Dewan Direksi SpaceX menyetujui pemberian paket kompensasi saham dalam jumlah besar kepada Elon Musk pada Senin (4/5/2026) sebagai insentif untuk merealisasikan pembangunan koloni manusia di Mars. Langkah strategis ini dilakukan guna memastikan sang pendiri tetap fokus pada ambisi jangka panjang perusahaan roket tersebut.
Berdasarkan dokumen yang diajukan ke Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC), Musk dijanjikan 200 juta saham terbatas dengan hak suara super. Bonus tersebut hanya akan diberikan jika valuasi SpaceX mencapai USD 7,5 triliun dan koloni Mars telah dihuni sedikitnya satu juta orang, sebagaimana dilansir dari Detik iNET.
Selain target di Planet Merah, kesepakatan kompensasi tersebut juga mencakup insentif tambahan sebesar 60,4 juta saham terbatas. Syarat perolehan saham ini adalah keberhasilan SpaceX dalam mengoperasikan pusat data di luar angkasa dengan kapasitas daya minimal 100 terawatt.
Elon Musk telah lama memproyeksikan pengiriman satu juta orang ke Mars sebelum tahun 2050. Namun, rencana tersebut sempat mengalami perubahan prioritas dalam beberapa bulan terakhir sebelum akhirnya dewan direksi menetapkan target kompensasi baru ini.
Sebelumnya, Musk sempat mengumumkan pengalihan fokus SpaceX untuk membangun pemukiman manusia di Bulan terlebih dahulu. Menurut laporan Gizmodo yang dikutip Detik iNET, Musk menilai proyek Bulan dapat rampung dalam satu dekade, sementara koloni Mars membutuhkan waktu lebih dari 20 tahun.
Pemberian paket saham ini tidak memiliki batasan jangka waktu tertentu bagi Musk untuk mencapainya. Meski demikian, Direksi SpaceX menegaskan bahwa seluruh bonus tersebut hangus jika target valuasi dan parameter keberhasilan operasional yang ditetapkan tidak terpenuhi.