Regulator Inggris Desak Apple Buka Akses NFC iPhone Lebih Murah bagi Dompet Digital Pesaing

4 minutes reading View : 1
Teguh Prasetyo
Gadget, Teknologi - 22 Oct 2026

Otoritas Persaingan dan Pasar Inggris (CMA) menyatakan bahwa konsesi Apple untuk membuka akses NFC iPhone kepada pengembang pihak ketiga belum cukup untuk menghidupkan persaingan layanan dompet digital. Regulator itu kini mengusulkan syarat akses yang lebih longgar, dengan biaya yang jauh lebih rendah atau bahkan gratis, sehingga perusahaan lain bisa menawarkan pembayaran nirkontak di iPhone tanpa bergantung pada Apple Pay.

Angka yang dikutip CMA cukup gamblang. Di Inggris, belum ada satu pun perusahaan yang meluncurkan alternatif Apple Wallet. Di Eropa, menurut CMA, sudah ada lima penyedia yang melakukannya, termasuk Vipps, layanan pembayaran asal Norwegia yang menghadirkan alternatif Apple Pay pada 2024.

Usulan ini masih dalam tahap konsultasi publik hingga 17 November 2026. Hasilnya akan menentukan apakah pengguna iPhone di Inggris kelak bisa membayar, membuka pintu, atau naik transportasi umum lewat aplikasi selain milik Apple.

Mengapa CMA Menilai Skema Apple Belum Cukup

Biaya, persyaratan, dan batasan teknis

CEO CMA Sarah Cardell mengatakan lembaganya menerima masukan dari pelaku industri bahwa biaya tinggi, persyaratan yang ketat, dan pembatasan teknis pada teknologi nirkontak Apple menyulitkan pesaing untuk berinovasi.

“Dengan menghilangkan hambatan masuk, kami dapat membantu menciptakan kondisi bagi perusahaan-perusahaan Inggris dengan gagasan cemerlang untuk mengembangkan produk dan layanan baru di dalam negeri,” kata Cardell dalam pernyataan yang dikutip AppleInsider. Ia menyebut aplikasi pembayaran, identitas digital, kartu perjalanan, dan kunci digital sebagai contoh layanan yang bisa tumbuh.

CMA juga berpendapat bahwa pelonggaran akses yang diusulkan tidak menimbulkan masalah keamanan, poin yang langsung dibantah Apple.

Standar Eropa dianggap belum memadai

Yang membuat usulan ini menonjol adalah tolok ukurnya. CMA tidak sekadar meminta Apple menyamakan syarat di Inggris dengan yang berlaku di Uni Eropa. Regulator itu menilai menerapkan ketentuan Eropa saja tetap belum cukup, sehingga syarat yang diusulkan untuk Inggris lebih longgar lagi.

Kewenangan CMA untuk menuntut perubahan ini berasal dari status Apple sebagai perusahaan berstatus pasar strategis. Apple telah ditetapkan memiliki status pasar strategis dalam penyediaan platform selulernya, dan CMA mencari masukan soal akses NFC di iOS, termasuk metode teknis akses dan penetapan harganya.

Apple: Privasi dan Keamanan Jadi Taruhan

Apple menolak anggapan bahwa akses yang lebih longgar adalah syarat mutlak untuk mendorong persaingan. Perusahaan menegaskan tidak sepakat jika regulator mewajibkan pendekatan yang menurutnya melemahkan perlindungan pengguna.

“Kami tidak meyakini CMA seharusnya mewajibkan Apple menerapkan pendekatan dengan perlindungan privasi dan keamanan yang lebih rendah,” kata Apple dalam pernyataannya. Perusahaan menambahkan akan terus berdialog dengan regulator untuk mencapai hasil yang mengutamakan kepentingan pengguna.

Argumen keamanan ini bukan hal baru bagi Apple. Saat membuka akses NFC secara lebih luas pada 2024, pengembang yang ingin memakai solusi tersebut di iPhone diwajibkan menandatangani perjanjian dengan Apple, mengajukan izin penggunaan API NFC dan Secure Element, serta membayar biaya terkait. Syarat dan biaya inilah yang kini dipersoalkan CMA.

Jejak Panjang Sengketa Akses NFC iPhone

Perselisihan di Inggris merupakan kelanjutan dari tekanan regulator di Eropa yang sudah berlangsung beberapa tahun.

Waktu Perkembangan
2022 Komisi Eropa menyampaikan pandangan awal bahwa Apple membatasi persaingan dompet digital di iOS dengan membatasi akses ke teknologi NFC
2024 Apple menyepakati pembukaan akses NFC bagi layanan pembayaran pihak ketiga di Uni Eropa; Inggris mulai menyelidiki persaingan dompet digital
2024 Vipps meluncurkan alternatif Apple Pay di Norwegia
30 Juni 2026 CMA menerbitkan permintaan bukti (call for evidence) terkait akses NFC di iOS
17 November 2026 Batas akhir tanggapan konsultasi publik atas usulan CMA

Komitmen Apple di Eropa saat itu cukup jauh jangkauannya. Selain membuka chip NFC bagi dompet selain miliknya, Apple setuju tidak memungut biaya atas akses tersebut dan mengaktifkan Touch ID serta Face ID, sementara pengguna dapat memilih dompet mana pun sebagai pilihan bawaan. Komitmen itu berlaku selama sepuluh tahun.

Apa itu NFC dan mengapa penting

Near-field communication (NFC) memungkinkan dua perangkat bertukar data dalam jarak beberapa sentimeter. Teknologi ini menjadi tulang punggung pembayaran nirkontak dengan ponsel, sekaligus dasar bagi kartu identitas digital, tiket transportasi, dan kunci digital untuk rumah, kantor, atau kendaraan. Siapa pun yang mengendalikan akses ke chip NFC iPhone pada praktiknya ikut menentukan siapa yang bisa bersaing di pasar-pasar tersebut.

Langkah Selanjutnya

CMA masih membuka konsultasi publik atas usulannya. Pemangku kepentingan, mulai dari bank, perusahaan teknologi finansial, hingga operator transportasi, dapat menyampaikan tanggapan hingga 17 November 2026. Regulator itu berencana mengeluarkan keputusan tidak lama setelah periode konsultasi berakhir.

Hasilnya akan menguji dua kepentingan yang bertabrakan. CMA ingin membuka ruang lebih besar bagi penyedia layanan alternatif di Inggris, sementara Apple bersikeras standar keamanan dan privasi ekosistem iPhone tidak boleh dikorbankan demi persaingan.

Share Copied

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *