Apple memperluas jangkauan pasarnya dengan meluncurkan MacBook Neo, sebuah laptop terjangkau yang secara tradisional segmen MacBook dikenal dengan harga premium. MacBook Neo ditawarkan mulai dari USD 599, atau USD 499 melalui program edukasi Apple.
MacBook Neo menyasar segmen pelajar, usaha kecil, serta konsumen yang menginginkan pengalaman menggunakan MacBook tanpa harus mengeluarkan banyak biaya.
Thomas Boger, VP Pemasaran Produk Mac, menjelaskan bahwa pembuatan MacBook yang lebih terjangkau telah menjadi tujuan jangka panjang Apple. Kondisi pasar yang mendukung memungkinkan terwujudnya produk ini.
Selain Neo, Apple memperkenalkan MacBook Air yang diperbarui dengan chip M5, serta MacBook Pro dengan chip M5 Pro dan M5 Max. Dengan demikian, Apple kini memiliki lini laptop yang memenuhi kebutuhan konsumen yang berbeda: Neo untuk penggunaan sehari-hari, Air untuk performa ekstra, dan Pro untuk kebutuhan profesional.
Analis Evercore ISI, Amit Daryanani, berpendapat bahwa Neo berpotensi menjadi pesaing bagi laptop Windows dari Microsoft dan Chromebook dari Google. Menurutnya, portofolio MacBook yang diperbarui ini memungkinkan Apple untuk lebih agresif di pasar PC. "Portofolio MacBook yang diperbarui ini memosisikan Apple untuk mengambil langkah ofensif di pasar PC," tulis analis Evercore ISI, Amit Daryanani.
MacBook Neo menjadi MacBook pertama yang ditenagai oleh chip A18 Pro, yang juga digunakan pada iPhone 16 Pro. Boger menambahkan bahwa penggunaan prosesor seri-A menjadi faktor penting dalam mewujudkan MacBook Neo. "Salah satu hal yang berperan penting dalam mewujudkan MacBook Neo adalah fakta kami menggunakan prosesor seri-A. Dan jika Anda telah mengikuti evolusi prosesor seri-A, kinerjanya menjadi semakin bertenaga," kata Boger.
Dengan penyimpanan 256GB (opsi 512GB) dan memori 8GB, MacBook Neo dianggap sebagai pilihan yang solid untuk berbagai kalangan. Harga edukasi Neo yang USD 499 menjadikannya penantang serius bagi PC murah Microsoft dan Chromebook Google yang sering menjadi pilihan sekolah.
Managing Partner Deepwater Asset Management, Gene Munster, menyatakan bahwa pasar pelajar di AS saja mencapai sekitar 25 juta siswa. Ia menambahkan bahwa meski tidak semua siswa akan membeli MacBook Neo, ini merupakan potensi pelanggan baru bagi Apple. "Pasar ini, jika kita hanya mengambil contoh di AS saja, berjumlah sekitar 25 juta siswa. Tentu saja tak semuanya akan mendapatkan MacBook Neo, tapi ini adalah pelanggan-pelanggan baru bagi Apple," kata Managing Partner Deepwater Asset Management, Gene Munster yang dikutip detikINET dari Yahoo News.
Francisco Jeronimo, VP Perangkat Klien International Data Corporation (IDC), menyatakan bahwa dengan memasuki kisaran harga USD 600, Apple memperluas basis pengguna macOS dan bersaing langsung dengan laptop Windows dan Chromebook di segmen pendidikan dan konsumen yang sensitif terhadap harga. "Memasuki kisaran harga USD 600 mengindikasikan strategi Apple adalah memperluas basis pengguna macOS dan bersaing secara lebih langsung dengan laptop Windows dan Chromebook di segmen pendidikan dan konsumen yang sensitif harga," tulis VP Perangkat Klien International Data Corporation (IDC), Francisco Jeronimo.
Jeronimo menambahkan bahwa dengan menurunkan hambatan untuk memiliki Mac, Apple berpotensi menarik lebih banyak pengguna ke dalam ekosistem layanan dan perangkatnya, terutama pelajar dan pembeli Mac pertama kali. "Dengan menurunkan hambatan masuk ke Mac, Apple dapat menarik lebih banyak pengguna ke dalam ekosistem layanan dan perangkatnya, terutama para pelajar dan pembeli Mac untuk pertama kalinya," tambahnya.