Amazon kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Kali ini, ratusan karyawan di divisi robotika menjadi korban, menyusul PHK massal sebelumnya pada Januari 2026.
Menurut sumber internal yang dikutip Reuters, Kamis (5/3/2026), sekitar 100 pekerja di divisi robotika terdampak PHK. Mereka bertugas merancang robot dan alat pengangkut otomatis di gudang.
Amazon belum memberikan rincian jumlah karyawan yang terkena PHK. Perusahaan hanya menyatakan bahwa mereka secara teratur meninjau organisasi untuk memastikan tim siap berinovasi dan memberikan layanan terbaik kepada pelanggan.
"Kami secara teratur meninjau organisasi kami untuk memastikan tim kami siap berinovasi dan memberikan layanan terbaik kepada pelanggan kami," kata Amazon dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan Selasa (3/3) kemarin.
Sebelumnya, Amazon telah menghentikan pengembangan lengan robot 'Blue Jay' pada Januari lalu. Alat ini dirancang untuk membantu pekerja di ruang yang lebih kecil dengan kemampuannya mengambil beberapa barang sekaligus.
Langkah efisiensi ini dilakukan setelah Amazon melakukan PHK terhadap sekitar 16.000 pekerjaan pada Januari lalu, mengisyaratkan bahwa pemutusan hubungan kerja akan berlanjut. Pada Oktober 2025, perusahaan juga memangkas 14.000 karyawan dengan alasan peningkatan efisiensi kinerja dari kecerdasan buatan serta merevisi budaya perusahaan.
Secara keseluruhan, raksasa e-commerce ini telah memberhentikan sekitar 30.000 karyawan. PHK ini mewakili hampir 10% dari jumlah pekerja korporat Amazon.
Sebagian besar dari 1,5 juta pekerja Amazon merupakan staf yang dibayar per jam, terutama di bagian gudang atau pusat pemenuhan pesanan. Selain PHK yang lebih luas pada Oktober dan Januari, Amazon juga telah mengurangi sejumlah kecil pekerjaan di unit perangkat dan layanannya, buku, podcast, dan hubungan masyarakat.