8 Golongan Penerima Zakat Fitrah dan Ketentuan Membayarnya

Zakat fitrah wajib ditunaikan setiap muslim menjelang Idul Fitri. Berikut 8 golongan penerima zakat fitrah sesuai ajaran Islam.

Zakat fitrah adalah ibadah wajib bagi setiap muslim menjelang Hari Raya Idul Fitri. Namun, dalam Islam, tidak semua orang berhak menerima zakat ini. Terdapat golongan-golongan tertentu yang telah ditetapkan sebagai penerima zakat.

Dalam ajaran Islam, delapan golongan penerima zakat fitrah disebut sebagai asnaf. Sebelum membahas lebih lanjut, penting untuk memahami pengertian zakat fitrah itu sendiri.

Menurut Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Barat, zakat fitrah adalah zakat yang wajib ditunaikan oleh setiap muslim, tanpa memandang jenis kelamin, usia, atau status sosial, pada bulan Ramadan sebelum shalat Idul Fitri. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar RA:

"Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum atas umat Muslim; baik hamba sahaya maupun merdeka, laki-laki maupun perempuan, kecil maupun besar." (HR. Bukhari Muslim)

Selain berfungsi sebagai penyuci jiwa setelah berpuasa, zakat fitrah juga merupakan wujud kepedulian terhadap sesama, khususnya mereka yang kurang mampu, agar dapat merayakan Idul Fitri dengan layak. Dengan demikian, kebahagiaan dan kemenangan di Hari Raya dapat dirasakan oleh semua orang.

Syarat dan Kadar Zakat Fitrah

Sebelum membahas siapa saja yang berhak menerima zakat fitrah, penting untuk mengetahui syarat dan ketentuannya:

  1. Beragama Islam
  2. Masih hidup di bulan Ramadan
  3. Memiliki kelebihan rezeki untuk kebutuhan pokok pada malam dan Hari Raya Idul Fitri

Kadar zakat fitrah adalah makanan pokok seperti beras seberat 2,5 kg atau 3,5 liter per jiwa. Ulama seperti Syaikh Yusuf Qardawi membolehkan zakat fitrah dibayarkan dalam bentuk uang yang setara dengan 1 sha’ gandum, kurma, atau beras, disesuaikan dengan harga beras yang berlaku.

Cara Membayar Zakat Fitrah

  1. Pilih jenis zakat. Zakat fitrah dapat dibayarkan dalam bentuk makanan pokok (beras 2,5 kg atau 3,5 liter per jiwa) atau uang senilai makanan pokok.
  2. Tentukan waktu pembayaran. Zakat fitrah dapat dibayarkan sejak awal Ramadan dan paling lambat sebelum shalat Idul Fitri. Penyaluran kepada mustahik juga harus dilakukan sebelum shalat Idul Fitri. Jika ditunaikan setelahnya, zakat dianggap sebagai sedekah biasa.
  3. Baca niat dan doa. Niat dan doa saat menunaikan zakat fitrah penting agar ibadah sah dan diterima Allah SWT.

8 Golongan Penerima Zakat Fitrah

Delapan golongan penerima zakat telah disebutkan dalam QS. At-Taubah ayat 60:

اِنَّمَا الصَّدَقٰتُ لِلْفُقَرَاۤءِ وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْعٰمِلِيْنَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوْبُهُمْ وَفِى الرِّقَابِ وَالْغٰرِمِيْنَ وَفِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَابْنِ السَّبِيْلِۗ فَرِيْضَةً مِّنَ اللّٰهِ ۗوَاللّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ

"Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, para amil zakat, orang-orang yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk memerdekakan para hamba sahaya, untuk membebaskan orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah, dan untuk orang-orang yang sedang dalam perjalanan yang memerlukan pertolongan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana." (QS. At-Taubah: 60)

  1. Fakir: Seseorang yang tidak memiliki sumber penghasilan sama sekali dan tidak dapat memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
  2. Miskin: Seseorang yang memiliki penghasilan namun tidak mencukupi kebutuhan hidupnya secara layak.
  3. Amil: Orang-orang yang bertugas mengumpulkan dan menyalurkan zakat, berhak mendapatkan bagian zakat atas dedikasi mereka.
  4. Mualaf: Orang yang baru memeluk Islam, berhak menerima zakat sebagai dukungan untuk memperkuat keimanan.
  5. Riqab: Hamba sahaya (pada masa lalu) yang berhak mendapatkan zakat untuk memerdekakan diri dari perbudakan.
  6. Gharimin: Orang yang terlilit utang dan kesulitan melunasinya, berhak mendapatkan bantuan zakat.
  7. Fisabilillah: Orang atau lembaga yang berjuang di jalan Allah dalam kegiatan dakwah.
  8. Ibnu Sabil: Orang yang kehabisan bekal dalam perjalanan jauh dan memerlukan pertolongan.

Dengan memahami golongan penerima zakat fitrah, diharapkan setiap muslim dapat menyalurkan zakatnya dengan lebih tepat sasaran, sebagaimana melansir laman zakat.or.id.

Recommended