Beranda Event Pameran Inacraft 2024 Diresmikan Presiden Jokowi Besok, Hadirkan 1.500 UMKM Lokal

Pameran Inacraft 2024 Diresmikan Presiden Jokowi Besok, Hadirkan 1.500 UMKM Lokal

BERBAGI
Pameran Inacraft 2024 Diresmikan Presiden Jokowi Besok, Hadirkan 1.500 UMKM Lokal

Jakarta, Haloindonesia.co.idPresiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Koperasi serta UKM, Teten Masduki, akan membuka Pameran Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2024, yang merupakan edisi ke-24. Pada, Rabu (28/2/2024).

Pameran Inacraft yang diselenggarakan oleh Asosiasi Eksportir dan Pengusaha Handicraft Indonesia (ASEPHI), bekerja sama dengan Mediatama Event. Inacraft memiliki tujuan untuk mempromosikan kerajinan Indonesia, mengembangkan pasar dalam negeri, dan membuka peluang ekspor ke pasar internasional.

Inacraft akan terus berperan dalam mendorong pertumbuhan Usaha Kecil Menengah (UKM) di sektor kerajinan dengan menyediakan platform untuk memamerkan produk-produk lokal terkini dan berkualitas, sambil memperluas jaringan dan meningkatkan pengalaman serta pengetahuan.

“Inacraft ke-24 tahun ini akan diikuti sebanyak 1.500 peserta UMKM. Jadi akan menempati seluruh hall JCC (± 20.231 m2) agar pameran dapat menampung seluruh kegiatan promosi dan acara pendukung dengan fasilitas yang disediakan baik untuk peserta maupun pengunjung,” ungkap Project Officer Inacraft 2024, H Hatman di JCC Senayan, Selasa (27/2/2024).

Tahun politik 2024 adalah waktu yang krusial bagi semua sektor masyarakat untuk turut serta dalam proses demokrasi guna menentukan arah masa depan Indonesia.

Semangat yang menggelora dari para Usaha Kecil Menengah (UKM) dari berbagai penjuru Indonesia menjadi kekuatan utama yang meneguhkan pelaksanaan Inacraft di tengah kesibukan politik yang memuncak.

Meskipun tidak ada representasi langsung dari salah satu provinsi di Indonesia, Inacraft kali ini tetap mempersembahkan karya seni dan tradisi budaya Indonesia yang menarik, terutama dalam bentuk alat musik tradisional.

“Pada 2024 ini mengusung sub-tema World Craftpreneurs Under One Roof sebagai pendamping dari tema utama From Smart Village to Global Market, dengan menawarkan ragam produk-produk kerajinan Indonesia,” ungkapnya.

“Seperti batik, tenun, fashion and embroidery, sepatu dan perlengkapan travel, perhiasan-aksesoris, peralatan rumah tangga, cendera mata, produk dekoratif, mainan, serta masih banyak kerajinan lainnya bersanding dengan sejumlah artis dari mancanegara,” lanjutnya.

Sementara itu, menurut Umi Noor Wislati, Direktur Mediatama Event, Inacraft menghadirkan kolaborasi dengan berbagai komunitas. Diharapkan acara ini akan terus berkembang dalam upaya go international, sementara para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) Indonesia bersiap untuk bersaing dengan peserta internasional namun tetap menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah yang ramah.

“Dari sisi program, Inacraft kali ini menampilkan alat musik tradisional yang merupakan bagian dari kerajinan tangan khas Indonesia belum banyak disadari oleh masyarakat. Alat musik tradisional akan menjadi highlight pada insight program tahun ini dalam Craft Forum dengan tema Traditional Musical Instruments of Indonesia,” ucapnya.

Selain itu, Sekretaris Jenderal ASEPHI, Baby Jurmawati mengumumkan kemitraan dengan Dewan Kerajinan Dunia Wilayah Asia Pasifik (WCC APR) untuk meningkatkan kualitas beragam produk kerajinan Indonesia. Langkah ini juga bertujuan untuk mengembangkan dan memperluas potensi kota melalui jaringan “World Craft City” dan “Craft Sister Cities”.

Aneka acara menarik lainnya akan disajikan, termasuk diskusi tentang kerajinan, lokakarya kerajinan, penilaian produk terbaik lewat Inacraft Award yang melibatkan juri internasional, pameran langsung produk, dan pertunjukan musik tradisional.

“Kelengkapan pameran ini lainnya dan yang juga penting bagi peserta pameran dan pengunjung yaitu areal kuliner khusus dalam format Talam Inacraft yang menyajikan menu makanan khas Indonesia dan kekinian yang diikuti 82 peserta,” ungkapnya.

Pameran Inacraft tahun ini diikuti oleh 1.500 UKM, mengisi 1.066 stand yang terbagi dalam 24 pulau, termasuk 850 anggota ASEPHI. Selain itu, terdapat 650 UKM non anggota dan peserta yang didukung oleh pemerintah (Kementerian, BUMN, Dinas/Dekranasda), serta peserta internasional.

Pameran ini juga memberikan kesempatan khusus bagi perajin dari Palestina untuk memamerkan produk mereka di booth yang disediakan.

Sebanyak 133 peserta yang tergabung dalam kategori eksportir dan siap ekspor akan terlihat di booth masing-masing dengan tanda khusus. Pameran Inacraft menargetkan kedatangan 100.000 pengunjung dengan nilai transaksi ritel yang diharapkan mencapai Rp 100 miliar, sementara nilai kontrak dagang diperkirakan mencapai US$ 12 juta.

Perlu diketahui, acara ini akan dibuka untuk umum dari pukul 10.00 hingga 21.00 WIB, yang berlangsung dari tanggal 28 Februari – 3 Maret 2024 di Jakarta Convention Center (JCC).

(HES)

Bagikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.