Celah Keamanan YellowKey Bobol Enkripsi BitLocker Windows 11

Peneliti keamanan siber Nightmare-Eclipse mengungkap celah YellowKey yang mampu membobol sistem enkripsi BitLocker Windows 11.

Sistem enkripsi full-volume BitLocker pada Windows 11 dilaporkan dapat dibobol secara penuh. Kerentanan berbahaya yang dinamakan YellowKey ini diungkap oleh seorang peneliti keamanan siber yang menggunakan nama samaran Nightmare-Eclipse, dikutip dari Detik iNET.

Peneliti tersebut mengategorikan YellowKey sebagai salah satu celah paling berbahaya yang pernah ia temukan. Nightmare-Eclipse bahkan melontarkan tuduhan bahwa Microsoft kemungkinan sengaja menanamkan backdoor atau pintu belakang di dalam sistem perlindungan data tersebut.

Prosedur eksploitasi kerentanan keamanan baru ini tergolong tidak biasa. Proses pembobolan data diawali dengan penyalinan folder khusus bernama "FsTx" ke dalam USB drive berformat NTFS, FAT32, atau exFAT.

Aksi ini juga dapat diterapkan tanpa perangkat USB. Peretas cukup menyalin file FsTx langsung ke partisi EFI Windows, kemudian memutus disk yang enkripsinya akan dibongkar untuk sementara waktu.

Langkah berikutnya melibatkan proses reboot komputer yang dilindungi oleh BitLocker. Peretas kemudian masuk ke menu Windows Recovery Environment atau WinRE, lalu memasukkan urutan input tertentu yang sudah disiapkan.

Jika seluruh tahapan tersebut dijalankan dengan tepat, sistem akan memunculkan command shell dengan akses tanpa batas. Kehadiran shell ini membuat volume penyimpanan yang dikunci oleh BitLocker terbuka sepenuhnya tanpa membutuhkan kata sandi.

Dampaknya, semua data yang dienkripsi dapat langsung ditelusuri oleh peretas. Pihak yang tidak bertanggung jawab tersebut juga memiliki kebebasan untuk menyalin maupun memodifikasi dokumen di dalamnya.

Indikasi Keberadaan Pintu Belakang

Nightmare-Eclipse meyakini adanya unsur kesengajaan dalam kemunculan celah YellowKey ini. Indikasi tersebut diperkuat oleh temuan bahwa komponen pemicu masalah hanya terdapat secara eksklusif di dalam citra sistem resmi WinRE.

Komponen serupa sebenarnya juga tertanam pada citra instalasi Windows standar. Kendati demikian, komponen pada versi standar tidak memperlihatkan perilaku pembobolan BitLocker yang sama ketika dioperasikan.

"Saya tidak bisa menemukan penjelasan lain selain fakta bahwa ini disengaja," ungkap peneliti tersebut.

Masalah keamanan ini diketahui hanya berdampak pada sistem operasi Windows 11, termasuk versi Server 2022 dan Server 2025. Sebaliknya, para pengguna Windows 10 dipastikan aman dari ancaman kerentanan ini.

Keberadaan celah YellowKey ini bukan sekadar klaim sepihak. Sejumlah peneliti keamanan pihak ketiga telah melakukan pengujian dan mengonfirmasi bahwa eksploitasi tersebut berfungsi sesuai materi yang diunggah Nightmare-Eclipse di platform GitHub.

Ancaman Eksploitasi GreenPlasma dan Opsi Mitigasi

Selain YellowKey, Nightmare-Eclipse mengumumkan temuan eksploitasi kedua yang diberi nama GreenPlasma. Celah susulan ini diklaim mampu memberikan peningkatan hak akses sistem atau privilege escalation.

Namun, kode proof-of-concept secara lengkap untuk memperoleh akses setingkat SYSTEM belum dipublikasikan. Peneliti tersebut memberi sinyal akan membeberkan rinciannya mendekati jadwal Patch Tuesday pada bulan depan.

Nightmare-Eclipse, yang sebelumnya dikenal dengan nama Chaotic Eclipse, tercatat memiliki riwayat perselisihan panjang dengan Microsoft. Ia pernah merilis celah keamanan bernama Red Sun dibarengi tuduhan bahwa perusahaan teknologi tersebut telah merusak reputasi dan kariernya.

Menyikapi ancaman ini, para pakar keamanan siber menyarankan pengguna tingkat lanjut dan sektor korporasi untuk tidak bertumpu pada satu sistem enkripsi saja. Sebagai langkah mitigasi, pengguna dapat beralih ke alternatif enkripsi full-disk lain yang sudah teruji melalui peninjauan independen, seperti VeraCrypt.

Recommended