Apple Gunakan 30 Persen Material Daur Ulang pada Produk Tahun 2025

Apple melaporkan penggunaan 30 persen material daur ulang pada seluruh produknya sepanjang 2025 dan berhasil menghapus plastik dari kemasan gadget baru.

Apple mengumumkan pencapaian penggunaan 30 persen material daur ulang pada seluruh perangkat yang dikirimkan sepanjang tahun 2025 dalam Environmental Progress Report terbaru yang dirilis pada Minggu (19/2/2026). Laporan tahunan tersebut menunjukkan langkah signifikan perusahaan dalam meminimalkan dampak lingkungan melalui rantai pasokan global.

Dilansir dari Detik iNET, beberapa komponen pada perangkat Apple bahkan telah mencapai tingkat penggunaan material daur ulang sebesar 100 persen. Hal ini mencakup seluruh baterai rancangan Apple yang menggunakan kobalt daur ulang, serta penggunaan elemen tanah jarang pada semua magnet di perangkat mereka.

Pencapaian teknis lainnya mencakup penggunaan pelapisan emas dan penyolderan timah yang sepenuhnya berasal dari bahan daur ulang pada seluruh papan sirkuit rancangan Apple. Selain itu, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat ini telah berhasil menyingkirkan plastik dari seluruh kemasan produk barunya.

Kini, seluruh gawai terbaru Apple didistribusikan menggunakan kemasan berbasis serat yang dirancang agar dapat didaur ulang secara mandiri oleh konsumen di rumah. Di antara seluruh lini produk, MacBook Neo menjadi perangkat dengan kandungan material ramah lingkungan tertinggi yang mencapai 60 persen.

MacBook Neo juga mengadopsi proses pembentukan aluminium baru yang hanya membutuhkan bahan baku setengah dari metode tradisional. Melalui kolaborasi dengan pemasok, Apple turut mengembangkan proses anodisasi yang mampu meningkatkan efisiensi daur ulang air hingga 70 persen menuju sistem sirkulasi tertutup.

Inisiatif penghematan sumber daya ini berhasil menyelamatkan 17 miliar galon air bersih sepanjang tahun 2025. Apple juga telah memasang target ambisius untuk mengganti seluruh air yang diambil oleh fasilitas globalnya secara total pada tahun 2030 mendatang.

Sektor energi bersih juga mencatatkan pertumbuhan setelah pemasok langsung Apple memperoleh lebih dari 20 gigawatt energi terbarukan melalui Supplier Clean Energy Program. Upaya tersebut menghasilkan 38 juta megawatt-jam listrik yang setara dengan kebutuhan daya bagi 3,4 juta rumah di Amerika Serikat.

Secara internal, Apple menambah kapasitas listrik sebesar 1,8 gigawatt untuk mendukung operasional kantor, toko ritel, dan pusat data mereka. Saat ini, delapan pusat data milik Apple telah mengantongi sertifikasi standar dari Alliance for Water Stewardship sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan perusahaan.

Recommended