Apple resmi memperluas inisiatif pengembangan talenta digital dengan meluncurkan Apple Developer Institute di Jakarta pada Selasa (21/4/2026). Langkah ini merupakan tahap lanjutan dari program Academy untuk memperdalam keahlian spesifik peserta di bidang teknologi dan bisnis.
Dilansir dari Detik iNET, institusi baru ini menghadirkan lima bidang spesialisasi utama meliputi AI dan machine learning, pengembangan gim, DevOps, kewirausahaan, serta professional institute. Bidang tersebut dipilih untuk menjawab kebutuhan pasar tenaga kerja yang dinamis.
Senior Director Apple Developer Academy and Institute, Gordon Shukwit, menjelaskan bahwa ekspansi ini didasarkan pada perkembangan pesat program yang telah berjalan di Indonesia sejak 2018. Indonesia kini memiliki lima lokasi Academy yang tersebar di Jakarta, Tangerang, Surabaya, Batam, dan Bali.
Data menunjukkan program ini telah mencetak lebih dari 3.000 alumni dengan tingkat keterserapan kerja mencapai 95 persen di bidang relevan. Selain itu, ekosistem ini telah menghasilkan sekitar 100 perusahaan rintisan dan 250 aplikasi yang tersedia di App Store.
"Program Academy terus berkembang setiap tahun. Kami mulai melihat munculnya berbagai spesialisasi yang relevan dengan kebutuhan industri, sehingga masuk akal untuk membawa pengembangan ini ke Indonesia," ujar Gordon Shukwit, Senior Director Apple Developer Academy and Institute.
Gordon menambahkan bahwa bidang DevOps dan kecerdasan buatan (AI) menjadi area yang paling banyak dicari oleh industri saat ini. Di samping itu, minat generasi muda terhadap pengembangan gim di Indonesia tercatat sangat tinggi.
Kurikulum dalam institusi ini dirancang untuk mencetak pengembang yang komprehensif, tidak hanya fokus pada kemampuan pengodean atau coder semata. Peserta didorong menguasai aspek desain, kolaborasi tim, hingga kemampuan mengeksekusi ide menjadi produk komersial.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang turut hadir meresmikan fasilitas ini sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem digital nasional. Apple memastikan kurikulum yang digunakan akan terus diperbarui melalui kolaborasi pengajar global di 19 lokasi Academy di seluruh dunia.