Beranda Goverment KNKT: Tahun 2017 Kecelakaan LLAJ Meningkat 2 Kali Lipat

KNKT: Tahun 2017 Kecelakaan LLAJ Meningkat 2 Kali Lipat

BERBAGI

Jakarta, Halo Indonesia – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sebagai sebuah lembaga independent pemerintahan Indonesia yang melaksanakan tugas dan fungsi investigasi kecelakaan transportasi melaporkan capaian kinerja investigasi keselamatan transportasi sepanjang 2017 di Aula Kantor KNKT, Kamis 19 Januari 2018.

Dalam kesempatan itu dipaparkan bahwa angka kecelakaan transportasi darat selama 2017 meningkat dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Berdasarkan data statistik tahun 2016 menunjukkan 6 kasus kecelakaan dan 15 kasus kecelakaan pada tahun 2016. Terjadi peningkatan yang signifikan.

Komite Investigasi Kecelakaan LLAJ (Lalu Lintas dan Angkutan Jalan) telah melakukan 15 investigasi kecelakaan LLAJ yang terdiri dari 10 kejadian tabrakan, 3 kejadian terguling, dan 2 kejadian terbakar. Korban jiwa kecelakaan sebanyak 41 orang dan korban luka-luka 66 orang. Jumlah rekomendasi yang dibuat oleh KNKT sebanyak 46 rekomendasi.

Disisi lain, data statistik kecelakaan penerbangan menurun, pada 2016 terjadi 45 kecelakaan dan 2017 tercatat 37 kecelakaan, kecelakaan pelayaran naik dari 18 kecelakaan di tahun 2016 naik hingga 34 kecelakaan, sementara di perkeretaapian tercatat sebanyak 7 kecelakaan kereta api di 2017.

Ketua KNKT,  DR. Ir. Soerjanto Tjahjono mengatakan, jenis kendaraan truk dan bus pariwisata  menjadi perhatian khusus bagi pihak KNKT yang menyebabkan tingginya angka kecelakaan. “Berdasarkan data, jumlah kecelakaan bus cukup banyak karena pengemudi yang  kelelahan. Di sini kami mengimbau hotel-hotel, ataupun tempat pariwisata untuk menyediakan tempat istirahat bagi pengemudi demi menjaga keselamtan,”  ungkap Soerjanto.

Selain faktor pengemudi, Soerjanto juga menjelaskan bahwa faktor lain juga akibat buruknya kondisi kendaraan yang sudah tidak pantas untuk dikemudikan. “Banyak pengemudi yang tidak memperhatikan kondisi kendaraannya bahkan sengaja dibiarkan, seperti rem. Selama ini rem blong menjadi pemicu kecelakaan bus dan truk,” jelasnya.

Pada kendaraan roda dua, KNKT masih mencari metode untuk menurunkan angka kecelakaan. “Kecelakaan roda dua lebih banyak disebabkan karena kurang disiplinnya pengendara dalam menaati aturan lalu lintas,” ujarnya.

Sebagai bentuk preventif, Investigator Keselamatan LLAJ telah melakukan advokasi angkutan lebaran pada beberapa terminal seperti terminal Poris Tangerang, terminal Pulogadung, Terminal Kampung Rambutan, Terminal Bulak Kapal Bekasi, Pool Prima Jasa serta melakukan sosialisasi kepada penyedia jasa mudik gratis.

Selain itu juga SUBKOM IK LLAJ melaksanankan Forum Group Discussion (FGD) untuk menyamakan persepsi mengenai persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor dibeberapa kota seperti Bandung, Surabaya, dan Jogyakarta.

Pihak KNKT mengajak semua kalangan masyarakat dan stakeholder untuk bekerjasama dalam meningkatkan keselamatan transportasi. KNKT juga menghimbau penyedia layanan jasa kendaraan untuk memperhatikan kondisi kendaran dan pengemudinya, juga pengguna jasa untuk turut berpartisi dalam memilih dan memilah transportasi yang layak demi leselamatan bersama.

 

Bagikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.