Abu Anak Krakatau Melayang ke Lampung dan Banten, Dua Gunung Api Bertahan di Level Siaga

3 minutes reading View : 2
Teguh Prasetyo
Berita - 18 Oct 2026

Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mencatat enam kali erupsi sepanjang Minggu (18/10/2026). Pada hari yang sama, Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah melontarkan guguran lava sejauh 2 kilometer. Keduanya masih berstatus Level III atau Siaga, tingkat kedua tertinggi dalam sistem peringatan gunung api Indonesia. Artinya, pembatasan aktivitas di sekitar kedua gunung tetap berlaku.

Erupsi terakhir Anak Krakatau terjadi pukul 12.59 WIB dan menjadi yang paling kuat terekam hari itu. Kolom abunya menjulang 500 meter dari puncak kawah, atau sekitar 657 meter di atas permukaan laut. Abu hitam pekat terbawa angin ke utara, dengan sebaran yang sempat terdeteksi mengarah ke Lampung dan Banten.

Seluruh data dalam laporan ini berasal dari pengamatan petugas hingga Minggu siang, sehingga perkembangan setelahnya belum tercakup. Petugas meminta masyarakat mematuhi batas aman dan hanya mengikuti informasi dari lembaga pemantau gunung api resmi.

Batas Aman yang Berlaku Saat Ini

Anak Krakatau: Radius 5 Kilometer

Masyarakat, wisatawan, dan pendaki dilarang mendekati pusat erupsi dalam radius 5 kilometer. Petugas Pos Pantau Gunung Anak Krakatau, Suwarno, juga mengingatkan warga agar tidak mudah percaya pada kabar di media sosial yang belum terverifikasi.

Merapi: Zona Bahaya per Sektor

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menetapkan jarak bahaya berbeda untuk setiap alur sungai yang berhulu di Merapi.

Sektor Alur sungai Jarak bahaya maksimum dari puncak
Selatan hingga barat daya Sungai Boyong 5 km
Selatan hingga barat daya Sungai Bedog, Krasak, Bebeng 7 km
Tenggara Sungai Woro 3 km
Tenggara Sungai Gendol 5 km

BPPTKG meminta warga tidak beraktivitas di zona tersebut. Lahar dan awan panas perlu diwaspadai terutama saat hujan turun, dan warga diimbau bersiap menghadapi paparan abu jika terjadi erupsi.

Rincian Erupsi Anak Krakatau

Lima Erupsi Pagi, Satu Erupsi Siang

Menurut Suwarno, lima dari enam erupsi berlangsung antara pukul 06.00 dan 12.00 WIB. Seismogram memberi gambaran kekuatan dua erupsi terakhir:

Waktu (WIB) Amplitudo maksimum Durasi
12.01 51 mm ±41 detik
12.59 56 mm ±36 detik

Laporan sumber tidak merinci tinggi kolom abu untuk lima erupsi pertama. Yang dipastikan hanya kolom tertinggi, yakni 500 meter pada erupsi keenam.

Apa Arti Angka 657 Meter

Selisih antara tinggi kolom abu dari puncak dan dari permukaan laut menunjukkan puncak kawah Anak Krakatau kini berada di kisaran 157 meter di atas permukaan laut. Ketinggian tersebut masih jauh di bawah ukuran gunung sebelum sebagian lerengnya runtuh pada Desember 2018.

Mengapa Merapi Masih Diwaspadai

Guguran Lava dan Kegempaan

Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso melaporkan empat guguran lava selama periode pengamatan pukul 06.00 hingga 12.00 WIB. Material meluncur ke arah Kali Sat/Putih dan Kali Krasak dengan jarak terjauh 2.000 meter.

Jenis aktivitas (06.00 hingga 12.00 WIB) Jumlah
Guguran lava 4 kali
Gempa guguran 16 kali
Gempa hibrida/fase banyak 14 kali
Gempa tremor nonharmonik 2 kali

Asap kawah berwarna putih tipis teramati naik hingga 250 meter di atas puncak.

Suplai Magma Belum Berhenti

BPPTKG menyebut magma masih terus mengisi tubuh Merapi. Kondisi ini membuka kemungkinan awan panas guguran di sektor-sektor yang tercantum dalam peta kawasan rawan, sehingga status Siaga belum diturunkan.

Latar Belakang

Sistem Empat Level Status Gunung Api

Indonesia memakai empat tingkat status aktivitas gunung api: Level I (Normal), Level II (Waspada), Level III (Siaga), dan Level IV (Awas). Penetapannya dilakukan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di bawah Badan Geologi, sementara pemantauan Merapi ditangani khusus oleh BPPTKG. Pada Level III, aktivitas dinilai cukup tinggi sehingga radius bahaya dan larangan mendekat diberlakukan.

Riwayat Kedua Gunung

Anak Krakatau muncul ke permukaan laut pada 1927 dari kaldera Krakatau, yang meletus dahsyat pada 1883. Pada 22 Desember 2018, runtuhnya sebagian tubuh gunung memicu tsunami di pesisir Banten dan Lampung yang menewaskan lebih dari 400 orang. Merapi, salah satu gunung api paling aktif di Indonesia, menelan lebih dari 300 korban jiwa saat erupsi besar 2010 dan berstatus Siaga sejak November 2020. Riwayat inilah yang membuat imbauan untuk menjauhi zona bahaya di kedua gunung perlu dipatuhi.

Share Copied

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *