BMW Siapkan Era Neue Klasse, Baterai Gen6 Senilai 10 Miliar Yuan Mulai Diproduksi di Shenyang

5 minutes reading View : 42
Teguh Prasetyo
Otomotif - 16 Oct 2026

BMW Group resmi masuk babak baru elektrifikasi. Pada Kamis (15/10/2026), pabrikan asal Munich itu memulai produksi massal baterai tegangan tinggi generasi keenam (Gen6) di Shenyang, ibu kota Provinsi Liaoning, Tiongkok timur laut. Ini bukan sekadar seremoni potong pita, melainkan fondasi bagi gelombang mobil listrik Neue Klasse yang akan membanjiri pasar Tiongkok dalam dua tahun ke depan.

Angkanya pun tidak main-main. Proyek baterai ini menelan investasi 10 miliar yuan, atau sekitar 1,49 miliar dolar AS. Di hari yang sama, BMW juga memamerkan klaim jarak tempuh BMW i3 terbaru khusus pasar Tiongkok yang mencapai 1.213 kilometer dalam sekali pengisian daya. Angka yang langsung memancing perhatian, mengingat kecemasan soal jarak tempuh masih jadi alasan utama banyak orang ragu beralih ke mobil listrik.

Lalu, apa artinya langkah ini bagi persaingan mobil listrik global? Dan mengapa rencana ekspor ke Asia Tenggara patut dicermati konsumen di Indonesia? Berikut ulasan lengkapnya.

Produksi Baterai Gen6 BMW Jadi Tulang Punggung Neue Klasse

Neue Klasse, atau New Class, adalah platform kendaraan listrik generasi terbaru BMW yang disebut perusahaan sebagai lompatan teknologi terbesar dalam sejarahnya. Model pertamanya, BMW iX3 generasi baru, diperkenalkan di IAA Mobility Munich pada September 2025. Kini, Tiongkok mendapat giliran untuk menjadi salah satu basis produksi utamanya.

Presiden sekaligus CEO BMW Brilliance Automotive Ltd. (BBA), Birgit Boehm, menyampaikan bahwa dimulainya produksi baterai ini menjadi bagian dari persiapan peluncuran model-model Neue Klasse di Tiongkok. Menurutnya, proses tersebut memanfaatkan kemampuan BMW di bidang penelitian dan pengembangan, rekayasa, pengadaan, hingga produksi yang seluruhnya berpusat di Shenyang.

Mengandalkan Sel Silinder Berukuran Besar

Secara teknis, baterai Gen6 meninggalkan desain sel prismatik yang dipakai pada generasi sebelumnya. BMW beralih ke sel silinder berukuran besar dengan diameter 46 milimeter. Berdasarkan informasi resmi yang pernah dirilis BMW saat memperkenalkan teknologi ini, baterai Gen6 diklaim memiliki kepadatan energi sekitar 20 persen lebih tinggi, kecepatan pengisian daya hingga 30 persen lebih cepat, serta jarak tempuh hingga 30 persen lebih jauh dibanding generasi kelima.

Gandeng CATL dan EVE Energy

Untuk memproduksi teknologi ini dalam skala industri, BMW menjalin kerja sama erat dengan sejumlah produsen baterai Tiongkok, di antaranya CATL dan EVE Energy. Pilihan ini masuk akal. CATL adalah produsen baterai kendaraan listrik terbesar di dunia, sementara EVE Energy dikenal kuat di segmen sel silinder. Kemitraan tersebut memberi BMW akses ke rantai pasok baterai paling matang di dunia, sesuatu yang sulit ditandingi kawasan lain saat ini.

Shenyang, Basis Produksi Terbesar BMW di Dunia

Banyak orang mungkin mengira pabrik terbesar BMW ada di Jerman. Faktanya, Shenyang kini memegang predikat basis produksi terbesar BMW Group secara global.

Investasi Lebih dari 120 Miliar Yuan Sejak 2010

Sejak 2010, BMW telah menanamkan modal lebih dari 120 miliar yuan di kota tersebut. Hasilnya terlihat jelas. Pada Mei 2026, fasilitas Shenyang mencatat produksi kendaraan BMW ke-7 juta. Pencapaian ini menunjukkan betapa sentralnya peran Tiongkok dalam peta industri BMW.

Pandangan Pimpinan BMW AG

Ketua Dewan Direksi BMW AG, Milan Nedeljkovic, menilai keunggulan strategis Shenyang yang ditopang fondasi industri yang kuat dan iklim bisnis yang kondusif menjadi alasan perusahaan terus memperbesar investasinya di sana.

Nedeljkovic juga menyebut fasilitas produksi Shenyang dapat menjadi contoh kerja sama industri yang saling menguntungkan antara Tiongkok dan perusahaan mitra dari luar negeri. Ia menegaskan bahwa Tiongkok merupakan salah satu pasar inti BMW yang paling dinamis dan kompetitif di dunia, sehingga perusahaan berkomitmen memperdalam kemitraan dengan Tiongkok sekaligus mendorong perkembangan industri kendaraan listrik.

BMW i3 Khusus Tiongkok Klaim Tembus 1.213 Kilometer

Bersamaan dengan dimulainya produksi baterai, BMW mengumumkan bahwa BMW i3 terbaru yang dirancang khusus untuk pasar Tiongkok mampu menempuh 1.213 kilometer tanpa pengisian ulang. Perlu dicatat, BMW i3 versi baru ini berbeda jauh dari i3 hatchback mungil yang dulu dikenal publik. Model anyar ini merupakan sedan listrik berbasis Neue Klasse.

Catatan Soal Standar Pengujian

Sebagai konteks, klaim jarak tempuh mobil listrik di Tiongkok umumnya mengacu pada siklus uji CLTC, yang cenderung menghasilkan angka lebih tinggi dibanding standar WLTP di Eropa atau EPA di Amerika Serikat. Meski begitu, angka di atas seribu kilometer tetap menempatkan BMW dalam jajaran terdepan di tengah persaingan sengit dengan merek lokal seperti BYD, Xiaomi, dan Nio.

Target Ambisius BMW di Pasar Tiongkok hingga 2030

Langkah di Shenyang hanyalah awal dari rencana yang lebih besar. BMW menyiapkan sejumlah target konkret untuk mempertahankan posisinya di pasar otomotif terbesar dunia.

Target Tenggat Waktu
Hampir 20 model baru dan versi pembaruan berteknologi Neue Klasse Hingga 2027
Lebih dari 95 persen mobil yang dijual di Tiongkok diproduksi lokal 2030
Kajian perluasan ekspor mobil buatan Shenyang, termasuk ke Asia Tenggara Sedang dikaji

Lokalisasi Jadi Kunci Bertahan

Strategi lokalisasi ini bukan tanpa alasan. Dalam beberapa tahun terakhir, merek asing di Tiongkok menghadapi tekanan berat dari produsen lokal yang bergerak cepat dan menawarkan harga agresif. Dengan memproduksi hampir seluruh mobilnya di dalam negeri, BMW bisa menekan biaya, mempercepat siklus pengembangan produk, dan menyesuaikan fitur dengan selera konsumen setempat.

Peluang Ekspor ke Asia Tenggara, Apa Dampaknya untuk Indonesia?

Bagian yang paling menarik bagi pembaca di Tanah Air adalah rencana BMW mengkaji ekspor kendaraan buatan Shenyang ke pasar internasional, termasuk Asia Tenggara. Jika terealisasi, kawasan ini berpotensi mendapat akses lebih cepat ke model-model Neue Klasse.

Masih Tahap Kajian

Meski demikian, BMW belum mengumumkan negara tujuan, model, maupun jadwal ekspor secara spesifik. Untuk Indonesia, keputusan semacam ini juga akan dipengaruhi regulasi insentif kendaraan listrik, ketentuan tingkat komponen dalam negeri (TKDN), serta strategi perakitan lokal yang selama ini dijalankan BMW Group Indonesia. Karena itu, publik perlu menunggu pengumuman resmi sebelum menyimpulkan kapan dan dalam bentuk apa mobil Neue Klasse buatan Tiongkok akan hadir di sini.

Menanti Langkah Berikutnya

Dimulainya produksi massal baterai Gen6 di Shenyang menandai pergeseran besar dalam cara BMW bersaing. Perusahaan tidak lagi sekadar menjual mobil premium Jerman di Tiongkok, tetapi membangun ekosistem kendaraan listrik yang berakar di sana, lengkap dengan mitra baterai lokal dan target produksi yang ambisius.

Dalam beberapa bulan ke depan, perhatian akan tertuju pada peluncuran resmi model-model Neue Klasse di Tiongkok, respons pasar terhadap BMW i3 baru, serta kejelasan rencana ekspor ke Asia Tenggara. Ketiganya akan menentukan apakah investasi miliaran yuan ini benar-benar mampu mengembalikan taji BMW di era mobil listrik.

Share Copied

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *