Hujan Buatan Disiapkan untuk Redam Polusi Udara Jakarta Jelang 35 Ribu Pelari Turun di JRF

4 minutes reading View : 9
Teguh Prasetyo
Berita - 21 Oct 2026

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) pada 22-23 Oktober 2026 untuk memancing hujan, di tengah kualitas udara Jakarta yang masih kerap tercatat tidak sehat. Gubernur Pramono Anung menyampaikan rencana itu di Balai Kota pada Rabu, 21 Oktober, tiga hari sebelum akhir pekan yang padat agenda internasional.

Taruhannya besar. Jakarta Running Festival (JRF) 2026 digelar dua hari pada 24-25 Oktober, sementara rapper Amerika Serikat Kanye West, yang kini memakai nama Ye, dijadwalkan tampil di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Sabtu, 24 Oktober. Pramono sebelumnya memperkirakan JRF akan diikuti sekitar 35 ribu hingga 38 ribu pelari, yang semuanya akan berlari di ruang terbuka.

Pramono bahkan meminta operasi dimulai lebih awal bila memungkinkan, dan membuka peluang OMC diperpanjang hingga hari terakhir lomba. Hasilnya masih bergantung pada ketersediaan awan, sehingga belum ada jaminan hujan benar-benar turun sebelum acara.

Instruksi Gubernur dan Jadwal Operasi

Perintah pelaksanaan OMC diberikan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta. Pramono menegaskan targetnya adalah dua hari sebelum lomba, namun ia tidak keberatan jika operasi bisa berjalan lebih cepat.

“Saya sudah memerintahkan kepada Badan Penanggulangan Bencana untuk melakukan OMC pada tanggal 22-23. Sebenarnya kalau hari ini bisa mulai hari ini,” kata Pramono, Rabu.

Ia berharap hujan membuat suasana kota lebih sejuk saat para pelari memulai lomba. “Mudah-mudahan sebelum pelaksanaan Jakarta Running Festival, Jakarta sudah lebih sejuk, lah. Mudah-mudahan awannya memenuhi,” ujarnya.

Tanggal Agenda Status per 21 Oktober
21 Oktober Pengumuman rencana OMC Dikonfirmasi gubernur
22-23 Oktober Pelaksanaan OMC oleh BPBD Direncanakan, bergantung kondisi awan
24 Oktober Hari pertama JRF dan konser Ye di SUGBK Terjadwal
25 Oktober Hari kedua JRF, OMC dapat dilanjutkan Opsional, jika memungkinkan

Mengapa Kualitas Udara Jadi Sorotan

Pelari menghirup lebih banyak udara

Lari jarak jauh membuat napas lebih cepat dan dalam, sehingga paparan polutan saat berolahraga di luar ruangan berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Kategori lomba JRF pun beragam. Festival yang dipusatkan di kompleks Gelora Bung Karno ini mencakup nomor maraton, half marathon, 10K, 5K, hingga Junior Dash, sehingga peserta anak-anak juga ikut terpapar kondisi udara yang sama.

Catatan polusi sepanjang 2026

Masalah udara Jakarta bukan hal baru tahun ini. Pada awal tahun, data IQAir pada 5 Januari 2026 pagi menunjukkan indeks kualitas udara Jakarta di angka 174, menempatkannya sebagai kota dengan udara terburuk keenam di dunia. Memasuki musim kemarau, kondisinya belum membaik. Pada 1 Agustus 2026 pagi, AQI Jakarta tercatat 163 dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 79,2 mikrogram per meter kubik.

Upaya jangka panjang Pemprov

OMC bersifat jangka pendek. Untuk penanganan struktural, Pemprov DKI bersama BMKG tengah menyiapkan sistem peringatan dini kualitas udara agar polusi dapat diprediksi lebih akurat. Jakarta sendiri telah memiliki 111 Stasiun Pemantau Kualitas Udara yang aktif di seluruh wilayah, sehingga warga dan peserta lomba dapat memantau kondisi terkini menjelang hari pelaksanaan.

Akhir Pekan Bernilai Ratusan Miliar

Proyeksi perputaran ekonomi

Di balik urusan cuaca, ada kepentingan ekonomi yang ingin dijaga. Perputaran uang selama JRF 2026 diperkirakan menembus Rp150 miliar. Pramono bahkan yakin angkanya bisa lebih tinggi karena lomba berlangsung bersamaan dengan konser Ye.

“Saya meyakini bahwa apa yang disampaikan oleh Pak Luhut, diprediksi, menurut saya akan lebih dari Rp150 miliar,” kata Pramono pada Kamis, 1 Oktober.

Ia berkaca pada acara besar sebelumnya. Menurut Pramono, konser The Weeknd dan festival musik Pestapora mampu menggerakkan ekonomi sekitar Rp250 miliar.

Penonton mancanegara dan hotel penuh

Konser Ye diprediksi mendatangkan banyak wisatawan asing, dengan separuh penonton disebut berasal dari luar negeri. Pramono menyebut Jakarta menjadi satu-satunya kota di Asia Tenggara dan Oseania yang dipilih sebagai lokasi konser Ye dalam rangkaian turnya tahun ini. Pertunjukan ini juga menjadi penampilan perdana Ye di Indonesia sepanjang kariernya.

Dampaknya sudah terasa di sektor perhotelan. “Hampir semua hotel yang dilalui jalur lari ini, sudah habis semua, sudah sold out semua, termasuk banyak hotel-hotel di pinggiran,” ujar Pramono.

Lalu lintas dan kepadatan

Dua acara besar di kawasan yang sama juga menuntut pengaturan lalu lintas. Pramono telah meminta Dinas Perhubungan menyiapkan skema transportasi dan rekayasa lalu lintas sejak dini. Warga yang beraktivitas di sekitar Senayan pada akhir pekan disarankan memantau pengumuman resmi terkait penutupan jalan.

Share Copied

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *