Beranda Acommodation Tren Staycation Menjadi Potensi Bisnis 2022

Tren Staycation Menjadi Potensi Bisnis 2022

BERBAGI
Tren Staycation Menjadi Potensi Bisnis 2022

Jakarta, Haloindonesia.co.id – Pandemi yang terjadi sejak Maret 2020 di Indonesia menyebabkan perekonomian nasional terguncang. Hampir semua sektor perekonomian terkena dampak akibat hantaman dahsyat pandemi yang terjadi secara global ini.

Di satu sisi, masyarakat tidak ingin terjangkit oleh Corona virus dengan berdiam diri di rumah. Namun, disisi lain, masyarakat kemudian sadar bahwa berdiam diri di rumah dalam jangka waktu yang lama tidak baik bagi perekonomian mereka. Sebuah masa yang berat bagi masyarakat Indonesia untuk kembali beraktivitas namun tetap menjaga kesehatan.

Hal ini juga disadari oleh pemerintah dimana aktivitas perekonomian dianjurkan untuk tetap berjalan sebagaimana mestinya namun dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Gerakan 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak) menjadi sebuah standar untuk menjaga kesehatan di tempat umum. Selain itu, operasional pusat perbelanjaan, perkantoran dan pariwisata tetap beroperasi walaupun dengan disertai pembatasan waktu yang lebih singkat dari biasanya.

Sektor pariwisata adalah salah satu sektor yang menjadi perhatian khusus. Sektor pariwisata menyumbang banyak sekali kontribusi bagi perekonomian. Di situasi pandemi sekarang ini, bisnis pariwisata memang mengalami penurunan yang sangat drastis. Akan tetapi pengusaha tidak tinggal diam dengan menghadirkan bisnis staycation.

Apa itu Staycation?

Staycation adalah sebuah tren dimana seseorang liburan di kotanya sendiri dengan menyewa sebuah hotel atau penginapan di kotanya untuk berlibur dan melepas penat (kejenuhan) akibat terlalu lama work from home (WFH) atau school from home. Layaknya vacation, seseorang yang melakukan staycation menetap di sebuah hotel untuk sementara.

Menurut data Google Trends, grafik tren staycation secara teknikal cenderung mengalami kenaikan sejak awal tahun 2020. Tren staycation mencapai puncak tertingginya pada akhir Oktober 2021 yang kemudian terjadi peningkatan tren kembali pada libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

Berdasarkan data diatas, dapat disimpulkan bahwa trend staycation dapat menjadi sebuah peluang bisnis yang potensial dan menguntungkan khususnya bagi Anda pengusaha di sektor pariwisata dan perhotelan agar bisnis Anda tetap menghasilkan di masa pandemi Covid-19 yang terjadi secara global ini.

Penyebab Tingginya Tren Staycation

Tren staycation ini meningkat dikarenakan Pemerintah Indonesia melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa – Bali. Pembatasan tersebut mengatur seputar jam operasional ruang publik seperti pusat perbelanjaan, pusat hiburan dan aktivitas perkantoran.

Kebijakan-kebijakan tersebut juga memperketat akses keluar-masuk daerah.  Kebijakan yang mewajibkan rapid dan swab antigen membuat banyak masyarakat yang ‘keberatan’ oleh karena budget liburan yang terbatas atau yang sedang menghindari untuk tidak mendatangi rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya karena takut terinfeksi virus Covid-19. Tentu saja kebijakan ini membuat banyak masyarakat membatalkan rencana liburannya. Staycation merupakan alternatif liburan yang lebih praktis, lebih menyesuaikan budget, mudah dilakukan dan tidak mengurangi esensi dari liburan itu sendiri.

Alasan Staycation Semakin Diminati

Solusi Refreshing Saat Pandemi, pandemi yang terjadi secara global ini membuat pemerintah memperketat arus keluar – masuk suatu daerah. Salah satunya adalah pemberlakuan pemeriksaan swab antigen di perbatasan suatu wilayah dan berbagai peraturan lain seperti pemberlakuan jam operasional khusus untuk tempat hiburan serta berbagai peraturan khusus lainnya. Hal tersebut membuat mood refreshing jadi hilang.

Staycation adalah solusi bagi Anda yang ingin refreshing di masa pandemi. Dengan berlibur di kota Anda sendiri, maka Anda tetap mendapatkan esensi dari liburan itu sendiri. Dengan begitu, Anda juga dapat melindungi diri sambil berlibur.

Mudah Pergi Kapan Saja, melakukan staycation tidaklah sulit. Kapanpun Anda memiliki waktu luang, Anda bisa langsung melakukan staycation. Anda bisa pergi kapan saja jika ingin refreshing dari aktivitas di kantor atau kuliah. Liburan sehari hingga dua hari bukanlah suatu hal yang sulit bagi Anda seorang yang sibuk.

Budget Lebih Terjangkau, liburan di tempat wisata yang jauh tentu saja membutuhkan biaya perjalanan yang cukup menguras kantong seperti tiket transportasi, sewa kendaraan, biaya bensin dan toll, serta biaya-biaya tak terduga lainnya. Melakukan staycation (liburan di kota sendiri tentu saja dapat menghemat sejumlah uang yang bisa disisihkan untuk kebutuhan lain. Oleh karena itu, staycation semakin diminati karena dapat menghemat budget.

Efisien Waktu, jarak yang dekat membuat Anda bisa melakukan liburan dengan cepat dan lebih efisien waktu. Berlibur di kota yang jauh memakan waktu perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan. Dengan melakukan staycation, Anda bisa menggunakan waktu yang habis untuk perjalanan tersebut untuk menambah waktu liburan Anda.

Tidak Ribet Dalam Persiapan, melakukan staycation di kota Anda membuat Anda tidak perlu terlalu khawatir dan ribet dalam persiapan liburan. Berlibur di kota Anda mewajibkan Anda untuk meluangkan waktu, biaya dan tenaga ekstra untuk melakukan pengecekan kesehatan seperti swab atau rapid antigen terlebih dahulu. Kemudian, jika Anda menggunakan mobil atau motor pribadi, maka Anda harus melakukan service terlebih dahulu ke bengkel. Anda juga tidak perlu melakukan persiapan yang terlalu ribet layaknya ingin berpergian keluar kota.

Strategi Bisnis Staycation

Apabila Anda memiliki usaha di bidang perhotelan, villa, resort, guest house dan penyewaan rumah maka Anda harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Berikut adalah tips yang dapat dijadikan sebagai strategi bisnis untuk dapat bersaing di masa pandemi dan tren staycation :

Kerjasama dengan platform booking online, sekarang adalah zaman serba teknologi. Semua kebutuhan bisa didapatkan dengan mudah melalui internet secara online. Untuk itu Anda bisa bekerjasama dengan platform booking penginapan online. Hal ini membuat hotel Anda dapat dicari dengan mudah secara online. Calon pengunjung akan mencari rekomendasi hotel yang bagus dan hotel Anda akan muncul sebagai rekomendasi bagi calon pengunjung tersebut. Hal ini merupakan salah satu strategi dalam pemasaran hotel di era teknologi.

Fokus Pada Experience, salah satu kunci utama dalam menarik pengunjung yang akan melakukan staycation adalah hadirkan sebuah pengalaman yang luar biasa dan tidak mudah terlupakan. Tujuan utama dari staycation adalah ingin refreshing dan melupakan aktivitas rutin yang membosankan. Staycation tetaplah sebuah liburan. Walaupun liburannya cenderung low budget dan dekat rumah, tetapi experience pengunjung tetap harus diperhatikan. Hal ini agar pengunjung tersebut dapat merekomendasikan tempat staycation kepada teman dan kerabatnya. Dengan demikian tempat staycation Anda akan tetap ramai akibat adanya mouth to mouth marketing. Strategi ini merupakan strategi yang simple namun powerful terhadap sales bisnis staycation Anda.

Buat Paket Staycation Menarik, anda bisa membuat sebuah promosi marketing berupa paket khusus staycation menarik. Salah satunya dengan special offer menginap selama berapa waktu maka akan mendapatkan potongan harga dan souvenir tertentu yang akan didapatkan secara khusus untuk kenang-kenangan selama staycation. Hal ini akan menghadirkan pengalaman (experience) tersendiri bagi pengunjung.

Renovasi Hotel, memberikan penyegaran baik pada interior maupun exterior hotel akan meningkatkan minat pengunjung yang akan melakukan staycation. Tampilan hotel yang terkesan jadul dan horor akan membuat pengunjung enggan menginap di hotel tersebut. Lakukan renovasi sesegera mungkin dengan memberikan warna dan tampilan yang baru serta modern. Pastikan hotel Anda instagramable sehingga meningkatkan minat pengunjung, khususnya kaum milenial.

Aktif Promosi di Sosial Media, di zaman teknologi seperti sekarang ini, sosial media merupakan tempat promosi yang paling efektif. Calon pengunjung bisa saja menemukan rekomendasi hotel dari sosial media. Foto dan video liburan teman di hotel tertentu dapat menjadi daya tarik seseorang dan menjadikan hotel Anda sebagai wishlist lokasi staycation selanjutnya. Anda bisa menggunakan social media influencer yang sesuai dengan target market hotel Anda untuk membantu mempromosikan hotel Anda.

Buat Spot Foto yang Instagramable, Salah satu daya tarik sebuah hotel sebagai lokasi staycation adalah spot foto yang bagus dan bisa dijadikan sebagai konten di sosial media seperti Instagram dan Tik Tok. Tren mengunggah pengalaman liburan di media sosial sudah menjadi kewajiban bagi seseorang yang aktif di media sosial. Spot foto yang mendukung bisa meningkatkan followers dan juga engagement pada media sosial seseorang.

Hal ini juga memberikan dampak positif bagi bisnis hotel dan bisnis staycation karena bisa meningkatkan awareness masyarakat terhadap sebuah hotel dan secara tidak langsung menjadikan seseorang menjadi penasaran dan ingin mengunjungi spot foto tersebut. Untuk itu, hal ini dapat menjadi salah satu strategi bagi bisnis staycation.

Bagi pelaku usaha yang memiliki usaha di bidang perhotelan dan tempat wisata, jadikan tren staycation ini sebagai momentum untuk meningkatkan pendapatan usaha Anda. Jika Anda belum memiliki hotel dan ingin mengembangkan jaringan bisnis Anda ke sektor perhotelan, maka Anda bisa mencari hotel yang dijual atau tanah kavling untuk pembangunan hotel di website Ray White Indonesia.

Bagikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.