Beranda Airport Upaya Bandara Illu Menghadirkan Konektivitas Di Wilayah Pegunungan Jaya

Upaya Bandara Illu Menghadirkan Konektivitas Di Wilayah Pegunungan Jaya

BERBAGI
Upaya Bandara Illu Menghadirkan Konektivitas Di Wilayah Pegunungan Jaya

Puncak Jaya, Haloindonesia.co.idBandara Illu menjadi bagian penting dalam menjamin keterbukaan wilayah di Distrik Mulia. Kota Mulia menjadi pusat pemerintahan atau Ibu Kota dari Kabupaten Puncak Jaya, di Provinsi Papua Tengah, Indonesia.

Distrik Mulia menjadi Ibu Kota Kabupaten terdingin di Indonesia, yang berada di ketinggian 2.448 meter di atas permukaan laut. Kota Mulia adalah satu-satunya daerah berpenghuni yang ketinggiannya dikelilingi pegunungan Jaya Wijaya atau Puncak Jaya.

Transportasi udara memegang peran penting dalam menghadirkan konektivitas di wilayah Puncak Jaya. Berbicara transportasi udara, tak lengkap tanpa menyebut kehadiran bandara. Salah satunya Bandara Illu yang terletak di Distrik Mulia, untuk menghubungkan pegunungan Jaya Wijaya dengan wilayah lainnya.

Kepala Bandara Illu Lilik Nirwanto, mengatakan, saat ini lalu lintas penerbangan dari dan menuju Bandara Illu mengalami kenaikan yang sangat signifikan. “Bandara Illu yang berlokasi di Puncak Jaya, Papua Tengah, melayani semua penerbangan perintis. Di tahun 2023, Bandara Illu  mengalami peningkatan lalu lintas penerbangan yang cukup pesat,” jelas Lilik, kepada Halo Indonesia, beberapa waktu lalu.

Saat ini, lanjut dia, Bandara Illu melayani rute penerbangan perintis dari Nabire dengan frekuensi 2 penerbangan dalam seminggu, Wamena 1kali dalam seminggu, Sentani 1 dalam seminggu, yang dilayani Susi Air. Sedangkan untuk penerbangan kargo dari Sentani ke Illu untuk pengiriman BBM Bersubsidi setiap hari. “Meskipun, dari Wamena ke Illu dapat melalui jalur darat, tetapi memakan waktu 8 jam. Sehingga pergerakan penumpang dan barang lebih efisein dan efektif melalui transportasi udara. Banyak masyarakat meminta frekuensi penerbangan ditambah, khususnya untuk rute Nabire-Illu yang tidak dapat dilakukan melalui jalan darat,” jelas Lilik.

Lanjut dia, saat ini frekuensi penerbangan untuk rute Nabire-Illu mendapat izin hanya 2 kali dalam seminggu. “Kami sedang mengajukan permohonan untuk penambahan 1 frekuensi  penerbangan sehingga nantinya ada 3 kali penerbangan dalam seminggu,” ucap Lilik.

Selain itu, dia menambahkan, masyarakat juga meminta ada penerbangan Timika-Illu Pulang-Pergi (P-P)seminggu sekali. “Mudah-mudahan ini dapat direalisasikan pada tahun depan (2024) melalui penerbangan perintis melalui kerjasama dengan Bandara Timika. Jarak penerbangan antara Timika-Illu lebih dekat dibanding jarak penerbangan Nabire-Illu untuk tujuan ke Jakarta,” terang Lilik.

Selain itu, jika menggunakan kendaraan bermotor, jalur darat dari Nabire ke Illu belum tembus. “Jadi dari Nabire menuju Illu hanya dapat ditempuh melalui jalur penerbangan. Sedangkan dari Wamena ke Illu sudah dapat dilalui lewat jalur darat yang dapat ditempuh dalam 8 jam karena kondisi jalan lumpur dan berbatu,” ucap dia.

Lilik menambahkan, demand penerbangan dari Nabire dan Sentani menuju Illu cukup tinggi sehingga masyarakat meminta adanya penambahan penerbangan. “Nabire dan Sentani selalu full seat karena tidak ada akses jalur darat. Saat ini penerbangan Nabire-Illu dilayani Smart Air dan Sentani-Illu  dan Wamena-Illu oleh Susi Air,” kata dia.

Bagikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.