Beranda Frame Pusat Survei Geologi Kerja Sama Gandeng Universitas Australia untuk Tingkatkan Kualitas Penelitian...

Pusat Survei Geologi Kerja Sama Gandeng Universitas Australia untuk Tingkatkan Kualitas Penelitian Geologi

BERBAGI
Pusat Survei Geologi Kerja Sama Gandeng Universitas Australia untuk Tingkatkan Kualitas Penelitian Geologi

Australia, Haloindonesia.co.id – Pusat Survei Geologi (PSG) Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Faculty of Science Medicine and Health (SMAH), University of Wollongong (UoW), Australia, pada hari Senin, 27 November 2023.

PKS tersebut ditandatangani oleh Kepala PSG, Hermansyah dan Wakil Dekan Bidang Penelitian SMAH Prof. Heath Ecroyd, di University of Wollongong, New South Wales, Australia.

Hermansyah berharap bahwa kerja sama ini merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas riset geologi di Indonesia dan menawarkan kepada UoW untuk berkontribusi dalam penelitian mengenai keterdapatan “Natural/Gold Hydrogen” di Indonesia. Ia juga menjajaki kemungkinan kerjasama tersebut dengan ahli batuan ultramafik di UoW yaitu Associate Professor Solomon Buckman.

“Temuan natural hydrogen dan penelitian mengenai sebaran batuan ultramafik yang sedang dilakukan oleh PSG tersebut dapat berkontribusi dalam net zero emission,” tegasnya di Bandung, Senin (27/11).

Menurutnya, keberadaan batuan ultramafik yang luas di Indonesia menjadikan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) pada batuan ultramafik sebagai salah satu potensi yang dapat dikembangkan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. “Potensi CO2 capture and storage pada batuan ultramafik sejalan dengan arah perkembangan dunia penelitian saat ini menuju sustainable development,” tambahnya.

Batuan ultramafik sendiri merupakan batuan beku mafik yang kaya akan magnesium dan besi. Batuan ini memiliki sifat fisik dan kimia yang dapat digunakan untuk menyimpan CO2 secara permanen.

Sementara itu, Dr Gerrit van den Bergh menyampaikan bahwa kerjasama yang telah berlangsung sejak 2009 ini secara terus menerus dan berkelanjutan telah membuka mata dunia mengenai “Insular Fauna” di Wallacea khususnya Flores dan Sulawesi. “Bukti penelitian ini setidaknya ada enam artikel dan studi di jurnal ilmiah terkemuka di dunia, “Nature”, jelasnya.

Gerrit juga menekankan tentang pentingnya perluasan “scope” penelitian dan dukungan yang lebih baik secara administrasi, pendanaan, maupun ahli-ahli geoscience pada penelitian di Indonesia. Perluasan dan dukungan tersebut dapat meningkatkan kredibilitas kedua belah pihak (Badan Geologi dan UoW) tidak hanya di bidang paleontologi dan geokronologi namun juga bidang kebumian yang lebih luas.

“Kami senang dapat bekerja sama dengan PSG untuk meningkatkan kualitas riset geologi dan dapat menghasilkan manfaat yang besar bagi kedua belah pihak,” tutupnya.

Selain dihadiri oleh Kepala Pusat PSG, turut hadir dalam acara ini yakni Ketua Tim Kerja Warisan Geologi dan Geopark Dr. Asep Kurnia Permana. Sedangkan pihak UoW dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Penelitian SMAH Prof. Heath Ecroyd, Head of School of Earth, Atmospheric, and Life Sciences (SEALS) Prof. Guang Shi, serta juga Kepala Tim Penelitian Insular Fauna di Wallacea dan Senior Lecturer di SEALS Dr Gerrit van den Bergh.

Bagikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.