Beranda Daerah Pimpin Apel Sinergitas TNI/Polri. Gubernur Khofifah Tekankan Kolaborasi, dan Komunikasi Intensif

Pimpin Apel Sinergitas TNI/Polri. Gubernur Khofifah Tekankan Kolaborasi, dan Komunikasi Intensif

BERBAGI
Pimpin Apel Sinergitas TNI/Polri. Gubernur Khofifah Tekankan Kolaborasi, dan Komunikasi Intensif

Malang, Haloindonesia.co.idGubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Nurchahyanto dan Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta, memimpin apel Sinergitas TNI/Polri di Daerah Latihan Kodam V/Brawijaya Sidodadi, Lawang, Malang, Kamis (12/5/2022).

Dalam apel yang dimulai pukul 8.30 WIB ini, Gubernur Khofifah Indar Parawansa langsung memberikan pengarahan kepada TNI/Polri, yakni Kolaborasi,komunikasi intensif, dan kemitraan yang kuat diantara TNI/Polri di Jatim. “Tidak ada sukses tunggal. Sukses diraih lewat sinergi, kolaborasi dan strong partnership karena yang terbangun adalah interdependensi antara satu dengan yang lain. Dengan kolaborasi dan koordinasi yang baik ini maka tantangan dan masalah yang ada di daerah bisa diselesaikan secara bersama-sama dengan efektif dan efisien,” kata gubernur.

Khofifah mengatakan, pentingnya tiga elemen antara TNI-Polri-Pemda tersebut sejalan dengan arahan Presiden RI kepada para Kepala Daerah se-Indonesia pada tanggal 25 Oktober 2021. “Bapak Presiden RI menekankan pentingnya hubungan harmonis Forkopimda di daerah. Baik Gubernur dengan Kapolda, Gubernur dengan Pangdam, Gubernur dengan Kajati, dan lain-lain. Hal ini karena hubungan harmonis seperti itu akan sangat mempengaruhi tensi di daerah,” katanya.

Lebih lanjut, Sinergi TNI/Polri yang baik di Jatim ini dibuktikan  saat pandemi Covid-19 yang menghantam banyak sektor mulai sosial, ekonomi dan sebagainya, prajurit TNI dan Polri turun ke tengah- tengah masyarakat dengan sapaan solutif memberikan layanan. Salah satunya dalam program vaksinasi baik yang secara kontinyu maupun insidentil dalam jumlah yang masif.

Kemudian soal vaksinasi, Panglima TNI dan Kapolri ikut memastikan bahwa obat-obatan Covid-19 dan sembako bagi masyarakat benar-benar tersalurkan dengan baik. Bahkan beberapa kantor Kodim maupun Polres sering menjadi tempat pusat karantina maupun menyimpan stok obat-obatan. “Saya mengapresiasi para Prajurit TNI Polri yang turun langsung ke masyarakat. Hal ini tentunya membuat masyarakat tenang. Bagaimana babinsa dan babinkamtibmas turun langsung mengecek bagaimana penyaluran obat-obatan Covid-19 tersalurkan dengan baik,” ungkapnya.

Kemudian terkait bencana di Jatim,  peran TNI Polri yang dengan gerak cepat membantu berbagai permasalahan di daerah, salah satunya saat terjadinya bencana Awan Panas Guguran Gunung Semeru. Begitu juga, hubungan yang kondusif yang dilakukan TNI/Polri yang telah dijaga dengan baik ini membuat pertumbuhan ekonomi Jatim meningkat di kuartal 1 di tahun 2022 yaitu 5,20 %, di atas pertumbuhan ekonomi nasional  5,01 persen.

“Terima kasih TNI/Polri. Sekali lagi sukses  diraih dengan adanya sinergitas dan kolaborasi yang kuat antara semua elemen di Jatim. Saat ini kita menghadapi ancaman perang non militer. Ada ancaman perang ideologi, perang budaya, perang ekonomi dan masih harus diseleseikan pandemi covid-19. Dan ancaman perang budaya seperti disrupsi dari perkembangan IT sangat luar biasa. Saat ini masuk dalam era metaverse dengan berbagai kekuatan, peluang dan ancaman yang harus kita hadapi,”pungkasnya.

Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Nurchahyanto mengatakan, bahwa kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan dan mempererat silaturahmi dan koordinasi antara TNI dan Polri. Dalam kegiatan ini juga diisi berbagai kegiatan seperti ice breaking. Tujuannya agar para Dansat bisa memimpin anak buahnya dalam tugas negara yang diberikan. “Kami ingin memastikan komitmen untuk mendukung tgas pemerintah daerah. Utamanya dalam membangun Jatim yang lebih baik. Kita akan dukung Jatim Bangkit,” ujarnya.

Kapolda Jatim Irjen Pol. Nico Afinta menambahkan, sinergitas TNI-Polri-Pemprov ini terlihat dari berbagai program di Jawa Timur. Seperti vaksinasi, pemulihan ekonomi nasional, pengamanan Idul Fitri dan Jalur Mudik, serta penanggulangan bencana. Menurutnya, untuk menjawab tantangan kamtibmas di Jawa Timur dibutuhkan komunikasi, koordinasi dan kolaborasi yang baik antar tiga pilar dan seluruh komponen. Untuk ini kolaborasi dan koordinasi ini harus terus dijaga dengan baik.

Bagikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.