Perusahaan teknologi AMD resmi meluncurkan kartu grafis terbaru AMD Instinct MI350P PCIe di Jakarta pada Jumat (8/5/2026) sebagai solusi peningkatan performa kecerdasan buatan (AI) tanpa memerlukan perombakan total pada infrastruktur pusat data yang sudah ada.
Kartu grafis ini hadir dalam format dual-slot yang dapat langsung dipasang pada server standar berpendingin udara, sehingga perusahaan tidak perlu merancang ulang sistem pendingin atau daya. Dilansir dari Medcom, inovasi ini ditujukan bagi organisasi yang menghadapi kendala biaya tinggi dalam mengadopsi platform akselerator GPU besar.
Secara teknis, AMD Instinct MI350P ditenagai oleh arsitektur AMD CDNA 4 dan dilengkapi memori HBM3E berkapasitas 144GB. Perangkat ini mampu menghasilkan kecepatan bandwidth hingga 4TB/s untuk mendukung pemrosesan data dalam jumlah besar secara cepat.
Performa komputasi kartu ini diperkirakan mencapai 2.299 TFLOPS dan berpotensi meningkat hingga 4.600 TFLOPS pada presisi MXFP4. Kemampuan tersebut menjadikannya salah satu kartu PCIe dengan performa tertinggi di kategori perusahaan untuk saat ini.
"Produk ini memungkinkan perusahaan menjalankan beban kerja AI pada infrastruktur rak, pendinginan, dan daya yang telah mereka miliki saat ini," ujar Suresh Andani terkait fleksibilitas pemasangan kartu grafis tersebut.
Selain keunggulan perangkat keras, AMD menekankan penggunaan ekosistem terbuka melalui strategi perangkat lunak tanpa biaya lisensi. Sistem ini terintegrasi dengan alat populer seperti Kubernetes dan PyTorch guna memudahkan migrasi beban kerja AI dengan perubahan kode minimal.
Dukungan global terhadap produk ini telah dikonfirmasi oleh sejumlah mitra perangkat keras terkemuka. Dell Technologies, HPE, Cisco, Lenovo, dan Supermicro siap mengintegrasikan MI350P ke dalam portofolio server mereka untuk mempercepat inovasi AI di berbagai sektor industri.