Raksasa teknologi Apple melaporkan bahwa sekitar 30 persen dari total material yang digunakan pada seluruh produk kiriman mereka sepanjang tahun 2025 berasal dari bahan daur ulang. Pencapaian ini diumumkan dalam laporan lingkungan terbaru perusahaan pada April 2026 sebagai bagian dari percepatan target netral karbon tahun 2030.
Pemanfaatan material ramah lingkungan tersebut mencatatkan rekor tertinggi bagi perusahaan berbasis di Amerika Serikat tersebut, seperti dilansir dari Medcom. Integrasi bahan daur ulang ini mencakup komponen vital yang sebelumnya sangat bergantung pada pertambangan material mentah.
Beberapa komponen kunci pada perangkat Apple kini telah sepenuhnya menggunakan bahan hasil pemulihan, termasuk baterai rancangan mandiri yang menggunakan 100 persen kobalt daur ulang. Selain itu, magnet pada perangkat telah beralih sepenuhnya ke unsur tanah jarang hasil daur ulang, bersamaan dengan penggunaan emas dan timah daur ulang pada papan sirkuit.
Apple juga mengonfirmasi keberhasilan penghapusan plastik dalam seluruh kemasan produk yang kini digantikan oleh material berbasis serat. Inisiatif tersebut diklaim telah mereduksi penggunaan plastik global hingga lebih dari 15.000 metrik ton dalam kurun waktu lima tahun terakhir.
Untuk mengoptimalkan proses ini, Apple menerapkan teknologi sistem Cora dan kecerdasan buatan (machine learning) guna meningkatkan efisiensi pemilahan serta pemulihan limbah elektronik. Inovasi teknologi ini bertujuan untuk mengklasifikasi material sisa secara lebih presisi agar dapat digunakan kembali dalam siklus produksi.
Hingga periode 2025, emisi gas rumah kaca perusahaan dilaporkan telah mengalami penurunan lebih dari 60 persen dibandingkan dengan level pada tahun 2015. Penurunan emisi ini tetap terjadi di tengah pertumbuhan skala bisnis perusahaan yang terus berekspansi di pasar global.