Joan Gaspart Akui Kebablasan Kritik Messi, Mantan Bos Barcelona Kirim Pesan Maaf

4 minutes reading View : 37
Teguh Prasetyo
Olahraga - 17 Oct 2026

Joan Gaspart, presiden Barcelona periode 2000 hingga 2003, menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada Lionel Messi hanya beberapa hari setelah melontarkan kritik pedas terhadap mantan kapten Blaugrana itu dalam sebuah siniar. Insiden ini kembali menyentuh luka lama di Barcelona, yaitu perpisahan Messi dengan klub yang tidak pernah dirayakan secara layak.

Gaspart mengaku telah mengirim pesan pribadi kepada Messi dan menyadari dirinya sudah melewati batas. Meski begitu, ia tidak sepenuhnya menarik pandangannya. Menurut Gaspart, kalimat bahwa Barcelona lebih besar daripada pemain mana pun seharusnya menjadi akhir dari komentarnya, bukan awal dari serangan yang lebih personal.

Polemik ini muncul di tengah hubungan Messi dan Presiden Barcelona Joan Laporta yang belum sepenuhnya pulih sejak 2021. Pertanyaan terbesarnya kini adalah apakah laga perpisahan yang masih diidamkan Messi di Camp Nou bisa terwujud selama perselisihan itu belum selesai.

Komentar yang Memicu Polemik

Semuanya bermula saat Gaspart menjadi bintang tamu di siniar Slo Para Cules. Topik pembicaraan mengarah pada kemungkinan Messi menolak hadir di acara perpisahan selama Laporta masih menjabat, lalu baru datang setelah sang presiden lengser.

Gaspart menanggapinya dengan keras. “Messi harus berhati-hati. Barca lebih besar darinya,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa jika Messi baru mau berpamitan setelah Laporta tidak lagi menjabat, dirinya tidak akan menghadiri acara penghormatan tersebut.

Nada yang makin personal

Bagian yang paling banyak disorot adalah pertanyaan retoris Gaspart: “Memangnya dia pikir dia siapa?” Ia menegaskan bahwa siapa pun presidennya, Messi tetap semestinya datang untuk berpamitan kepada klub. Kalimat inilah yang belakangan ia sesali.

Ralat dan Permintaan Maaf

Tidak butuh waktu lama bagi Joan Gaspart untuk meralat ucapannya. Menariknya, ia membuka permintaan maafnya dengan pengakuan bahwa meminta maaf bukan kebiasaannya. Ia mengatakan bahkan tidak pernah meminta maaf kepada anak-anaknya sendiri ketika mengkritik mereka demi kebaikan.

Namun kali ini berbeda. “Anda boleh saja mencintai Messi, tetapi Anda tidak mungkin mencintainya lebih dari saya,” kata Gaspart. Ia lalu mengungkapkan bahwa dirinya mengirim pesan kepada Messi karena sadar sudah bertindak terlalu jauh.

Batas yang menurut Gaspart seharusnya tidak dilewati

Gaspart menjelaskan di mana letak kesalahannya. Menurutnya, ucapan yang pantas cukup berhenti pada pesan bahwa Barcelona sangat menyayangi Messi, tetapi klub tetap jauh lebih besar darinya. Segala yang ia katakan setelah itu, termasuk mempertanyakan siapa diri Messi, adalah hal yang ia anggap tidak perlu.

Dengan kata lain, Gaspart memisahkan antara prinsip yang tetap ia pegang, yakni institusi di atas individu, dan cara penyampaian yang ia akui keliru.

Akar Masalah: Kepergian Messi pada 2021

Sensitivitas topik ini tidak lepas dari cara Messi meninggalkan Barcelona. Pada Agustus 2021, klub mengumumkan Messi tidak akan melanjutkan kariernya di Camp Nou meski kedua pihak sempat mencapai kesepakatan. Dalam pernyataan resminya saat itu, Barcelona menyebut hambatan finansial dan struktural, termasuk regulasi La Liga, sebagai penyebab kontrak baru tidak bisa diresmikan.

Perpisahan itu memunculkan beragam spekulasi, mulai dari keengganan manajemen memperpanjang kontrak hingga perbedaan visi. Suasana semakin panas setelah muncul pernyataan dari kubu pimpinan klub bahwa Messi sebenarnya bisa bertahan jika bersedia bermain tanpa bayaran.

Linimasa singkat
Periode Peristiwa
2000 hingga 2003 Joan Gaspart menjabat Presiden Barcelona
Maret 2021 Joan Laporta kembali terpilih sebagai presiden klub
Agustus 2021 Messi resmi meninggalkan Barcelona dan bergabung dengan Paris Saint-Germain
2023 Messi pindah ke Inter Miami di Major League Soccer
Baru-baru ini Gaspart mengkritik Messi di siniar Slo Para Cules, lalu meminta maaf

Selama di Barcelona, Messi mencetak 672 gol dalam 778 pertandingan resmi, rekor yang menjadikannya pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah klub. Status itulah yang membuat absennya momen perpisahan terasa janggal bagi banyak pendukung.

Laga Perpisahan yang Masih Tertunda

Messi dikabarkan masih menyimpan keinginan untuk menggelar pertandingan perpisahan di Camp Nou ketika kelak memutuskan pensiun. Ia belum pernah sempat mengucapkan selamat tinggal secara langsung kepada para pendukung Barcelona, karena kepergiannya diumumkan secara mendadak lewat konferensi pers.

Permintaan maaf Joan Gaspart setidaknya meredakan satu sumber ketegangan. Namun kunci utama tetap berada pada hubungan Messi dan Laporta. Selama keduanya belum menemukan titik temu, rencana penghormatan bagi pemain terbesar dalam sejarah klub masih belum memiliki kepastian.

Disclaimer: This content was partially produced with the help of AI tools and This content is for informational purposes only and not investment advice.

Share Copied

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *