
Pemerintah Indonesia telah menetapkan Jumat, 3 April 2026, sebagai hari libur nasional. Penetapan ini bertujuan untuk memperingati Wafat Isa Almasih, sebuah momen sakral bagi umat Kristiani. Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri yang mengatur tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026.
Perayaan ini merupakan bagian penting dari Tri Hari Suci, rangkaian ibadah yang mendahului Paskah, dimulai dari Kamis Putih, berlanjut ke Sabtu Suci, dan puncaknya adalah Minggu Paskah. Umat Kristiani memaknai Jumat Agung sebagai waktu untuk merenungkan wafatnya Yesus Kristus di kayu salib, yang diyakini sebagai pengorbanan untuk menebus dosa manusia.
Seperti dilansir dari Medcom, ibadah Jumat Agung biasanya berlangsung khidmat dan penuh perenungan, di mana jemaat seringkali mengenakan pakaian gelap sebagai simbol duka cita. Peristiwa penyaliban Yesus di Bukit Golgota, Yerusalem, sekitar 2.000 tahun yang lalu, menjadi fokus utama peringatan ini.
Secara keseluruhan, kalender 2026 menyediakan 17 hari libur nasional atau tanggal merah dan 8 hari cuti bersama. Penetapan ini diatur melalui SKB Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor: 1497 Tahun 2025, Nomor: 2 Tahun 2025, dan Nomor: 5 Tahun 2025.
Rangkaian libur yang terkait dengan Paskah 2026 mencakup Jumat, 3 April (Wafat Yesus Kristus), Sabtu, 4 April (libur akhir pekan), dan Minggu, 5 April (Kebangkitan Yesus Kristus atau Paskah). Ini memberikan kesempatan untuk liburan panjang yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
| Tanggal | Peringatan |
|---|---|
| Tahun Baru Masehi | Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW |
| Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili | Hari Suci Nyepi (Tahun Baru Saka 1948) |
| Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah | Wafat Isa Almasih |
| Paskah (Kebangkitan Yesus Kristus) | Hari Buruh Internasional |
| Kenaikan Yesus Kristus | Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah |
| Hari Raya Waisak 2570 BE | Hari Lahir Pancasila |
| Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah | Hari Kemerdekaan Republik Indonesia |
| Maulid Nabi Muhammad SAW | Hari Natal |
| Tanggal | Peringatan |
|---|---|
| Senin, 16 Februari | Cuti bersama Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili |
| Rabu, 18 Maret | Cuti bersama Hari Suci Nyepi (Tahun Baru Saka 1948) |
| Jumat, 20 Maret | Cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1447 H |
| Senin, 23 Maret | Cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1447 H |
| Selasa, 24 Maret | Cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1447 H |
| Jumat, 15 Mei | Cuti bersama Kenaikan Yesus Kristus |
| Kamis, 28 Mei | Cuti bersama Hari Raya Idul Adha 1447 H |
| Kamis, 24 Desember | Cuti bersama Kelahiran Yesus Kristus (Natal) |
Salah satu rangkaian ibadah yang mendahului Wafat Isa Almasih adalah Misa Kamis Putih, yang dirayakan pada 2 April 2026. Kamis Putih, juga dikenal sebagai “Maundy Thursday”, merupakan bagian dari Pekan Suci, tujuh hari menjelang Paskah. Dalam tradisi gereja, hari ini merujuk pada ajaran Yesus untuk saling mengasihi, seperti dikutip dari National Today.
Dua perayaan utama pada Kamis Putih adalah Misa Krisma dan Misa Perjamuan Tuhan. Tradisi khas lainnya adalah pembasuhan kaki sebagai simbol kerendahan hati dan pelayanan, yang kini melibatkan berbagai kalangan umat. Momen ini mengajak umat untuk menghayati nilai kasih, pengorbanan, dan pelayanan dalam kehidupan sehari-hari.
Jumat Agung memiliki makna yang sangat mendalam bagi umat Kristiani. Peristiwa pemikulan salib oleh Yesus ke Bukit Golgota dimaknai sebagai Jalan Salib, yaitu rangkaian 14 perhentian perenungan atas kisah sengsara-Nya. Istilah 'Agung' pada Jumat Agung melambangkan pengorbanan dan pengampunan yang sangat besar.
Melalui wafat-Nya, Yesus mengajarkan tentang ketulusan, kerendahan hati, dan pengampunan. Selain itu, pada perjamuan terakhir, Yesus meminta murid-murid-Nya menjadikan roti dan anggur sebagai peringatan akan Dia. Perintah ini menjadi asal usul sakramen Ekaristi, di mana umat mengenang pengorbanan Yesus. Apabila umat makan roti dan minum anggur dalam Ekaristi dengan iman, berarti mereka makan tubuh dan minum darah-Nya yang telah diserahkan bagi keselamatan.
Sebagai bentuk penyucian diri dalam menyambut Paskah, sebagian umat juga menjalankan puasa dan pantang. Perayaan di gereja seringkali menghadirkan drama penyaliban sebagai sarana refleksi atas kasih Kristus yang tak terbatas. Setelah wafat dan dimakamkan, Yesus Kristus bangkit pada hari ketiga, sebuah peristiwa yang diperingati sebagai Hari Raya Paskah dengan penuh sukacita dan harapan.
No Comments