PLN Operasikan PLTD Sidera 50 MW, Jaga Listrik Sulawesi saat Kemarau Tekan PLTA

3 minutes reading View : 10
Teguh Prasetyo
Berita - 21 Oct 2026

PLN mulai mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Sidera, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, dengan kapasitas total 50 megawatt (MW). Pembangkit ini disiapkan sebagai penyangga ketika kemarau berkepanjangan menurunkan debit air dan memangkas produksi sejumlah pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang ikut menopang sistem kelistrikan Sulawesi.

Namun, tidak seluruh kapasitas itu sudah masuk ke jaringan. Per keterangan yang disampaikan Rabu (21/10/2026), baru 20 MW yang beroperasi. Sisanya, 30 MW, masih dalam tahap persiapan dan disebut akan segera beroperasi, tanpa tanggal pasti yang diumumkan.

Penambahan daya ini dijalankan dengan dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Kabupaten Sigi. Manajemen perusahaan menyatakan langkah tersebut tidak hanya menjawab tekanan pasokan musim ini, tetapi juga bagian dari upaya menyiapkan sistem menghadapi kenaikan kebutuhan listrik ke depan.

Kapasitas Masuk Bertahap

Berikut status kapasitas PLTD Sidera berdasarkan keterangan resmi perusahaan:

Komponen Kapasitas Status per 21 Oktober 2026
Tahap yang sudah berjalan 20 MW Beroperasi
Tahap berikutnya 30 MW Dalam persiapan, segera beroperasi
Total 50 MW

Dengan kata lain, 40 persen dari tambahan daya yang dijanjikan sudah tersedia bagi sistem. Kapan sisa 60 persen menyusul akan sangat menentukan seberapa besar ruang cadangan yang dimiliki sistem Sulawesi selama musim kering masih berlangsung.

Mengapa Kemarau Menjadi Persoalan Pasokan

Produksi PLTA bergantung pada debit air

Kemampuan PLTA menghasilkan listrik ditentukan oleh volume dan aliran air yang tersedia. Ketika curah hujan berkurang dalam waktu lama, debit sungai dan waduk ikut turun, sehingga produksi listrik dari pembangkit tersebut menyusut. PLN tidak merinci PLTA mana saja yang terdampak maupun berapa besar penurunan produksinya.

Diesel sebagai penyangga

Di sinilah pembangkit diesel berperan. Unit PLTD umumnya dapat dinyalakan dan diatur bebannya relatif cepat, sehingga kerap dipakai untuk menutup celah pasokan ketika pembangkit utama tidak bisa beroperasi optimal. General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan (UIK) Dwipantara, Sujana, menyebut perusahaan mengatur operasi, pemeliharaan, dan koordinasi antarunit agar kapasitas yang ada terpakai sesuai kebutuhan sistem, termasuk saat kontribusi PLTA menurun.

Penjelasan dari Manajemen PLN

Direksi: bagian dari strategi keandalan

Direktur Manajemen Pembangkitan PLN, Rizal Calvary Marimbo, menempatkan tambahan daya di Sigi sebagai respons terhadap perubahan kondisi cuaca.

“Ketika kondisi kemarau memengaruhi kemampuan produksi sejumlah pembangkit tenaga air, kami mengambil langkah antisipatif melalui penguatan kapasitas pembangkit. Tambahan daya 50 MW ini menjadi salah satu upaya konkret untuk memperkuat sistem kelistrikan Sulawesi sehingga pasokan listrik kepada masyarakat dan sektor produktif dapat terus terjaga,” kata Rizal.

Unit pembangkit: koordinasi lintas unit

Sujana menegaskan pelaksanaan di lapangan melibatkan arahan direksi serta dukungan kepala daerah.

“Sesuai arahan Direktur Manajemen Pembangkitan dan didukung oleh Bapak Gubernur Sulteng dan Bupati Sigi, kami bergerak bersama seluruh unit PLN untuk memastikan penguatan pasokan listrik di Sulawesi dapat dilaksanakan dengan baik. Kami terus berupaya meningkatkan keandalan pembangkit agar listrik bagi masyarakat bisa terus tercukupi,” ujarnya.

Lebih dari Sekadar Respons Musiman

Mengimbangi pertumbuhan kebutuhan energi

Rizal menyatakan bahwa menambah kapasitas saja tidak cukup. Menurutnya, langkah itu perlu dibarengi kesiapan operasional dan evaluasi sistem secara berkelanjutan agar jaringan Sulawesi mampu mengikuti pertumbuhan permintaan energi.

“Kami ingin menjaga sistem kelistrikan Sulawesi semakin tangguh dan adaptif terhadap berbagai tantangan. Melalui penguatan kapasitas pembangkit, peningkatan kesiapan operasi, dan kolaborasi seluruh unit PLN, kami optimistis keandalan pasokan listrik dapat terus ditingkatkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” tuturnya.

Peran pemerintah daerah

Baik Rizal maupun Sujana menyebut dukungan Pemprov Sulawesi Tengah dan Pemkab Sigi sebagai bagian dari proses ini. Bentuk dukungan secara spesifik, misalnya terkait lahan, perizinan, atau logistik, tidak dijelaskan dalam keterangan resmi.

Hal yang Belum Dijelaskan

Sejumlah informasi penting belum tersedia dari keterangan PLN, antara lain jadwal pasti beroperasinya 30 MW sisanya, daftar PLTA yang produksinya turun, besaran defisit yang hendak ditutup, serta berapa lama PLTD Sidera direncanakan beroperasi. Informasi tersebut akan membantu publik menilai apakah tambahan 50 MW cukup untuk menjaga pasokan hingga musim hujan tiba.

Share Copied

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *