Beranda Education Ramai Jadi Sorotan Soal UKT Mahal, Kemendikbud: Perguruan Tinggi Sifatnya Tersier, Tidak...

Ramai Jadi Sorotan Soal UKT Mahal, Kemendikbud: Perguruan Tinggi Sifatnya Tersier, Tidak Wajib

BERBAGI
Ramai Jadi Sorotan Soal UKT Mahal, Kemendikbud: Perguruan Tinggi Sifatnya Tersier, Tidak Wajib

Jakarta, Haloindonesia.co.id – Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang tinggi di berbagai perguruan tinggi di berbagai wilayah Indonesia kembali menjadi perhatian. Banyak mahasiswa yang mengeluhkan kenaikan biaya UKT yang signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Seperti yang dialami oleh mahasiswa/i di beberapa perguruan tinggi seperti, di Universitas Negeri Riau, Universitas Mataram, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Diponegoro, Universitas Yogyakarta, Institusi Teknologi PLN, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Bengkulu, dan Universitas Sebelas Maret.

Dalam tanggapan terhadap hal tersebut, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) memberikan pernyataan resmi. Melalui Pelaksana Tugas Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud Ristek, Prof. Tjitjik Tjahjandarie, Kemendikbud menegaskan bahwa pendidikan tinggi dianggap sebagai jenjang tersier, bukan bagian dari kewajiban belajar.

“Sebenarnya ini tanggungan biaya yang harus dipenuhi agar penyelenggaraan pendidikan itu memenuhi standar mutu, tetapi dari sisi yang lain kita bisa melihat bahwa pedidikan tinggi ini adalah tersier, jadi bukan wajib belajar,” ucap Prof. Tjitjik dalam acara Taklimat Media tentang Penetapan Tarif UKT di Kemnedikbudristek, Jakarta, Rabu (15/5/2024).

Hal ini mengindikasikan bahwa tidak semua individu yang lulus dari SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah harus meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi. Pendidikan tinggi dipandang sebagai opsi, dan untuk mereka yang memilih melanjutkan, biaya pendidikan harus diatasi secara mandiri atau melalui dukungan beasiswa.

Namun, Kemendikbud Ristek tetap bertekad untuk meningkatkan aksesibilitas pendidikan tinggi bagi masyarakat yang kurang mampu. Langkah ini diwujudkan melalui berbagai program, termasuk KIP Kuliah, Beasiswa Bidikmisi, serta Dana Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOP-PTN).

Kemendikbud Ristek juga menggalakkan perguruan tinggi untuk meningkatkan pengelolaan keuangan dengan lebih efisien dan efektif, sehingga biaya pendidikan dapat ditekan. Pemerintah juga terus berkomitmen untuk meningkatkan aksesibilitas pendidikan tinggi bagi masyarakat yang kurang mampu.

(HES)

Bagikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.