Apple dilaporkan berencana menggunakan material layar OLED generasi lama untuk model standar iPhone 18 yang dijadwalkan rilis pada tahun 2027 mendatang. Langkah ini terungkap melalui laporan rantai pasok industri pada Kamis (23/4/2026), sebagai bagian dari strategi diferensiasi produk.
Dilansir dari Detik iNET, model reguler iPhone 18 kemungkinan besar akan mengadopsi material OLED Samsung M12+. Komponen tersebut merupakan pengembangan minor dari material M12 yang sebelumnya telah disematkan pada perangkat iPhone 14 Pro serta Galaxy S23 Ultra.
Keputusan ini memicu potensi penurunan efisiensi dibandingkan generasi sebelumnya. Pasalnya, lini iPhone 17 saat ini sudah menggunakan panel M14 yang secara teknis memiliki tingkat efisiensi cahaya atau luminous efficiency yang lebih baik daripada M12+.
Perbedaan material ini berdampak langsung pada konsumsi daya perangkat. Panel layar yang lebih baru umumnya mampu menghasilkan tingkat kecerahan yang sama dengan penggunaan energi yang lebih rendah dibandingkan material generasi terdahulu.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran terkait efisiensi daya total pada iPhone 18 standar. Padahal, perangkat tersebut diprediksi akan menggunakan chip A20 dengan fabrikasi 2nm yang dirancang untuk penghematan baterai yang signifikan.
Sebaliknya, Apple tetap akan memberikan teknologi terbaik untuk varian iPhone 18 Pro dan Pro Max. Kedua model kelas atas tersebut diprediksi akan mengusung material OLED M16 terbaru yang menawarkan kecerahan serta efisiensi daya lebih tinggi.
Material M16 dikabarkan membawa inovasi teknologi blue phosphorescent OLED. Keunggulan teknis ini diyakini akan menjadi salah satu nilai jual utama bagi pengguna yang menginginkan kualitas visual dan ketahanan baterai premium pada lini Pro.
Hingga saat ini, pihak Apple belum memberikan konfirmasi resmi terkait spesifikasi teknis layar tersebut. Perusahaan teknologi asal Cupertino ini biasanya lebih fokus menonjolkan aspek performa dan kamera saat peluncuran produk dibandingkan detail material komponen layar.
Analis industri menilai kebijakan ini diambil untuk menekan biaya produksi pada model standar. Selain efisiensi biaya, strategi tersebut dilakukan demi memperlebar kesenjangan fitur antara model reguler dan varian Pro yang lebih mahal.