Produksi Geely EX2 Lampaui 1 Juta Unit dalam Dua Tahun, Laju Pabrik Makin Kencang

3 minutes reading View : 5
Teguh Prasetyo
Otomotif - 22 Oct 2026

Geely mencapai produksi kumulatif satu juta unit Geely EX2 pada 20 Oktober 2026, menurut laporan IT-Home. Hatchback listrik yang di China dipasarkan sebagai Xingyuan ini baru diperkenalkan pada Oktober 2024, sehingga angka tersebut tercapai hanya sekitar dua tahun setelah peluncuran. Pencapaian ini menempatkan EX2 sebagai salah satu model listrik terjangkau dengan pertumbuhan volume tercepat milik Geely.

Yang menonjol bukan hanya angkanya, tetapi percepatannya. Lompatan dari 800.000 ke satu juta unit terjadi antara Agustus dan 20 Oktober 2026, atau kurang dari tiga bulan. Sebagai pembanding, tambahan 200.000 unit sebelumnya (dari 600.000 ke 800.000) membutuhkan waktu sekitar lima bulan.

Perlu dicatat, satu juta unit adalah angka produksi pabrik, bukan penjualan ritel. Geely belum merinci berapa unit yang dibuat untuk pasar domestik dan berapa yang dialokasikan untuk ekspor, sementara perakitan di luar China terus bertambah, termasuk di Indonesia.

Jejak Produksi dari 200.000 hingga Satu Juta Unit

Berdasarkan tonggak yang dicatat Geely, ritme produksi EX2 relatif stabil di awal lalu melonjak pada paruh kedua 2026.

Tonggak produksi Waktu tercapai
200.000 unit Mei 2025
600.000 unit Maret 2026
800.000 unit Agustus 2026
1.000.000 unit 20 Oktober 2026

Sempat beredar angka 500.000 unit pada Desember 2025. Namun angka itu merujuk pada pengiriman ke pelanggan, bukan produksi pabrik yang terkonfirmasi, sehingga tidak dimasukkan dalam tabel di atas.

Penjualan di China: Tren Bulanan Naik, Tahunan Belum Pulih

Di pasar asalnya, EX2 mencatat 465.775 penjualan ritel sepanjang 2025, menurut data China EV DataTracker. Pada Januari hingga Juni 2026, volumenya mencapai 194.159 unit, lalu terus menanjak setiap bulan pada kuartal ketiga.

Periode 2026 Penjualan ritel China
Juli 32.306 unit
Agustus 39.651 unit
September 44.275 unit
Januari-September 310.391 unit
12 bulan terakhir 432.815 unit

Apa yang Tersirat dari Angka Tersebut

Jika data di atas diolah, penjualan September sekitar 37 persen lebih tinggi dibanding Juli. Meski begitu, total 12 bulan terakhir (432.815 unit) masih di bawah capaian setahun penuh 2025. Dari selisih kedua angka, penjualan Januari-September 2025 dapat diperkirakan sekitar 343.000 unit, artinya periode yang sama tahun ini turun kurang lebih 10 persen. Perhitungan ini bersifat turunan dari data DataTracker, bukan angka resmi Geely.

Hitungan sederhana lain juga memberi gambaran. Sejak awal 2025 hingga September 2026, penjualan ritel domestik EX2 setidaknya mencapai 776.166 unit, belum termasuk penjualan pada kuartal terakhir 2024. Sisanya dari total produksi kemungkinan terserap ekspor, perakitan lokal, dan stok, meski Geely belum mengonfirmasi pembagiannya.

Ekspansi ke Luar China, Termasuk Purwakarta

Geely EX2 kini dijual di Amerika Latin, Asia Tenggara, Australia, dan Inggris. Di beberapa negara, mobil ini memakai nama E2.

Indonesia menjadi salah satu basis produksi di luar China. Perakitan lokal di Purwakarta, Jawa Barat, berjalan sejak Januari 2026. Brasil menyusul berikutnya: Renault-Geely do Brasil mengonfirmasi pada 15 September bahwa produksi di kompleks Ayrton Senna dijadwalkan mulai Desember 2026.

Spesifikasi dan Harga di China

Penggerak Roda Belakang di Kelas yang Didominasi FWD

Xingyuan dibangun di atas Global Intelligent Electric Architecture (GEA) milik Geely. Motor ditempatkan di belakang dengan penggerak roda belakang dan suspensi belakang multi-link independen. Konfigurasi ini berbeda dari dua pesaing langsungnya, BYD Seagull dan Wuling Bingo, yang secara standar memakai penggerak roda depan dan suspensi belakang torsion beam.

Motor tersedia dalam dua tingkat tenaga, 58 kW (78 hp) dan 85 kW (114 hp). Baterainya berjenis lithium iron phosphate (LFP) dengan merek Aegis Short Blade.

Kapasitas baterai Jarak CLTC Estimasi WLTP
30,12 kWh 310 km 254 km
40,16 kWh 410 km 336 km
Versi pembaruan Mei 2026 480 km sekitar 394 km

Pembaruan Mei 2026 juga membawa sistem kokpit Flyme Auto 2.0.

Harga Lini 2026

Varian 310 km CLTC ditawarkan dengan harga promosi awal terbatas 61.800 yuan (USD9.235 atau sekitar Rp166,92 juta). Varian 480 km CLTC dibanderol 86.800 yuan (USD12.970 atau sekitar Rp234,43 juta) sebelum subsidi 3.000 yuan (USD450 atau sekitar Rp8,13 juta), sehingga harga akhirnya menjadi 83.800 yuan (USD12.520 atau sekitar Rp226,30 juta).

Ruang Kargo

EX2 menyediakan bagasi depan 70 liter dan bagasi belakang 375 liter. Saat kursi belakang dilipat, kapasitas kargo bertambah menjadi 1.320 liter.

Share Copied

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *