Microsoft secara resmi memfokuskan pengembangan sistem operasi Windows 11 pada aspek performa dan keandalan melalui inisiatif internal bersandi Windows K2 mulai Jumat, 1 Mei 2026. Langkah masif ini diambil untuk merespons keluhan pengguna terkait stabilitas sistem.
Dilansir dari Detik iNET dan laporan Windows Central, proyek Windows K2 merupakan upaya raksasa perangkat lunak tersebut untuk memperbaiki rentetan pembaruan yang bermasalah. Microsoft kini mulai mengurangi ambisi fitur kecerdasan buatan (AI) yang sebelumnya dinilai terlalu agresif oleh para pengguna.
Beberapa perubahan konkret dalam strategi baru ini mencakup pengembalian kebebasan pengaturan posisi taskbar dan kehadiran fitur Xbox Mode. Selain itu, pengguna kini diberikan izin untuk menunda pembaruan sistem tanpa batas waktu demi kenyamanan bekerja.
Sektor antarmuka menjadi prioritas utama dengan rencana perombakan Start Menu menggunakan WinUI 3 yang diklaim mampu meningkatkan kecepatan hingga 60 persen. Microsoft juga menargetkan pencarian file instan pada File Explorer dengan mengacu pada standar performa aplikasi pihak ketiga.
Pengembangan ini juga dipicu oleh persaingan ketat dengan macOS dan Linux yang mulai merebut pangsa pasar. Microsoft berambisi menyamai performa gaming SteamOS dalam dua tahun ke depan guna mempertahankan dominasi di ekosistem PC gaming.
Selain itu, optimasi Windows K2 ditujukan agar sistem operasi dapat berjalan lebih ringan pada laptop dengan RAM 8GB. Strategi ini diprediksi sebagai langkah pertahanan terhadap peluncuran MacBook Neo seharga USD 600 yang akan segera masuk ke pasar.
Untuk menjaga kualitas, Microsoft akan menerapkan standar pengujian yang lebih ketat sebelum mendistribusikan pembaruan ke publik. Perusahaan juga berencana menghidupkan kembali interaksi langsung dengan komunitas Windows Insiders guna menyerap aspirasi pengembang secara lebih efektif.