Beranda Education Ob Anggen School yang Fokus pada Pendalaman Karakter

Ob Anggen School yang Fokus pada Pendalaman Karakter

BERBAGI
Ob Anggen School yang Fokus pada Pendalaman Karakter

Bokondini, Haloindonesia.co.id – Ob Anggen School berada di Distrik Bokondini, sebuah distrik tertua di Karubaga. Untuk menembus distrik yang dihuni penduduk 4.811 jiwa ini ada dua pilihan, jalur udara dengan pesawat berbadan kecil, atau melalui jalur darat. Melalui pesawat butuh waktu 30 menit dari Wamena atau Karubaga, Ibu Kota Tolikara. Sedangkan jalur darat perlu dua hingga tiga jam karena kondisi jalannya yang masih belum beraspal.

Ob Anggen School sendiri merupakan sekolah swasta di Distrik Bokondini, Papua. Sekolah ini berdiri sejak 2007 atas inisiasi pemerhati pendidikan Benjamin Wisley. Meski sekolah ini berada di pedalaman Papua, namun pengajaran di Ob Anggen School mengedapankan pengajaran menggunakan Bahasa Inggris dengan fokus pendalaman karakter setiap siswa.

Ob Anggen School adalaj instititusi pendidikan modern yang didirikan sejak 2007 silam. Sekolah yang digagas para sukarelawan asing ini semula sebatas Pendidikan Usia Dini (PAUD).  Di sekolah ini orangtua dipermudah dalam membayar uang sekolah dengan diperbolehkan mencicil tiga kali. Adapun anak-anak membayar uang bazaar. Jadi, baik orangtua dan anak membayar 20% dari jumlah biaya operasional sekolah.

Hebatnya, selain berpengantar bahasa Inggris, guru-gurunya yang juga berasal dari berbagai daerah di Indonesia ini telah mendapatkan pelatihan dari trainer Eropa. Dalam proses belajar siswanya sudah menggunakan tablet, buku elektronik, sejak di bangku kelas IV, SD.

Ob Anggen School yang Fokus pada Pendalaman Karakter
Siswa Ob Anggen (Haloindonesiafoto)

Siswa-siswi Ob Anggen School mendapatkan pendidikan life-skills dimana mereka dapat belajar bekerja seperti bercocok tanam, menjual sayur atau noken yang akan dikompensasi sesuai kinerja mereka. Jadi siswa-siswi Ob Anggen belajar akademis, karakter, dan life skills sekaligus.

Pemilihan nama Ob Anggen bukan tanpa arti. Ob Anggen mengandung arti dalam bahasa Suku Lani Ob artinya bagus, dan Anggen artinya buah sehingga diberi nama Ob Anggen yang mengandung arti “buah bagus”.

Sekolah Ob Anggen terdiri dari empat jenjang sekolah, yakni Taman Kanak – kanak (TK),dan Sekolah Dasar (SD),dan Sekolah Menegah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Sekolah Ob Anggen resmi berdiri sejak 12 tahun yang lalu tepat pada tahun 2007. Dibantu beberapa tenaga guru masih aktif mengajar,guru – guru itu berasal dari pendidikan guru tetepi ada beberapa tenaga guru bukan lulusan sekolah guru diantaranya  sebagai Misionaris atau penginjil dari Gereja Injili di Indonesia (GIDI).

Ob Anggen School yang Fokus pada Pendalaman Karakter
Sekolah Ob Anggen (Haloindonesiafoto)

Hal yang paling berkesan dari sekolah Ob Anggen adalah sekolah Ob Anggen pasti selalu ada guru di kelas untuk siap mengajar,dan ada  kelas life skiil. Di dalam kelas live skiil seperti: belajar mekanik,dan listrik,serta bagaimana bertani,sehingga  guru dan siswa belajar bersama – sama,lebih penting dari itu adalah sekolah Ob Anggen mau bekerjasama dengan orangtua siswa

Para guru selalu setia mengajar, memberikan hatinya sepenuhnya dan selalu kompak membentuk identitas siswa serta membantu berkomunikasi dengan orangtua.

Warisan Misionaris

Distrik Bokondini termasuk wilayah Kabuaten Tolikara, yang merupakan distrik tertua dan paling maju di kabupatennya. Selain memiliki landasan pacu di pusat kota, juga memiliki jaringan listrik dan air minum. Padahal, untuk ibu kota kabupaten saja, dua fasilitas terakhir ini baru mulai dibuat permanen.

Di Bokondini, jaringan listrik dan air minum sudah tersedia sejak jaman sebelum kawasan in bergabung dengan NKRI. Air minum yang diambil dari lereng gunung, sebelum dialirkan ke rumah masing-masing terlebih dahulu ditampung dalam sebuah bak besar, dan dijadikan sebagai penggerak turbin listrik.

Mengapa distrik ini lebih maju dibanding distrik lainnya di Tolikara? Dimaklumi, Bokondini awalnya dijadikan home base para misionaris untuk menyebarkan injil di kawasan Pegunungan Tengah Papua. Dari distrik inilah mereka kemudian menyebar ke Kab. Jayawijaya, Tolikara, Puncak jaya, lani jaya, Membramo Tengah, Yalimo, Nduga, Pegunungan Bintang, puncak dan Kabuaten Membramo Raya.

Bagikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.