Apple dilaporkan tengah mengembangkan perangkat lipat pertamanya yang diprediksi akan mengusung nama iPhone Ultra dengan spesifikasi baterai terbesar di sejarah perusahaan. Perangkat ini dikabarkan bakal diperkenalkan pada September 2026 mendatang bersamaan dengan lini iPhone 18 Pro.
Dilansir dari Medcom pada Senin (13/4/2026), bocoran desain menunjukkan bahwa Apple mengambil pendekatan berbeda dibandingkan para kompetitor di pasar smartphone foldable. iPhone Ultra disebut akan memiliki bentuk yang lebih pendek namun lebih lebar saat layar utamanya dibuka penuh.
Dimensi fisik menjadi salah satu keunggulan utama dengan ketebalan hanya 4,5 mm saat kondisi terbuka dan sekitar 9,5 mm ketika dilipat. Desain tipis ini diperkuat dengan penggunaan material titanium dan aluminium serta engsel berbahan liquid metal untuk meningkatkan ketahanan perangkat.
Sektor daya tarik utama terletak pada kapasitas baterai yang mencapai 5.800 mAh guna menopang kebutuhan multitasking pada layar besar. Angka ini melampaui kapasitas baterai iPhone 17 Pro Max yang saat ini menjadi pemegang rekor baterai terbesar di lini ponsel Apple.
Layar bagian dalam diprediksi berukuran 7,8 inci dengan rasio 4:3 yang menyerupai iPad mini, sementara layar luar saat terlipat berukuran sekitar 5,5 inci. Apple juga dikabarkan menggunakan panel layar khusus dari Samsung yang mampu meminimalkan bekas lipatan hingga di bawah 0,15 mm.
Untuk urusan fotografi, iPhone Ultra dirumorkan membawa dua kamera belakang beresolusi 48 MP. Menariknya, Apple disebut tengah menguji teknologi kamera di bawah layar atau under-display camera pada layar utama untuk memberikan tampilan visual yang bersih tanpa gangguan lubang kamera.
Karena bodi yang sangat tipis, Apple kemungkinan besar akan meniadakan fitur Face ID dan menggantinya dengan sensor Touch ID pada tombol samping. Perangkat ini juga diprediksi akan ditenagai oleh chipset A20 berbasis fabrikasi 2nm dari TSMC serta didukung RAM sebesar 12 GB.
Berdasarkan informasi dari Bloomberg, harga iPhone Ultra diperkirakan akan menembus angka di atas USD 2.000 atau sekitar Rp33 jutaan. Hingga saat ini, pihak Apple belum memberikan konfirmasi resmi terkait detail spesifikasi maupun jadwal peluncuran pasti dari perangkat premium tersebut.