMDAL di 2018 untuk pengembangannya harus melalukan reposisi ke arah 29 atau serong ke arah daratan dengan maksimal panjang 1.400 meter,” ucap dia.

Dari sisi pembangunan, untuk target di 2021 pengembangan dan membangunan run way dilakukan secara bertahap sebab masih terkendala permasalahan lahan. “Kami membutuhkan sekitar 7-8 hektar untuk pembenahan bandara. Di 2018 pemerintah daerah akan membantu dari sisi menyelesaian lahan yang merupakan tanah adat. Untuk lahan eksisting sekitar 75 hektar pihak kami sudah dibayarkan dan diselesaikan dengan pemerintah daerah,” kata Martoyo.

Untuk meningkatkan jumlah penerbangan, menurut dia, telah melakukan komunikasi secara intens kepada pihak airlines atau maskapai dalam pelayanan penerbangan perintis. “Pada saat rapat evaluasi, kami mengusulkan untuk membentuk grup komunikasi. Diantaranya untuk mengajuan slot penerbangan, kapasitas sheet dari dan menuju Pulau Kisar, dan sebagainya. Selain itu, kami juga melakukan pelaporan tentang operasional setiap hari ke Pusat. Kendalanya komunikasi tersedianya jaringan internet,” ujar Martoyo.

Fokus Tingkatkan Kompetensi

Dengan sejumlah keterbatasan, Martoyo, terus berupa menerapkan pola manajemen untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM). “Diantaranya, beberapa personil mengikuti pendidikan lanjutan, baik jangka pendek dan perkuliahan dengan mengikuti Universitas Terbuka. Kami saat ini memiliki 7 personil PNS. Kami terus memotivasi untuk mereka mengejar pendidikan untuk meningkatkan karir. Begitu juga dengan karyawan kontrak untuk terus meningkatkan kompetensi,” jelas pria yang bertugas di UPBU John Becker sejak 4 Nopember 2018.

Martoyo mengakui, saat ini terdapat kendala dari ketersedian SDM teknisi, baik di Bandara John Becker dan Bandara Moa. “Formasi PNS untuk tahun 2021 ada penambahan untuk Bandara John Becker, yaitu 1 orang teknisi bangunan, 1 orang teknisi listrik, 1 orang PK, dan 1 orang Avsec. Sementara untuk Bandara Moa ada penambahan 1 orang PK dan 1 orang Avsec,” ucap pria yang gemar berolahraga ini.

Pelayanan menjadi hal yang utama, keterbatasan berlokasi di daerah terluar menjadi motivasi para personil untuk tetap memberikan layanan terbaik. “Selama diberikan amanah bertugas dimana pun, saya akan memberikan seluruh kemampuan untuk menjalankan tanggungjawab pekerjaan. Keluarga menjadi penyemangat dalam menjalankan tugas,” pungkas Martoyo.

Bagikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.