Manchester United Revisi Daftar Incaran Gelandang Musim Depan

Manchester United dikabarkan telah mencoret Sandro Tonali dan Adam Wharton dari daftar gelandang incaran untuk musim depan. Prioritas tim adalah memperkuat lini tengah.

Manchester United mulai mematangkan rencana untuk merekrut gelandang anyar demi memperkuat skuad musim depan. Dua nama yang sebelumnya santer disebut-sebut, Sandro Tonali dan Adam Wharton, kini dilaporkan telah dihapus dari daftar prioritas.

Seperti diberitakan oleh Bola.com, keputusan ini muncul setelah The Red Devils menghabiskan lebih dari 250 juta paun pada bursa transfer musim panas 2025. Namun, mayoritas investasi tersebut dialokasikan untuk lini depan dan posisi penjaga gawang, menyisakan lini tengah yang dianggap terabaikan.

Kritik dari para penggemar terhadap kurangnya perhatian pada sektor gelandang menjadi salah satu pemicu utama perubahan strategi ini. Kebutuhan akan perbaikan di lini tengah semakin mendesak mengingat Casemiro telah memastikan kepergiannya secara gratis di akhir musim, dan Manuel Ugarte juga diperkirakan akan dilepas.

Dengan demikian, Manchester United bertekad untuk mendatangkan setidaknya dua gelandang baru yang sesuai dengan kebutuhan tim. Penyesuaian komposisi skuad menjadi fokus utama untuk menghadapi kompetisi mendatang.

Tonali dan Wharton Dicoret dari Daftar

Jurnalis transfer Ben Jacobs membeberkan alasan mengapa Tonali dari Newcastle United dan Wharton dari Crystal Palace tidak lagi menjadi pilihan realistis bagi Manchester United. Menurut Jacobs, perekrutan Tonali terkendala oleh biaya transfer dan gaji yang dinilai terlalu tinggi, sehingga tidak sebanding dengan nilai yang akan didapatkan klub.

Sementara itu, Adam Wharton berpotensi dicoret karena profil permainannya dianggap terlalu mirip dengan Kobbie Mainoo, gelandang muda Manchester United yang telah menunjukkan performa menjanjikan. Dengan demikian, klub mencari variasi pemain untuk melengkapi lini tengah.

Reaksi Pengamat dan Legenda

Pengamat sepak bola sekaligus figur publik pendukung Manchester United, Mark Goldbridge, melontarkan kritik keras terhadap keputusan tersebut. Ia mempertanyakan logika klub yang merasa tidak akan mendapatkan nilai sepadan dari gelandang berkualitas tinggi seharga 100 juta paun dan bergaji besar.

Goldbridge menekankan bahwa untuk mendapatkan gelandang kelas atas, klub memang harus siap membayar mahal, baik dari segi transfer maupun gaji. Menurutnya, nilai dan gaji yang tinggi seringkali sebanding dengan kualitas pemain top Eropa.

Berbeda dengan Goldbridge, legenda Manchester United, Ryan Giggs, justru melihat potensi pada Wharton. Ia menilai Wharton memiliki karakteristik yang cocok untuk tim, terutama dengan kemampuannya menguasai bola, mengalirkan umpan ke depan, dan pengalamannya di Liga Inggris.

Giggs juga menambahkan Elliot Anderson sebagai opsi menarik lainnya, mengingat performa solidnya. Namun, ia juga menyoroti tingginya biaya untuk pemain Inggris, yang akan sangat tergantung pada anggaran yang tersedia. Giggs menegaskan prioritas utama klub tetap pada perekrutan dua gelandang baru.

Recommended